Di Bangladesh, Kecelakaan Kapal Feri Tewaskan dan Hilangkan Puluhan Orang

Kecelakaan Kapal Feri Tewaskan dan Hilangkan Puluhan Orang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (30/06/2020). Di Bangladesh, puluhan orang tewas dan hilang setelah sebuah feri terbalik di ibukota Bangladesh, Dhaka, setelah tabrakan dengan kapal lain. 

Setidaknya 28 mayat ditemukan oleh penyelam di Bangladesh setelah sebuah feri yang membawa penumpang tenggelam di sungai, kata seorang pejabat, Senin (29/06/2020).

Puluhan masih hilang saat operasi penyelamatan berlanjut di Sungai Buriganga, yang mengalir melewati pinggiran ibukota Dhaka.

Petugas pemadam kebakaran dan unit angkatan laut juga bergabung dalam upaya penyelamatan.

“(Kapal -red) Feri penumpang terbalik Senin pagi setelah tabrakan dengan kapal lain,” Petugas Ruang Kontrol Pemadam Kebakaran Rozina Islam dalam keterangannya dalam sebuah wawancara, membenarkan jumlah korban tewas.

Namun, para pejabat belum dapat mengkonfirmasi berapa banyak penumpang di dalam kapal pada saat kecelakaan itu. Media lokal mengutip saksi mata dan polisi menyebutkan angka 100.

Kapal Morning Bird ditabrak oleh feri lain di Farashganj, hanya beberapa meter dari pelabuhan sungai Sadarghat terbesar di negara itu.

Beberapa saksi mengatakan kepada stasiun televisi lokal bahwa kapal itu membawa lebih dari 50 orang, dan banyak yang terjebak di dalam kabin.

Kecelakaan kapal feri sering terjadi di Bangladesh karena standar keselamatan yang buruk di banyak galangan kapal negara itu. 

Feri sering penuh sesak dan tenggelam dalam cuaca buruk.

Media lokal Dhaka Bangladesh memberitakan bahwa Asosiasi Kesejahteraan Penumpang Bangladesh telah menuntut penyelamatan cepat, perawatan dan kompensasi yang sesuai untuk para korban dua kecelakaan di Buriganga di Shyambazar dekat Sadarghat di ibukota.

Dalam keterangan tertulis, sekretaris jenderal organisasi tersebut, Mozammel Haque Chowdhury mengajukan permintaan ini.

Dalam sebuah pernyataan, ia berkata, “Sudah lama, perahu sampan kecil telah melakukan perjalanan dari satu sisi Saradghat ke sisi lain dalam sejumlah kematian, tetapi karena ketidakpedulian pihak berwenang, kecelakaan mengerikan telah meningkat.”

Dia menuntut agar langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghentikan kecelakaan ini serta memastikan penyelamatan yang cepat dan perawatan medis gratis bagi para korban.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PPDB DKI Jakarta, Mulai 1-3 Juli Dibuka Jalur Prestasi Akademik

Read Next

Otoritas Korea Selatan Mencabut Izin Dua LSM yang Mengirim Selebaran Ke Korea Utara