Di Blora Tingkat Kesadaran Memakai Masker Masih Rendah

Konfirmasitimes.com-Jakarta (13/06/2020). Selama satu minggu ini Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah melakukan survei dan pemantauan beberapa titik di kota Blora.

Dari hasil evaluasi, diharapkan dan diimbau warga Kabupaten Blora yang beraktivitas di jalan raya, khususnya di dalam kota, agar tidak melanggar aturan lalu lintas. Kemanapun beraktivitas tetap menggunakan helm dan atribut lainnya.

Dalam keterangannya, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Bambang Soegiyatno mewakili Kepala Dinrumkimhub Blora Pratikto Nurgoho, Jumat (12/06/2020) menyampaikan bahwa protokol Covid-19 perlu di terapkan seperti kemanapun harus menggunakan masker.

“Kemudian tetap mematuhi protokol penanganan Covid-19, yaitu tetap memakai masker. Jadi kemana pun tetap patuhi aturan lalu lintas dan pakai masker,” kata Bambang.

Dari hasil survei dan pemantauan di sejumlah titik, menurut Bambang, dan dari perhitungan dan kalkulasi, warga yang tidak pakai masker masih cukup tinggi, sehingga untuk satu titik, 50 masker habis tidak sampai setengah jam dengan arus lalu lintas tingkatan sedang, dan tidak terlalu ramai.

Hal ini, kata dia, kalau dikalkulasikan dengan statistik, angkanya masih cukup tinggi, sehingga diharapkan patuh aturan lalu lintas dan memakai masker dalam beraktivitas di luar rumah.

“Kami sampaikan terima kasih kepada donatur yang telah membantu dan menyerahkan bantuan masker, yang kami bagikan dalam kegiatan survei,” ucap dia.

Sementara itu, terkait dengan pelayanan uji kendaraan bermotor yang sudah berjalan mulai Senin (08/06/2020) juga masih terjadi beberapa pelanggaran, padahal sudah ditetapkan bahwa kawasan uji kendaraan bermotor adalah kawasan wajib pakai masker. “Akan tetapi kemarin masih ada awak angkutan yang akan uji kendaraan bermotor tidak pakai masker,” ujar dia.

Untuk tahapan awal, menurut Bambang, dibuat evaluasi tidak membawa masker dengan alasan lupa dan lain seagainya, maka diberikan masker. “Untuk minggu depan dan selanjutnya, apabila tidak memakai masker akan kami suruh pulang,” tandas dia.

Selanjutnya, dilarang membawa keluarga saat melakukan uji kendaraan bermotor seperti membawa anak atau istri.

“Yang wajib hadir di ruang uji kendaraan adalah sopir, maksimal ditambah satu orang awak kru, sehingga kami tidak kesulitan untuk membatasi dalam hal pelayanan uji kendaraan,” jelas dia.

Pada saat uji kendaraan bermotor melebihi kapasitas yang telah ditentukan setiap hari 50 kendaraan, maka akan dicatat dan langsung diberikan pelayanan di hari berikutnya.

“Jadi pengusaha angkutan tidak perlu berdesakan dan saling berebutan seperti yang terjadi saat ini,” tutup dia.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 12 Juni 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ojol Sambut Gembira PSBB Berakhir, Inilah Isi Perwali Surabaya Transisi New Normal

Read Next

Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Polda Jatim Tetapkan 4 Tersangka