KPU; Rp.1 Triliun Tambahan Anggaran Pilkada 2020 Juni-Juli

Konfirmasitimes.com-Jakarta (16/06/2020). Tambahan anggaran Pilkada 2020 tahap pertama berjumlah Rp1,024 triliun akan ditransfer pada Juni 2020.

KPU mendapatkan Rp1 triliun untuk memenuhi kebutuhan standar protokol kesehatan Covid-19, dalam pelaksanaan tahapan pilkada hingga Juli 2020.

Dalam keterangan tertulisnya Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman pada Selasa (16/06/2020) menyampaikan bahwa anggaran KPU tahap pertama cair sebesar Rp. 1 triliun untuk Juni hingga Juli.

“Anggaran KPU untuk tahap pertama disetujui untuk dicairkan kurang lebih Rp1 triliun. Untuk kebutuhan Juni-Juli itu cukup,” kata Arief .

Menurutnya, pembahasan realisasi tambahan anggaran Pilkada 2020 dilakukan Kementerian Keuangan dan sekretariat jenderal masing-masing penyelenggara pemilu yakni KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada Senin kemarin.

Berdasarkan informasi, disetujui tambahan anggaran ditransfer ke KPU kurang lebih Rp1 triliun, sisanya sekitar Rp24 miliar dibagi dan ditransfer ke Bawaslu maupun DKPP.

Arief menuturkan pelaksanaan tahapan pilkada sudah dimulai kembali pada Senin (15/06/2020) berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2020.

Menurut Arief, anggaran sebesar Rp1 triliun hanya cukup sampai pelaksanaan tahapan pilkada Juni-Juli yang membutuhkan protokol kesehatan seperti alat pelindung diri (APD) di 270 daerah. 

Sedangkan, tahapan berikutnya membutuhkan tambahan anggaran yang akan dipenuhi pada pencairan tahap kedua.

Arief menuturkan, selain pembahasan pencairan anggaran tahap pertama, realisasi tahap kedua juga dibahas kemarin. KPU mengajukan permohonan tambahan anggaran pilkada sejumlah Rp4,7 triliun yang dicairkan ke dalam tiga tahap.

KPU mengusulkan pencairan tahap kedua lebih dari Rp3,286 triliun pada Agustus. Menurut Arief, Selasa (16/06/2020) ini akan digelar sinkronisasi dengan data kesiapan dukungan penambahan anggaran dari daerah.

Ia menambahkan, sebagian besar daerah menyatakan siap memberikan kontribusi dalam penambahan anggaran itu. Akan tetapi, kata Arief, bukan dengan adanya tambahan anggaran baru, melainkan hasil efisiensi sejumlah kegiatan dari anggaran pilkada yang sudah ada di KPU sebelumnya.

“Dengan cara KPU melakukan efisiensi pada beberapa jenis kegiatan. Hasil efisiensi itulah yang digunakan untuk menambah kebutuhan anggaran ini,” kata Arief.

Kemudian, KPU mengusulkan realisasi tambahan anggaran tahap ketiga pada Oktober sebesar Rp457 miliar. Arief menyebutkan, pemerintah mempunyai komitmen untuk memenuhi semua kebutuhan pilkada sepanjang KPU bisa melengkapi secara detail terkait dokumen-dokumen yang memang menunjukkan kebutuhan anggaran itu riil.

“Ratusan dokumen kita lampirkan karena menyangkut 270 daerah. Kemudian masing-masing daerah itu menyangkut beberapa item. Jadi memang ratusan dokumen yang harus dilakukan pengecekan,” tambahnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

WNA Tersangka Pedofil Buronan FBI Diamankan Polda Metro Jaya

Read Next

Info Virus Corona DKI Jakarta 16 Juni Korban Meninggal 583 Orang