ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian
18 January 2021
ArabicChinese (Simplified)EnglishIndonesianRussian

Malaysia Batalkan Haji 2020 Karena Pandemi Covid-19

haji 2020

ArabNews melaporkan Malaysia tidak memperkenankan jemaah haji ke Mekah tahun ini mengingat pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung.

Sebagai informasi, Haji tahun ini dimulai sekitar 28 Juli dan diperkirakan Malaysia awalnya akan mengirim sekitar 31.600 jemaah.

Keputusan untuk membatalkan ibadah haji ini didasarkan pada konsultasi dengan Kementerian Kesehatan Malaysia dan Dewan Dana Haji Malaysia (Tabung Haji), serta dengan anggota pertemuan khusus Komite Dewan Nasional untuk Urusan Agama Islam Malaysia yang mengambil tempat pada 9 Juni.

“Ziarah untuk semua orang Malaysia untuk musim haji Hijrah 1441 ditunda untuk tahun depan,” kata Dr. Zulkifli Mohamad Al-Bakri, seorang menteri di kantor perdana menteri, Kamis (11/06/2020).

Al-Bakri mengatakan bahwa penangguhan haji ke 2021 dilakukan setelah mempertimbangkan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat Malaysia. Mereka yang memiliki visa furada – visa haji yang diperoleh langsung dari kedutaan Arab Saudi – juga tidak diizinkan pergi haji tahun ini.

“Kemarin saya mengundang dan bertemu dengan Duta Besar Saudi untuk Malaysia dan menyerahkan surat resmi penundaan Haji untuk Malaysia untuk disampaikan kepada Dr. Mohammed Saleh bin Taher Benten, menteri Haji dan Umrah untuk Kerajaan Arab Saudi,” katanya.

Malaysia telah mengikuti negara disekitarnya di Asia Tenggara seperti Indonesia, Singapura, Kamboja, Thailand, dan Brunei dalam membatalkan ibadah haji tahun ini.

Malaysia telah mengambil langkah-langkah tegas dalam menghentikan penyebaran virus corona, termasuk memberlakukan Perintah Pengendalian Gerakan sejak 16 Maret dan melakukan pengujian massal untuk COVID-19 di kalangan pekerja migran dan pengungsi.

Akibatnya, Malaysia berhasil mengurangi kasus baru. 

Malaysia secara bertahap mengizinkan sebagian besar bisnis dan tempat ibadah, termasuk masjid, dibuka dengan pengamatan ketat terhadap langkah dan pedoman jarak sosial.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mulai 15 Juni Kemendikbud Buka Kesempatan Fasilitator dan Pendamping Guru Penggerak

Read Next

AS Agar Terus Mengurangi Pasukan di Irak