Penumpang Kapal Perlu Tunjukkan Surat Hasil Rapid Test Atau Swab

PELNI Mulai Layani Penjualan Tiket Penumpang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/06/2020). Di Tanjung Priok Jakarta Utara, prosedur penerimaan penumpang kapal kini semakin ketat dan dipertegas oleh Otoritas Pelabuhan (OP) Tanjung Priok.

Menurut keterangan tertulis pada Senin (29/06/2020), Kepala Subbagian Hukum dan Humas Otoritas Pelabuhan Tanjung Priuk, Gita Andreswari menyampaikan bahwa dalam penerimaan penumpang baik yang mau naik maupun yang akan turun dari moda transportasi laut harus sesuai dengan prosedur yang diatur oleh SE No. 12 tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Laut dalam Masa Adapatasi Kebiasaan baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Salah satu yang harus dipatuhi penumpang adalah memiliki surat rapid test atau hasil pemeriksaan PCR hasil negative Covid-19 yang masih berlaku dan protokol lain yang telah ditentukan.

Gita menjelaskan bahwa prosedur dan protokol kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) bagi penumpang dan awak kapal harus dapat diterapkan dengan baik, dipatuhi, dan dijalankan dengan disiplin yang ketat secara konsisten oleh semua pihak.

“Ada tim yang mengawasi pelaksanaan semua ketentuan dalam SE Dirjen Perhubungan Laut No .12 Tahun 2020, yang melibatkan sejumlah instansi,” jelas Gita.

KM Dobosolo, Berlayar Lagi

Untuk pertama kalinya, Kapal Penumpang (KM) Dobonsolo bersandar di pelabuhan akhir Tanjung Priok, pukul 07.00 WIB hari Selasa (23/06/2020) dalam menjalankan misi sesuai arahan SE Nomor 12 Tahun 2020 sebagai transportasi laut dalam masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kapal yang mengangkut 57 penumpang ini berlayar mulai dari Jayapura – Serui – Sorong – Ambon – Namlea – Bau Bau – Makassar – Surabaya – Tanjung Priuk, harus mematuhi protokol kesehatan mulai dari keberangkatan, selama perjalanan, dan saat menurunkan penumpang di pelabuhan akhir.

Seperti yang disampaikan Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing dalam acara Dialog Publik Konektivitas Membangun Bangsa Kementerian Perhubungan RI “Kolaborasi Untuk Adaptasi Kebiasaan Baru Sektor Trasnsportasi,” yang digelar secara daring, pada 12 Juni lalu.

“Sudah menjadi tanggung jawab kami selaku operator untuk menerjemahkan SE No. 12 Tahun 2020 itu dengan serangkaian protokol kesehatan yang sudah kami siapkan untuk semua pihak terkait operasional transportasi laut,” tegasnya.

Kesehatan adalah yang utama, jelas Insan lagi, dalam operasional moda transportasi laut, di masa AKB saat memfasilitasi masyarakat untuk beraktivitas dengan nyaman, aman dari Covid-19, dan tetap sehat sampai tujuan.

Lanjut Insan, dalam melaksanakan protokol kesehatan untuk bisa berjalan dengan disiplin ketat, PELNI berekerja sama dengan aparat TNI/Polri, berkoordinasi dengan Kantoe Kesehatan Pelabuhan, dan Kementerian Kesehatan.

Prosedur Ketat

Salah satu Tim Medis dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok, yang ikut mengawasi prosedur pelaksanaan SE No. 12 Tahun 2020 saat penumpang turun dari KM Dobonsolo adalah Dr Sahat. Menurut keterangan Dr Sahat, para penumpang yang turun maupun yang naik harus melalui beberapa prosedur kesehatan, antara lain, mengukur suhu tubuh, penyemprotan disinfektan untuk barang bawaan, validasi surat keterangan bebas Covid-19, pemeriksaan kartu Health Alert Card (HAC), dan melewati pemeriksaan menggunakan Sinar-X.

Selain itu, jelas Sahat lagi, pihak pengelola pelabuhan juga telah menyediakan sejumlah peralatan protokol kesehatan seperti washtafel portable di beberapa titik pintu masuk, hand sanitizer, pengukur suhu tubuh, dan wajib pakai masker.

Dokter KKP itu menambahkan, penerapan protokol kesehatan sudah mulai dijalankan sejak penumpang turun dari kapal, para petugas dari sejumlah instansi seperti Pelindo, Pelni, Kepolisian, dan KKP akan saling berkoordinasi guna mengantisipasi penyebaran Virus Covid-19.

“Petugas KKP akan melakukan validasi surat kesehatan dan surat bebas Covid-19 para penumpang, termasuk hasil rapid test dari pelabuhan asal serta Health Alert Card (HAC),” tukas Dr Sahat.

Sementara PT Pelni memastikan akan mematuhi pelaksanaan operasional dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan aman dari Covid-19.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Yahya Kuncoro dalam keterangannya menyampaikan bahwa perusahaan sudah memiliki skenario dan siap untuk diterapkan di atas kapal, seperti protokol terhadap kesehatan para kru, proses embarkasi dan debarkasi, layanan makan dan minum di atas kapal, serta protokol terhadap beberapa penggunaan fasilitas di atas kapal.

“Berkenaan dengan protokol kesehatan, kami akan lakukan rapid test kepada ABK maupun mitra yang akan bertugas di atas kapal untuk memastikan kondisi kesehatannya layak untuk bertugas. Faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan dalam pelayaran adalah prioritas utama kami,” kata Yahya.

Sebagai informasi, sejak Mei 2020, beberapa kapal sudah mulai membuka penjualan tiketnya untuk penumpang menuju pelabuhan yang membuka aksesnya.

Kapal-kapal yang beroperasi sejak Mei 2020 diantaranya adalah KM Egon, KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Sinabung, KM Gunung Dempo, KM Nggapulu, KM Tatamailau, dan KM Kelud, dengan jumlah penumpang tercatat sekitar 834 penumpang.

Sedangkan per Juni 2020, kapal yang direncanakan beroperasi adalah KM Ciremai, KM Dobonsolo, KM Gunung Dempo, KM Kelud, KM Egon, dan KM Sinabung.

Kemudian bagi calon penumpang sebaiknya melengkapi dokumen yang diperlukan untuk melakukan perjalanan bersama kapal Pelni yakni seperti menunjukan surat hasil rapid test ataupun swab yang menunjukan hasil non-reaktif/negatif Covid-19, KTP/ID, dan memiliki surat keterangan/surat tugas.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Portabel Medical Wash Insinerator, Tempat Pengolahan Limbah Covid-19

Read Next

Tangkap, Jaksa Agung Geram dengan Aksi Licin Djoko Tjandra