Mulai 19 Juni, Pemkab Merauke Buka Penerbangan 2 Kali Seminggu

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/06/2020). Mulai 19 Juni 2020, dibuka kembali penerbangan di Merauke dengan jadwal penerbangan sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Dalam keterangannya Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si pada rapat dengar pendapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Merauke Ir. Drs. Benjamin Latumahina didampingi Wakil Ketua I Hj. Almoratus Solikha, S.HI dan Wakil Ketua II Dominikus Ulukyanan mengungkapkan bahwa pembukaan penerbangan pada Bandar Mopah Merauke dimulai pada 19 Juni 2020, dengan penerbangan 2 kali dalam satu minggu, yakni Senin dan Jumat.

Rute penerbangan niaga terjadwal ditentukan Jakarta-Makassar-Merauke dan sebaliknya Merauke-Makassar-Jakarta penerbangan 2 kali seminggu pada hari Senin dan Jumat. Kemudian Jakarta-Makasaar-Jayapura dan Merauke dan sebaliknnya Merauke-Jayapura-Makasaar dan Jakarta pada senin dan Jumat.

Menurut bupati Frederikus Gebze, pemberlakukan jadwal penerbangan niaga terjadwal maupun tidak terjadwal bagi calon penumpang wajib mengikuti protokol Covid-19 serta menunjukan hasil rapid test yang dikeluarkan oleh tempat pemeriksaan kesehatan yang sudah ditentukan dari Dinas Kesehatan setempat maksimal 1 hari sebelum keberangkatan.

‘’Bagi calon penumpang atau penumpang yang datang atau berangkat pada bandar udara Mopah Merauke wajib mengikuti protocol Covid-19,’’ tandasnya.

Pihak Otban bersama Bandara Mopah Merauke dan perusahaan penerbangan, lanjut bupati Merauke, telah melakukan simulasi terkait dengan rencana pembukaan penerbangan yang akan dimulai 19 Juni mendatang tersebut.

Dikatakan, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan serta kelengkapan dokumen administrasi wajib dilakukan bagi calon penumpang maupun penumpang berdasarkan standar prosedur protokoler Covid-19.

‘’Bagi seluruh penumpang dan calon penumpang yang hendak berangkat maupun yang datang di Kabupaten Merauke wajib memikili surat keterangan masuk/keluar.

Bupati FRederikus Gebze juga mengungkapkan, bahwa bagi calon penumpang maupun penumpang yang datang atau berangkat hanya diperkenankan membawa 1 ransel atau koper.

Sementara itu, bagi penumpang yang tiba di Bandara Mopah Merauke dilakukan rapid test. Bagi penumpang yang menunjukan reaktif atau gejala Covid, jelas bupati Frederikus Gebze maka akan dilakukan isolasi di tempat yang sudah ditentukan oleh pemerintah Kabupaten Merauke.

Bupati Frederikus Gebze juga menjelaskan bahwa yang diprioritaskan untuk kembali ke Merauke adalah warga yang memiliki KTP Kabupaten Merauke.

Bagaimana dengan masyarakat yang terjebak di luar Merauke tersebut namun tidak memiliki lagi uang untuk kembali? Bupati Merauke Frederikus Gebze menjelaskan bahwa pemerintah akan membantu untuk memberikan pembiayaan bagi warga yang benar-benar tidak memiliki uang untuk kembali ke Merauke terutama mahasiswa. Sementara warga Merauke yang mampu tetap membayar tiket balik ke Merauke tersebut.

Hal ini didukung Ketua DPRD Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina. Kepada wartawan seusai RDP tersebut, Benjamin Latumahina mengungkapkan untuk beberapa warga yang kesulitan keuangan tersebut bisa dibantu.

‘’Tapi mesti kita lihat dulu terkait kondisi keuangan daerah dengan pelaksanaan rapat tehnis anggaran. Mungkin dengan tim anggaran pemerintah daerah, kita bisa duduk bersama bicarakan masalah ini,’’ pungkasnya.

Rapat dengar pendapat ini juga dihadiri oleh tokoh selatan Papua Drs Johanes Gluba Gebze dan dua pemerhati Merauke Aloysius Dumatubun dan Charles Qomar. 

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 16 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kemendag Investigasi Tagihan Listrik yang Membengkak

Read Next

Kasus Pertama Positif Covid-19 di Humbang Hasundutan Muncul: Warga Diharap Patuhi Protokol Kesehatan!