Rawan Aksi Pemulangan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Polri Dan TNI Jaga Rumah Sakit Di Jatim 24 Jam

Rawan Aksi Pemulangan Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Polri Dan TNI Jaga Rumah Sakit Di Jatim 24 Jam

Konfirmasitimes.com-Surabaya (13/06/2020). Guna mengantisipasi aksi pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit, terlebih di masa transisi New Normal, pihak Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya telah menempatkan sejumlah personel di semua rumah sakit di Jatim yang menangani pasien Covid-19.

Personel Polda  Jatim dan Kodam V Brawijaya akan melakukan penjagaan selama 24 jam di rumah sakit.

Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran mengatakan penempatan personel tersebut sebagai antisipasi agar peristiwa pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Paru Surabaya dimana aksi tersebut terekam video dan menjadi viral di Media sosial tak terulang lagi,

“Kita sudah menempatkan anggota kita TNI POLRI dirumah sakit, saya dan Pangdam sudah menyampaikan.” ucapnya di Surabaya, Sabtu (13/06/2020).

Diungkapkan pria kelahiran Makassar mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kodam V Brawijaya untuk penempatan personel tersebut.

”Pangdam sudah oke untuk berkoordinasi dalam penempatan personel di rumah sakit,” tandasnya

Seperti diberitakan sebelumnya gara-gara menjemput paksa jenazah Pasien Covid-19, empat warga di Surabaya ditetapkan tersangka oleh penyidik Polda Jatim. Empat orang tersebut antara lain M-I (28), M-A (25), M-K (23) dan M-B pamungkas (22). Semua tersangka warga Jalan Wonokusumo 118 , Pegirian, kecamatan Semampir Kota Surabaya.Keempat tersangka adalah anak dari jenazah Covid-19 tersebut.

Meski dilakukan penahanan terhadap keempat tersangka, namun, karena penyidikan khusus ke empatnya dilakukan secara persuasive dan unsur kemanusiaan, ke empatnya dilakukan pembantaran dalam penahanannya.

Para tersangka tersebut,oleh penyidik dilakukan Isolasi di Rumah Sakit karantina. Mereka diduga kuat menjadi kategori ODR (Orang Dalam Resiko) dimana terjadi kontak fisik dengan jenazah Covid19 yang mereka ambil paksa di Rumah Sakit Paru Jalan Karang Tembok Surabaya.  Pembantaran dilakukan karena  penyidik mengambil kesimpulan demi memberikan perlindungan kesehatannya maupun bagi keluarga lainnya serta masyarakat lain lebih luas lagi.

Para tersangka sendiri nantinya akan dijerat dengan Undang Undang wabah penyakit, Undang – Undang Karantina dan KUHP pasal 214 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Untuk Pasal 214 KUHP disebutkan Tidak Menuruti Perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU, dapat dipidana penjara paling lama 4 bulan 2 minggu.

Sedangkan UU Wabah Penyakit  yaitu UU 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular mendefiniskan bahwa wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitanya meningkat secara nyata melebihi dari pada keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka.

Sekedar diketahui, warga Surabaya beberapa waktu lalu dihebohkan sebuah video viral dimana di dalam video tersebut terekam puluhan orang sedang mendorong tempat tidur rumah sakit (bed) yang diatasnya ada jenazah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Paru Surabaya, Kamis (04/05/2020).

Puluhan warga tersebut mengambil paksa jenazah, karena pihak rumah sakit ingin menguburkan jenazah dengan protokol Covid-19.

Saat akan diambil paksa tersebut, petugas media dari Rumah sakit Paru Surabaya tersebut sudah berusaha melarangnya. Karena jumlah warga lebih banyak maka petugas medis tak berdaya untuk melarangnya.

Bahkan, pihak petugas keamanan rumah sakit tak sanggup melarang warga yang membawa keluar tempat tidur rumah sakit ke area parkir kendaraan rumah sakit.

Mendengar ada jenazah pasien Covid-19, Direktur Rumah Sakit Paru Surabaya mengirimkan tenaga medis untuk membantu pihak keluarga melakukan pemulasaran jenazah, ditolak oleh pihak keluarga. Tenaga medis yang datang bersama dua mobil ambulance tidak mendapat respon dari pihak keluarga.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Gubernur DKI Tinjau Persiapan Protokol Kesehatan di Ancol

Read Next

Akibat Layang-layang Sebanyak 49 Jaringan Listrik di Jatim Padam