Belum Menerapkan New Normal, Jateng Fokus Pada Pencegahan Covid-19

jateng

Konfirmasitimes.com-Jakarta (18/06/2020). Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Muhammd Shidqi mengingatkan Pemerintah untuk tidak memaksakan pelaksanaan new normal.

Dalam keterangannya Shidqi, di Gedung Dharma Satya Lantai II Kompleks Kantor Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (17/06/2020) mengatakan bahwa perlu adanya pengkajian mendalam termasuk memperhatikan tingkat penyebaran virus jika ingin menerapkan kenormalan baru.

“Untuk beberapa daerah yang peningkatan kurva penyebaran virus masih tinggi. Jangan dipaksakan (new normal) daripada nanti membuat klaster penyebaran baru,” ujar dia.

Rapat dihadiri oleh sepuluh anggota Komisi A DPRD Jateng dipimpin Ketua Komisi Mohammad Saleh. Selain itu hadir Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Semarang Haris Pranowo, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Alexander Gunawan dan perwakilan Kesbangpol Jawa Tengah.

Gus Shidqi mengatakan bahwa penerapan new normal yang tidak memperhatikan kondisi terkini dimungkinkan menyebabkan ledakan jumlah pengidap virus.

Gus Shidqi juga menambahkan bahwa sebaiknya fokus pada pencegahan penularan virus dahulu. Terutama di daerah-daerah yang termasuk zona merah atau jumlah pengidap Covid-19-nya masih tinggi.

Bagi dia, lebih utama mengamankan masyarakat dari bahaya akibat virus daripada menerapkan new normal. Namun jika memang pemerintah sudah bisa mengendalikan persebaran dan penularan virus di suatu daerah, dia setuju penerapan new normal.

“Tapi jika memang sudah bisa dikendalikan dan masuk zona hijau, silakan,” ujar dia.

Anggota Komisi A lainnya, Soetjipto berharap Pemkab Semarang terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran virus. “Kami menghargai langkah penanganan yang dilakukan Pemkab Semarang untuk menekan penyebaran Covis-19. Meski terletak di perlintasan kabupaten/kota yang memiliki kasus lebih banyak namun jumlah kasus relatif sedikit dan berada di zona hijau,” kata dia.

Kepala Kantor Kesbangpol Haris Pranowo mengakui kerawanan letak wilayah Kabupaten Semarang menjadi salah satu penyebab naiknya jumlah penderira Covid-19. Pada Mei tercatat jumlah penderita positif Covid-19 masih di kisaran angka 20-an, namun memasuki Juni meningkat menjadi 55 orang.

“Banyak warga kami yang berinteraksi sosial ekonomi dengan warga kabupaten/kota yang masuk zona merah. Ini menjadi salah satu penyebab terjadinya tingkat penyebaran virus yang cukup tinggi,” terang dia.

Dia mengatakan, Pemkab Semarang menyiapkan fasilitas perawatan di dua RSUD yakni Ungaran dan Ambarawa. Selain itu juga disiapkan dua rumah singgah di Ambarawa dan Ungaran untuk menjadi tempat isolasi penderita positif covid-19 “Saat ini ada delapan orang penderita yang menjalani isolasi di rumah singgah Ambarawa dan 28 lainnya berada di rumah singgah Ungaran,” tutup dia. 

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 17 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

#AmarahBrawijaya Turun Aksi, Tuntut UKT Sekaligus Transparansi Anggaran

Read Next

Polri; Jangan Bawa Barang Mencolok, Angka Kriminalitas Meningkat