Pesona Pantai Srau Pacitan dengan Keunikan Karangnya

Keunikan batu karangnya

Keunikan batu karang Pantai Srau Pacitan

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/06/2020). Tidak hanya terkenal dengan wisata alam berupa goa, Pacitan yang merupakan daerah pesisir juga banyak sekali wisata alam berupa pantai dengan hamparan pasir putih dan deburan ombak yang besar. Hal ini membuat banyak destinasi wisata pantai yang indah dan memikat hati sehingga menarik untuk dikunjungi. Salah satunya yakni Pantai Srau.

Pantai Srau Pacitan
Pantai Srau Pacitan

Terletak di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Pantai Srau menawarkan keunikannya tersendiri yang tersembunyi. Berjarak kurang lebih sekitar 25 km ke arah barat Pacitan dan membutuhkan waktu sekitar 45 menit hingga satu jam perjalanan. 

Karena letaknya yang tersembunyi, dibutuhkan effort untuk menuju ke sana. Namun, teman traveler tidak perlu khawatir karena sudah pasti sebanding dengan effort yang kita keluarkan ketika sampai di pantai ini. Rasa lelah terbayar sudah menjadi bahagia tak terkira.

Pantai Srau dikenal dengan tebing-tebing yang menjulang tinggi dan bentuknya yang unik. Tebing-tebing tersebut mengelilingi pantai dan semakin menambah keindahan panorama pantai. Hamparan pasir putih yang halus lengkap dengan deburan ombak besar yang menggulung indah.

Meski para pengunjungi dilarang berenang karena membahayakan, ombak yang besar ini cocok bagi teman traveler yang menyukai olahraga selancar. Pantai Srau ini recommended untuk dikunjungi.

Pantai yang asri dan unik

Pantai Srau memang tidak seramai pantai di Pacitan lainnya sehingga lokasinya terbilang masih sepi dari pengunjung. Meskipun begitu, keasrian dan kebersihan pantai masih tetap terjaga dengan baik dan membuat pengunjung betah di sini.

Saat air sedang surut, keindahan Pantai Srau akan semakin terlihat. Misalnya ada batu karang yang indah dan bisa kamu manfaatkan untuk mengabadikan momen di pantai ini.  Jika ingin lebih puas berada di pantai ini, kamu bisa menginap di sekitar rumah warga yang ada di daerah pantai karena belum ada penginapan yang disediakan.

Dengan menginap di rumah warga, kamu bisa menikmati matahari tenggelam di pantai ini. Sungguh pengalaman liburan yang indah dan membuat betah.

Terdapat Tiga lokasi

Pantai Srau memang di kenal memiliki tiga lokasi yang bisa kamu nikmati saat berkunjung ke sini. Tiga lokasi tersebut berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri. Lokasi yang pertama adalah lokasi penjagaan, lokasi utama yang kamu lihat saat tiba di pantai. Lokasi ini tidak terpaut jauh dari pintu masuk. Lokasi ini juga menyuguhkan berbagai batu karang yang membentuk bukit-bukit dan ada yang menyerupai terowongan atau lubang dengan ombak besar yang menerpa. Hal ini menimbulkan keunikan tersendiri seperti sedang berada di pantai yang ada di Bali.

Lokasi kedua yakni berupa tempat duduk santai yang dibuat dari beton. Ini merupakan spot favorit pengunjung karena di sini bisa langsung melihat dan merasakan keindahan Pantai Srau dengan deburan ombak menggulung yang kemudian pecah menuju pinggir pantai. Lokasi kedua ini juga menjadi favorit para peselancar untuk siap beratraksi bersama ombak.

Lokasi ketiga terdapat sebuah anjungan kecil yang sengaja disediakan untuk spot menikmati sunset di Pantai Srau. Dari lokasi ketiga ini pengunjung bisa melihat batu karang yang berbentuk seperti sirip ikan hiu.

Adanya tiga lokasi yang berbeda di pantai ini, tentu membuat kamu sebagai pengunjung bisa memilih lokasi favorit yang ingin kamu nikmati lebih lama di Pantai Srau.

Fasilitas di Pantai Srau

Fasilitas di pantai ini terbilang lengkap seperti pada umumnya di objek wisata pantai. Ada toilet serta penjual makanan dan minuman yang berjajar di area pantai. Selain itu ada juga tempat berteduh yang cozy dan halaman parkir yang luas. Sedangkan untuk tiket masuk ke Pantai Srau dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 saja untuk satu orang. Sangat terjangkau, bukan?

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Warga Riau Wajib Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Read Next

Perlu Program Khusus bagi Lansia, di Tengah Pandemi