Pemkab Kuansing Memperpanjang Masa Belajar dari Rumah Hingga 11 Juli 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/06/2020). Di Kuantan Singingi (Kuansing), masa belajar dari rumah oleh Pemerintah Kabupaten diperpanjang hingga 11 Juli 2020. Kebijakan itu diambil mengingat masih mewabahnya virus corona baru atau Covid-19.

Dalam keterangannya Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing, Jupirman melalui Sekretaris Masrul Hakim, Senin (15/06/2020) di Telukkuantan menyampaikan bahwa ada berbagai alasan hingga memutuskan belajar dirumah diperpanjang.

“Sebenarnya kita sudah persiapan untuk belajar di sekolah. Hanya saja, sampai saat ini belum keluar juknis belajar di sekolah era new normal, makanya belajar di rumah diperpanjang,” kata Jupirman.

Dikatakan Sekretaris Masrul, ada beberapa pertimbangan untuk menambah masa belajar dari rumah. Yakni Permendikbud 333 tahun 2019 tentang satuan pendidikan aman bencana.

Kemudian ada Surat Edaran Kemendikbud 04 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat Covid-19.

“Kita juga memperhatikan SE Sekjen Kemendikbud nomor 15 tahun 2020 berisi pedoman belajar dari rumah pada masa Covid-19 yang kemudian diperkuat oleh SE Gubri tentang pedoman belajar dari rumah dalam masa darurat Covid-19,” katanya.

Atas dasar itu, Bupati Kuansing menerbitkan SE nomor 443 tahun 2020 tentang layanan penyelenggaraan pendidikan dalam rangka pencegahan penularan Covid-19. Dalam surat tersebut, ada beberapa poin yang menjadi catatan Bupati Kuansing.

“Poin pertama, bahwa masa belajar dari rumah diperpanjang sampai 11 Juli 2020, dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19. Kemudian, harus sesuai dengan SE Sekjen Kemendikbud nomor 15 tahun 2020,” ujar Sekretaris Masrul.

Di sisi lain, Disdikpora Kuansing memperbolehkan tenaga pendidik untuk datang ke sekolah untuk penerimaan siswa baru dan persiapan new normal.

Namun, bagi tenaga pendidik yang rentan seperti ibu hamil, menyusui, punya riwayat penyakit jantung diperbolehkan tidak datang ke sekolah.

“Jadi, kalau ada ibu menyusui, hamil atau punya riwayat penyakit jantung atau penyakit berat lainnya, tak masalah tak datang ke sekolah dalam rangka PPDB,” tegas Sekretaris Masrul.

Terkait penilaian akhir dan pembagian rapor kenaikan kelas, lanjut Masrul, tetap berpedoman terhadap kalender pendidikan dan memperhatikan protokol kesehatan.

“Nah, tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli 2020, tapi pedoman pelaksanaannya kita masih menunggu surat edaran berikutnya,” tutup Sekretraris Masrul. 

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 15 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Penundaan Event Gran Fondo Tahunan Yogyakarta

Read Next

Bupati Taput; Para Petani Sayur Mayur Harus Untung