Menelusuri Jejak Keraton Baragung Di Madura Timur

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/06/2020). Baragung atau Bragung dalam ejaan saat ini merupakan nama salah satu Desa di Kecamatan Guluk-guluk Kabupaten Sumenep. Wilayah ini di abad 14 pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan Keraton Sumenep.

Di daerah inilah Pangeran Notoningrat salah satu putra Pangeran Mandaraga (Raden Piturut) bertahta.

Notoningrat bersaudara dengan Pangeran Notoprojo alias Pangeran Bukabu. Setelah Raden Piturut wafat, yang dalam sumber daftar penguasa Madura Timur ditulis tahun 1339 Masehi, yang menggantikan sebagai raja ialah Notoprojo.

Notoprojo membangun pusat pemerintahannya di daerah bernama Bukabu. Saat ini secara administratif masuk wilayah Kecamatan Ambunten. Selama 9 tahun memerintah, Pangeran Notoprojo wafat.

Dalam keterangannya R. Ja’far Shadiq, salah satu pemerhati sejarah di Kabupaten Sumenep,  Senin (15/06/2020) menyampaikan bahwa Pangeran Bukabu punya dua anak.

“Meski dalam catatan genealogi raja-raja Sumenep, Pangeran Bukabu punya dua anak laki-laki, namun yang menggantikannya ialah Pangeran Notoningrat saudaranya,” kata

Notoningrat memindahkan pusat pemerintahan ke Baragung. Beliau memerintah hingga 1358 Masehi. Versi folklore, Baragung berasal dari kata Bara dan Agung. Versi lain berasal dari kata Sumber dan Agung. Tidak ada keterangan pasti sejak kapan nama tersebut dipakai.

Saat ini bekas Keraton Baragung senasib dengan dua keraton sebelumnya, yakni Keraton Bukabu dan Mandaraga (Ambunten), alias tidak ditemukan jejaknya. “Hanya makam Pangeran Baragung yang masih bisa disaksikan keberadaannya, meski situsnya sudah hilang karena dipugar,” kata Ja’far.

Dugaan sementara, Keraton Baragung tidak jauh dari lokasi makam. “Asumsi itu didasarkan makam beliau masih di area Baragung. Seperti makam Raja Sumenep Kanduruhan yang konon dimakamkan di bekas keratonnya di Karang Sabu,” imbuh salah satu personel Komunitas Ngopi Sejarah (Ngoser) ini.

Pangeran Baragung dalam catatan silsilah berputra Endang Kilangen yang bersuamikan Bramakanda. Kilangen berputra Agung Rawit (dalam catatan lain bernama Wagung Rukyat). Agung Rawit adalah penguasa Sumenep setelah Pangeran Baragung.

Agung Rawit alias Secadiningrat I berputra Pottre Koneng, ibunda Jokotole, tokoh legendaris Keraton Sumenep. 

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 15 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Bahaya Garam Jika Dikonsumsi Berlebihan

Read Next

Pandemi Covid-19; Bandara Soetta Bagi Info Layanan Penumpang Hingga Tips Membeli Makanan di Area Bandara