Kumpulan Tempat Wisata Jogja dan Pengelolaannya di Masa Normal Baru

istana air taman sari jogja

Konfirmasitimes.com-Yogyakarta (18/06/2020). Ketika wabah virus corona baru menyerang Indonesia di beberapa bulan yang lalu banyak tempat wisata ditutup agar tidak menimbulkan kerumuman dan untuk menutup mata rantai penyebaran. Salah satu daerah yang menutup tempat pariwisatanya adalah Yogyakarta, terkenal dengan adanya puluhan destinasi yang mampu memanjakan mata turis atau wisatawan. Berikut kami rangkum beberapa tempat wisata agar mampu menjadi rekomendasi pembaca apabila ingin mengunjungi Kota Jogja di masa mendatang.

Jalan Malioboro

Dikenal sebagai jantung kota di wilayah Yogyakarta, karena tempat ini dapat dipastikan selalu ramai selama 24/7. Banyak pedagang kali lima (PKL) yang mengisi sepanjang jalan ini, mulai pakaian, kerjainan, dan juga makanan. Ditambah adanya banyak tempat untuk berswafoto yang mampu digunakan oleh para pejalan kaki apabila ada di tempat ini. Akan tetapi, kawasan Jalan Malioboro saat ini ditutup dikarenakan untuk memperkecil potensi penyebaran wabah.

Keraton Yogyakarta

Ini merupakan bangunan bersejarah yang menjadi kediaman Sultan dan keluarga Sultan. Banyak benda peninggalan zaman dahulu yang disimpan di kawasan ini, dan apabila kita ingin melihatnya maka kita bisa melihat melalui museum yang berada di Keraton Yogyakarta.

Kawasan Pantai

Ada banyak pantai yang mampu menjadi rekomendasi di Jogja, seperti Pantai Selatan dan pantai di Gunungkidul yang disebut-sebut sebagai gunung seribu pantai. Biasanya dihari libur banyak masyarakat melakukan perjalanan di pantai-pantai tersebut atau melakukan kegiatan camping di tepi pantai. Namun sama seperti tempat wisata lain, seluruh pantai yang ada di Kota Gudeg ini juga ditutup.

Manggunan

Apabila ingin berburu keindahan puncak alam maka tempat wisatalah yang paling cocok. Ada di ketinggian Kabupaten Gunungkidul, tempat ini menjadi hutan bagi tanaman pinus. Masyarakat lokal biasanya merekomendasi untuk mengunjungi Manggunan pada waktu pagi atau sore, karena mampu menikmati keindahan sang surya. Selain itu tempat ini juga dikenal dengan tiket masuknya yang murah meriah.

Taman Sari

Merupakan kolam yang digunakan mandi oleh para putri raja serta permaisuri Kerajaan di zaman dulu, dan sekarang tempat ini dijadikan icon wisata yang ada di Jogja karena nilai keindahan dan sejarah yang ia miliki.

Saat ini seluruh kawasan wisata di Yogyakarta tidak seramai seperti hari sebelum pandemic COVID-19 melanda, hal ini dikarenakan masyarakat terus menaati perintah dari pemerintah atau dari Sri Sultan. Namun terkait peraturan penangganan yang diberikan pemerintah yaitu Normal Baru maka sistem dan aktivitas pun menjadi seperti sedia kala. Oleh sebab itulah diperlukan pelatihan tata cara pengelolaan tempat wisata bagi para pengusaha wisata yang ada di Jogja.

“Dimasa seperti sekarang pemikiran untuk membangkitkan kembali Prawirotaman merupakan yang utama, sesuai dengan peraturan pemerintah. Maka dari itu kami berharap akan diakan pelatihan, agar kami mampu segera mensosialisasi serta mempromosikan kembali tempat wisata” Ujar Rina Indarti selaku Ketua Paguyuban Pengusaha Pariwisata Prawirotaman melalui zoom meeting dengan Wakil Walikota Yogyakarta pada Selasa (16/06/2020).

Menanggapi hal ini Heroe Poewardi selaku Wakil Walikota Yogyakarta, bahwa pemberian pelatihan ini merupakan hal yang sesuai dan memang harus dilakukan.

“Kunci dari protokol baru ini ialah keamanan. Apabila ada yang tidak mengerti perihal pengelolaan maka memang perlu diajari, agar mereka yakin dengan tindakan mereka. Maka dari itu kami meminta  Dinas Kesehatan DIY dan Dinas Pariwisata DIY untuk mengakomondasi hal tersebut. Seperti penerapan protokol kesehatan dan penjagaan kebersihan tempat wisata ketika akan kembali dibuka” Ujar Heroe pada zoom meeting, Selasa (16/06/2020).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Pustaka Gampong Pineung Terbaik Di kota Banda Aceh

Read Next

Ketersediaan Stok Darah di Paser Meningkat Pada Bulan Ramadan