6 Bulan Berjalan, Polrestabes Surabaya Beber Hasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika

6 Bulan Berjalan, Polrestabes Surabaya Beber Hasil Ungkap Kasus Peredaran Narkotika

Konfirmasitimes.com-Surabaya (18/06/2020). Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes Surabaya dan jajaran Polrestabes Surabaya sejak bulan Januari hingga bulan Juni 2020 telah menyita barang  bukti sabu seberat 145,274 kilogram dari beberapa kasus yang terungkap.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol  Johnny Eddizon Isir mengatakan barang bukti sabu tersebut didapat dari ungkap kasus sebanyak 500 kasus selama 6 bulan.

“Kami dapatkan juga tersangka sebanyak 693 tersangka,” ungkap mantan Kapolsek Karang Pilang Surabaya ini saat anev (Analisa dan Evaluasi) ungkap Kasus Peredaran Narkotika Satrekoba dan jajaran di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (18/06/2020).

Isir mengatakan untuk 693 tersangka tersebut terdisi dari 652 orang laki-laki dan perempuan sebanyak 41 orang.” Penangkapan juga dilakukan ditempat yang berbeda. Ada ungkap kasus baru dan ada juga hasi dari pengembangan,” jelasnya.

Selain barang bukti sabu, kata Isir, juga didapat barang bukti lainnya antara lain ekstasi 22.191 butir, XanaX sebanyak 36 butir dan Pil LL sebanyak 6.585.495 butir.

“Anggota juga menemukan barang bukti lainnya jenis  Keytamin cair sebanyak 14 botol dan obat keras sebanyak 43 ribu butir,” jelasnya.

Dari pengungkapan-pengungkapan tersebut, lanjut Isir, anggota Satreskoba dan jajaran akan terus maksimal untuk melakukan pengungkapan terhadap peredaran narkotika diwilayah hukum Surabaya dan sekitarnya.

Sedangkan untuk para tersangka, lanjut Isir akan dijerat dengan pasal 114 UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Bersamaan Anev tersebut, lanjut Isir, satreskoba Polrestabes Surabaya juga melakukan pemusnahan barang bukti hasil ungkap mulai bulan Desember 2019 hingga Mei 2020.

”Semuanya sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap(Incrah),” jelasnya.

Untuk barang bukti yang dimusnahkan, lanjut Isir, didapat dari ungkap 27 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 46 orang.

“Dari 46 tersangka tersebut bisa di rinci untuk lak-laki sebanyak 43 orang dan perempuan sebanyak 3 orang,” jelas mantan Kapolsek Krembangan Surabaya ini.

Pria kelahiran Jayapura Papua ini mengatakan untuk barang bukti narkotika yang dimusnahkan untuk sabu antara lain seberat 144,401 kilogram.

“Sedangkan untuk ekstasi sebanyak 20.499 butir , Happy Five sebanyak 3.992 butir dan Pil LL sebanyak 6.212.110 butir,” jelas mantan Kapolrestabes Medan tahun 2019 lalu ini.

Selain itu juga, lanjut mantan ajudan Presiden RI Jokowi ini mengatakan pihak Satreskoba Polrestabes Surabaya juga mengamankan barang bukti obat keras sebanyak 43 ribu butir.

Pasal 114 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika disebutkan  Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukat atau menyerahkan narkotika golongan 1 dipidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit 1 Milyar dan paling banyak 10 Milyar.

Sedangkan pasal 114 ayat (2) UU  RI No 35 tahun 2009 antara lain menyebutkan, Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, pelaku pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dipidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi Dicanangkan BPS Temanggung

Read Next

#AmarahBrawijaya Turun Aksi, Tuntut UKT Sekaligus Transparansi Anggaran