Niat Puasa Bulan Dzulhijjah

stawberry moon

Banyak manfaat puasa di Bulan Dzulhijjah, maka jika Anda tertarik menjalankan puasa, ingat jangan lupa untuk membaca niat puasa bulan dzulhijjah.

Sekadar diketahui buan dzulhijjah adalah salah satu bulan yang menjadi bulan baik dan tentunya penuh berkah, bulan penuh pahala dan dimuliakan Allah SWT selain bulan Ramadhan, mengenai bulan Dzulhijjah, umat muslim disunnahkan untuk melaksanakan puasa Dzluhijjah, menunaikan ibadah Haji hingga menyembelih hewan kurban. 

Niat Puasa Bulan Dzulhijjah

Niat Puasa Tarwiyah atau Tanggal 8 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

“Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Arafah atau Tanggal 9 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

“Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala.”

Keutamaan Berpuasa 9 Hari di Awal Bulan Dzulhijjah

Diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas RA dari Nabi Muhammad SAW, bahwasanya Dia bersabda:

Hari Pertama – 1 Dzulhijjah (22 Juli 2020)

Pada hari diampuninya Nabi Adam AS adalah Hari Pertama pada bulan Dzulhijjah. Barang siapa yang berpuasa puasa pada Hari ini, maka akan diampuninya seluruh dosa-dosanya.

Hari Kedua – 2 Dzulhijjah (23 Juli 2020)

Saat hari kedua Dzulhijjah adalah hari dikabulkannya doa Nabi Yunus AS, maka dikeluarkanlah Dia dari perut ikan Hud. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini maka seakan-akan meminta beribadah kepada Gusti Allah Ta’ala selama satu tahun tanpa melibatkan maksiat (membantah) Gusti Allah dalam ibadahnya itu walau sekejap matapun.

Hari Ketiga – 3 Dzulhijjah (24 Juli 2020)

Saat hari ketiga Dzulhijjah, adalah hari dimana Gusti Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria AS. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka akan dikabulkan doanya oleh Gusti Allah.

Hari Keempat – 4 Dzulhijjah (25 Juli 2020)

Adapun hari ini adalah hari kelahiran Nabi Isa AS. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan menghindarkan segala marabahaya dan kefakirannya. Maka ia di hari kiamat kelak akan dikumpulkan bersama golongan orang-orang baik lagi mulia.

Hari Kelima – 5 Dzulhijjah (26 Juli 2020)

Saat hari berlalu Dzulhijjah adalah hari dimana Nabi Musa AS disetujui. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini akan dibersihkan (dihindarkan) dari kemunafikan atau dari siksa kubur.

Hari Keenam – 6 Dzulhijjah (27 Juli 2020)

Hari ini keenam Dzulhijjah adalah hari dimana Gusti Allah membukakan pintu bagi NabiNya (Nabi Muhammad SAW). Barang siapa yang berkuasa pada hari ini maka Gusti Allah akan memandangnya dengan pandangan terima kasih, karena itu tidak akan disiksa selama-lamanya.

Hari Ketujuh – 7 Dzulhijjah (28 Juli 2020)

Hari ketujuh Dzulhijjah adalah hari di mana Gusti Allah membuka pintu-pintu neraka Jahanam, dan tidak akan dibuka dengan berlalunya hari kedua puluh. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka oleh Gusti Allah Ta’ala akan dikunci (dihindarkan) dari 30 pintu kesulitan, dan akan dibukakan 30 pintu kemudahan.

Hari Kedelapan – 8 Dzulhijjah (29 Juli 2020)

Sementara hari ke DZulhijjah disebut juga sebagai Hari Tarwiyah. Barang siapa yang berpuasa pada hari ini akan diberi pahala yang nilai / derajat / kemuliaannya tidak dapat diakses sebagaimana halnya Gusti Allah Ta’ala.

Hari Kesembilan – 9 Dzulhijjah (30 Juli 2020)

Sementara hari kesembilan Dzulhijjah adalah Hari ‘Arofah. Barang siapa yang berkuasa pada hari ini akan diampuni dosa / kesalahannya yang lalu dan yang akan datang.

Dan hari Arafah adalah hari diwahyukannya surat Al-Ma’idah Ayat 3.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya:

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS: Al-Ma’idah Ayat 3).

Ingat agar hidup kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT, berdoa setelah sholat juga penting serta jangan lupa perbanyak sholat sunnah.

(Dari berbagai sumber)

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Di Riau, Transaksi Uang Digital Meningkat 4,2 Persen

Read Next

200 Hektar Sawah di Desa Bumi Rapak Tidak Bisa Dikelola Maksimal