Tercatat Banyak Warga Perancis Berpikir untuk Bunuh Diri Ditengah Pandemi Covid-19

Virus Corona; Perancis Membatasi Penjualan Parasetamol

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/06/2020). Karyawan dari asosiasi amal Perancis SOS Amitié, yang memberikan bantuan psikologis, menerima 40% lebih banyak panggilan selama karantina dari orang-orang dengan berfikir untuk mengakiri hidup dengan bunuh diri dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dan sepertiga dari total jumlah penelepon mengindikasikan bahwa karantina adalah penyebab masalah, menurut pernyataan asosiasi SOS Amitié.

“Krisis kesehatan yang melanda Prancis tahun ini telah berdampak signifikan pada organisasi dan misi SOS Amitié. Memang, situasi yang belum pernah terjadi ini telah menimbulkan ketakutan, stres, dan penderitaan yang dalam,” tulis SOS Amitié.

Antara 15 Maret dan 10 Mei 2020, SOS Amitié menerima 102.644 panggilan, yang 32% lebih tinggi dari pada 2019. 

Asosiasi SOS Amitié mencatat bahwa tindakan karantina “memperburuk masalah kesepian,” di samping itu, penelepon menyebutkan masalah meningkatnya ketakutan akan kematian, kecemasan, masalah yang terkait dengan perumahan, tetangga, atau kekerasan dalam rumah tangga.

Organisasi SOS Amitié mencatat bahwa dibandingkan tahun lalu, 40% lebih penelepon berbicara tentang pemikiran bunuh diri, sementara dua pertiga dari mereka yang menangani masalah serupa adalah wanita. Selain itu, tercatat bahwa sebagian besar penelepon berusia di bawah 25 tahun.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

China dan India Sepakat Kurangi Ketegangan di Perbatasan

Read Next

Seoul Balas Pyongyang, Memperingatkan Konsekuensi