Ojol Sambut Gembira PSBB Berakhir, Inilah Isi Perwali Surabaya Transisi New Normal

Ojol Sambut Gembira PSBB Berakhir, Inilah Isi Perwali Surabaya Transisi New Normal

Konfirmasitimes.com-Surabaya (13/06/2020): Sejumlah pengemudi Ojol (Ojek Online) yang beroperasi di Surabaya menyambut gembira berakhirnya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Surabaya Raya.

Pasalnya, selama PSBB berlaku, ojol dilarang untuk membawa penumpang. Mereka hanya boleh melayani non penumpang atau transaksi lainnya.

“Kami senang sekali karena sudah bisa mengonceng penumpang. Terus terang kalau melayani transaksi pembelian makanan dan lainnya selain penumpang pendapatannya sedikit,” ungkap Mohammad Widiantoro, salah satu pengemudi Ojol di Surabaya, saat ditemui di sebuah warung kopi di Surabaya, Jumat (12/06/2020).

Pria asal Sidoarjo ini mengatakan  tak masalah jika dalam pengoperasian Ojol nantinya harus menerapkan protokol Covid-19.

”Bagi kami demi Kesehatan kami setuju  untuk penerapan protokol Covid-19. Toh, semua ini demi Kesehatan semua. Baik bagi pengemudi ojol sendiri maupun penumpang,” jelasnya.

Pria yang sebelumnya bekerja sebagai buruh pabrik ini berharap dalam penerapan transisi New Normal di Surabaya Raya tak memberatkan para pengemudi Ojol.

“Kami mencari makan buat keluarga. Kami mohon pemerintah membuat kebijakan yang tak berat,” jelasnya.

Sebelumnya, usai penerapan PSBB di Surabaya, Masa transisi menuju tatanan normal baru (new normal) resmi mulai diberlakukan di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik pada hari Selasa (09/06/2020) hingga 14 hari ke depan.

Untuk menunjang pelaksanaan masa transisi telah ditetapkan Perwali Surabaya No. 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 Kota Surabaya, Perbup Sidoarjo No. 44 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pola Hidup Masyarakat pada Masa Transisi Menuju Masyarakat yang Sehat, Disiplin, dan Produktif di Tengah Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, serta Perbup Gresik No. 22 Tahun 2020 tentang Pedoman Masa Transisi Menuju Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Gresik.

Selanjutnya perbup dan perwali tersebut diperkuat dengan komitmen bersama pencegahan dan penanggulangan covid-19 di Surabaya Raya pada saat masa transisi menuju tatanan normal baru.

Di Surabaya Raya sendiri, dalam Perwali tersebut mengatur dimana setiap pengemudi Ojol wajib menggunakan masker, driver Ojol juga harus melengkapo pelindung pencegah droplet yang dipasang antara driver dan penumpang.

Tak hanya itu, untuk unit kendaraan yang dipakai ojol nantinya harus sudah disemprot dengan disinfektan. Rencananya, Pemkot Surabaya atau pihak terkait akan disiapkan semacam station chek point sebagai sarana untuk menyemprotkan cairan disifektan ke body kendaraan ojol. Dengan ada penyemprotan terhadap body kendaraan diharapkan penumpang merasa aman saat mengendarai kendaraan Ojol.

Sekedar diketahui, dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 Kota Surabaya  disebutkan  bahwa calon penumpang juga diminta untuk membawa helm sendiri, menggunakan masker,dan bahkan menggunakan face shield serta sarung tangan sendiri.

Dalam Perwali tersebut juga disebutkan bahwa untuk pembayaran Ojol diupayakan seoptimal mungkin menggunakan non tunai. Pengemudi juga menerapkan jaga jarak saat menunggu penumpang di pinggir jalan sedikitnya 1 meter dan paling banyak 3 orang sedang berada dititik lokasi yang sama.

Sedangkan untuk pengemudi daring roda empat, aturan tetap sama dan ada pembatasan kapasitas penumpang   untuk kendaraan daring roda empat, pengemudi juga diwajibkan menyediakan hand sanitizer yang bisa dijangkau.

Selain itu, juga, dalam perwali tersebut untuk pengemudi daring roda empat, juga diwajibkan membuat penyekat antara pengemudi dan penumpang  dan mengupayakan agar mengurangi seminimalisir mungkin kontak langsung antara penumpang dan pengemudi.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 12 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

New Normal, Karantina Pertanian Merauke dengan Memeriksa dan Mengawasi Ekspor CPO

Read Next

Di Blora Tingkat Kesadaran Memakai Masker Masih Rendah