Di Pesisir Selatan, Delapan Aliran Sungai Masih Terjaga dan Layak Konsumsi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (17/06/2020). Di Kabupaten Pesisir Selatan, dilaporkan hasil pengujian yang dilakukan terhadap delapan aliran sungai kualitasnya masih di bawah baku mutu atau layak dikonsumsi.

Dalam keterangannya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pesisir Selatan melalui Kepala DLH Pesisir Selatan, Jumsu Trisno saat memantau kondisi dan kualitas air semua aliran sungai di daerah itu, Selasa (16/06/2020) menyampaikan bahwa belum ditemukan air sungai yang tercemar.

“Dikatakan demikian, sebab tidak ditemukan air sungai yang tercemar baik oleh limbah padat maupun cair di daerah ini. Delapan aliran sungai itu adalah Batang Tarusan, Batang Bayang, Batang Painan, Batang Kapas, Batang Surantih, Batang Kambang,  Airhaji, dan Batang Tapan,” kata Jumsu Trisno.

Dikatakannya, pengecekan kualitas air bertujuan agar tidak ada keraguan bagi masyarakat bila digunakan untuk konsumsi. Sebab sungai merupakan sumber air bersih bagi masyarakat di daerah itu, bahkan bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sendiri.

Untuk memastikan kelayakan air sungai, pihaknya memang terus melakukan pengujian terhadap semua aliran sungai yang dijadikan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih.

“Walau kegiatan itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, tapi hasil dari pengujian labor tidak bisa diabaikan dan perlu disampaikan kepada masyarakat. Saya katakan demikian, sebab aliran sungai di daerah ini, dijadikan oleh masyarakat sebagai sumber air bersih, termasuk oleh PDAM sendiri,” ujarnya.

Ditambahkanya bahwa selain aliran sungai, pihaknya juga melakukan pengujian dan pengambilan sampel terhadap air laut, udara dan tanah.

“Itu kita lakukan, sebab untuk air sungai, air laut dan udara, saat ini telah bisa dilakukan di laboratorium Dinal Lingkungan Hidup,” katanya.  

Sedangkan untuk pengujian tanah,  dilakukan melalui kerja sama dengan Unand, karena DLH Pessel memang belum memiliki labor untuk pengujianya.

Pengujian masing-masing itu dilakukan dua kali dalam se tahun, dengan tujuan agar diketahui klaster masing-masingnya.

“Khusus air sungai, akan menjadi bahan pertimbangan, apakah air sungai tadi layak dikonsumsi atau tidak. Karena masih berada dibawah baku mutu, sehingga layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Walau delapan aliran sungai yang dilakukan pengujian itu masih cukup bagus, namun pihaknya tetap terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha industri untuk tidak membuang limbah ke sungai.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 16 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bolehkah Berdoa Sesuatu yang Mustahil Terjadi

Read Next

Bantu Putus Pandemi Covid-19, Demokrat Jatim Instruksikan Seluruh Anggota Fraksi Demokrat DPRD Se Jatim Gelar Rapid Test Massal