Khofifah: Masyarakat Dipaksa Masuk Industri 4.0 Karena Pandemi Covid-19

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/06/2020). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menilai bahwa salah satu hikmah dibalik musibah pandemik Covid-19 adalah masyarakat secara tidak langsung dipaksa masuk era industri 4.0.

Dalam keterangannya Khofifah saat memberikan sambutan pada acara Halal Bihalal Virtual Muslimat NU Se-Dunia, di Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/06/2020) menyampaikan bahwa Covid-19 memaksa memasuki industri 4.0 mengingat banyak aktifitas dilakukan secara virtual.

“Saya merasa bahwa sebetulnya kita ini dipaksa oleh Covid-19 masuk pada industri 4.0. Banyak kegiatan yang kita lakukan secara virtual,” kata Khofifah.

Dikatakannya, seluruh kegiatan Muslimat NU di berbagai daerah terpaksa juga menggunakan virtual untuk menyesuaikan keadaan akibat pandemik Covid-19.

Selama bulan Ramadan, kegiatan Muslimat NU memaksimal berbagi konten kegiatan virtual seperti halnya tadarus online yang juga disertai pembetulan cara baca sehingga bisa belajar bersama.

“Barangkali kalau kita hadir secara Face to Face tidak mudah, kita bisa melakukan tadarus online tiap pagi dan kemudian tidak ada yang sungkan untuk mengingatkan kalau tajwidnya belum tepat tidak ada yang sungkan untuk mengingatkan kalau makhorijul huruf yang tidak tepat,“ katanya.

Tidak hanya itu, Muslimat NU dalam masa pandemik Covid-19 juga turut membantu kesulitan masyarakat dengan membagikan 8.000 paket sembako.

Dengan pembagian tersebut diharapkan mampu membangun suasana saling menghormati, saling menyayangi, saling memberi dan semua dalam posisi akan membangun harmonisasi partnership.

Halal Bihalal Virtual Muslimat NU Se-Dunia ini menghadirkan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nazaruddin Umar, Ketua Umum PBNU Prof Dr Said Aqil Siradj, Hj Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid dan wartawan senior Andy F Noya.

Prof Dr Nazarudin Umar dalam hikmah Halal Bihalal menyampaikan tentang ajaran Al Quran yang memuliakan seorang perempuan. Bahwa Allah sengaja menghadirkan Hawa istri Nabi Adam sehingga menyebabkan manusia mengalami proses pembumian.

“Seandainya tidak turun dari surga maka muslimat tidak ada, manusia pun juga seperti kita di sini karena di surga orang tidak bisa beranak-pinak Kita semua harus berterima kasih dengan turunnya Adam dan Hawa ke bumi kita bisa lahir seperti sekarang ini,” ujarnya.

Menurutnya, dalam Al Quran juga menyebutkan salah satu simbol perempuan ada pada sosok Maryam yang tertuang dalam surah Maryam, dan juga masih banyak surah-surah yang menceritakan betapa hebatnya sebuah negeri yang dipimpin oleh perempuan, seperti halnya kisah Ratu Balqis.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah dan pengurus Muslimat NU seluruh Indonesia dan beberapa di berbagai negara secara online saling bermaafan dan mendoakan agar segala ibadah selama bulan Ramadan diterima Allah.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Hati-hati Pengguna Jalan Tol Jagorawi, Sedang Ada Perbaikan Jalan

Read Next

Meninggal Dunia, Inilah Kesan Sosok Pramono Edhie Wibowo Bagi Kader Demokrat Di Jatim