Jangan Sampai Lupa! Ini Syarat Utama Ikut UTBK…

Jangan Sampai Lupa! Ini Syarat Utama Ikut UTBK...

Konfirmasitimes.com-Sumut (25/06/2020). Skema dan teknis pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) mengalami perubahan. Sebelumnya, setelah mengalami kemunduran jadwal, pada 24 Juni 2020, Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) mengubah teknis pelaksanaan UTBK.

Sebagai informasi, sebelumnya, pelaksanaan UTBK dibuat 4 (empat) sesi. Sesuai peraturan terbaru, kini dipersempit menjadi 2 (sesi) per harinya. Ada pun rincian waktunya adalah pukul 09.00-11.15 (sesi pertama) dan pukul 14.00-16.15 (sesi kedua). 

Setelah sesi pertama selesai, ada waktu sekitar 2 jam 45 menit. Menurut LTMPT, dalam keterangan tertulisnya, dibuat untuk sterilisasi ruangan sebagai syarat protokol kesehatan. Sangat penting diketahui, dalam siaran langsungnya, LTMPT menyebut peserta harus mematuhi aturan protokol kesehatan. 

utbk

“Siswa yang tidak memenuhi standar kesehatan tidak diizinkan untuk mengikuti ujian dantidak ada penggantian jadwal ujian di lain waktu,” begitu bunyi siaran pers dari LTMPT.

Maka, sangat perlu diperhatikan, syarat utama untuk mengikuti UTBK tahun inin adalah protokol kesehatan.

Jika protokol kesehatan sudah dipatuhi, maka perlengkapan yang harus dibawa adalah: kartu peserta ujian, fotokopi ijazah yang sudah dilegalisasi, terutama bagi siswa yang lulus di bawah tahun 2020. Sementara itu, bagi siswa tamatan 2020, mereka harus membawa surat keterangan lulus yang asli yang ditandatangani oleh kepala sekolah.

Sebagai informasi, dalam keterangan resmi dari pihak LTMPT, jumlah peserta UTBK 2020 hingga tenggat waktu yang semestinya sudah berada pada angka 702.927 orang siswa. Ada pun perincian dari jumlah itu adalah sebanyak 557.125 orang siswa peserta reguler. Sementara itu, sisanya, 145.802 orang siswa adalah peserta KIP Kuliah. Beda peserta KIP Kuliah dengan reguler adalah peserta KIP Kuliah tak membayar.

Jumlah ini belum angka terakhir. Sebab, menurut LTMPT, masih 3.614 orang siswa lagi yang sudah mencetak pembayaran uang pendaftaran. Selain itu, sebanyak 2.095 siswa belum memermanenkan pendaftaran.

Bagi mereka ini, diberi kesempatan menuntaskan pendaftaran hingga permanen (cetak kartu) sampai 23 Juni kemarin. Sampai berita ini dibuat, pihak LTMPT belum mengeluarkan data final terkait berapa total peserta UTBK SBMPTN.

Ada pun tahapan UTBK tetap dibuat dua tahap. Tahap pertama pada 5-14 Juli 2020 dan tahap kedua pada 20-29 Juli 2020. Masih juga ada perubahan lainnya. 

Apabila Pusat UTBK belum dapat menyelenggarakan tes dan bagi peserta yang berdomisili di luar provinsi/kabupaten/kota yang tidak bisa hadir di lokasi UTBK PTN tempat tes dengan pertimbangan keselamatan dan kesehatan, maka pengumuman hasil SBMPTN yang awalnya dijadwalkan pada 25 Juli 2020, misalnya, digeser menjadi 20 Agustus 2020.

Pelaksanaan UTBK, menurut Ketua LTMPT Mohammad Nasih harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan semua komponen yang terlibat.

“Pelaksanaan UTBK juga harus memperhatikan status perkembangan pandemi Covid-19 di seluruh Pusat UTBK PTN dan mendapatkan izin dari Satgas Covid di masing-masing daerah,” kata Nasir dalam keterangannya pada Rabu (24/06/2020).

Nasih juga mengatakan, kegiatan penjadwalan ulang dan relokasi tempat tes akan dilaksanakan LTMPT dan pusat UTBK PTN. Informasi lebih lanjut akan diinformasikan ke seluruh peserta UTBK-SBMPTN melalui saluran informasi resmi.

Di tempat terpisah, Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, di kantornya juga menyampaikan beberapa hal dalam menyikapi kebijakan baru LTMPT terhadap pelaksanaan tes UTBK-SBMPTN Tahun 2020. 

“Kami Unimed tentu akan menyikapi dengan arif kebijakan baru dari LTMPT ini, karena tentu kebujakan baru ini buah dari diskusi yang ketat dan baik, untuk kepentingan keselamatan bersama dan mencegah penyebaran Covid-19.  Alhamdulilah kami Unimed sudah menerima surat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Sumatera Utara yang langsung ditandatangani Pak Gubernur,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polri Ungkap Penyelundupan 150 Kg Sabu Melalui Perairan Aceh

Read Next

Jumlah Nakes Tangani Covid-19 Terbatas, Pemerintah Suntik Nakes Ke Rumah Sakit Soetomo Surabaya