Setelah Gagal Dua Kali, Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Setelah Gagal Dua Kali, Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/05/2020). Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut R Sabrina memimpin Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution lt 8, Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu (27/05/2020). Turut hadir Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali, Sejarawan USU Suprayitno, Sejarawan Unimed Ichwan Azhari, perwakilan dari Dewan Harian Daerah (DHD) 45, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Polda, Kodam 1/BB dan tim pengusul dari FIB USU Medan.

Raja ke-14 dari Kerajaan Raya (Simalungun) Tuan Rondahaim Saragih diusulkan kembali jadi Pahlawan Nasional karena dinilai telah berperan dalam memimpin perjuangan mempertahankan wilayah Indonesia khususnya wilayah Simalungun dari penjajahan Belanda.

“Tentu kita semua setuju Tuan Rondahaim Saragih diusulkan menjadi salah satu pahlawan nasional dari Sumut. Bahkan bila perlu lebih banyak lagi tokoh yang kita usulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, karena hal ini akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” kata Sabrina yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara.

Setelah Gagal Dua Kali, Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Masih menurut Sabrina, usulan yang ketiga ini merupakan kesempatan terakhir. Sehingga persiapan harus dibuat dengan sebaik mungkin dan dipersiapkan secara matang, sehingga benar-benar dapat memenuhi kriteria dan syarat yang telah ditetapkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

“Ini merupakan kesempatan terakhir, karena itu saya minta tim pengusul untuk menyempurnakan lagi usulan ini. Berbagai saran dan masukan dalam rapat ini harus diakomodir dalam usulan nantinya, terutama tentang syarat dan kriteria, harus dipastikan sudah sesuai dengan yang sudah ditetapkan,” tambah Sabrina.

Setelah Gagal Dua Kali, Tuan Rondahaim Saragih Kembali Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Hal yang sama juga disampaikan Sejarawan USU Suprayitno. Menurut Suprayitno bukti-bukti sejarah berupa arsip-arsip yang mendukung masih harus disempurnakan dalam usulan yang akan disampaikan ke Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).

“Tim pengusul harus bekerja lebih ekstra lagi untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan arsip yang mendukung, agar usulan kali ini dapat disetujui oleh TP2GP dan Tuan Rondahaim Saragih dapat ditetapkan menjadi salah satu Pahlawan Nasional asal Sumut,” terang Suprayitno.

Senada dengan itu, Ichwan Azhari, Sejarawan Unimed, berharap tim pengusul mempersiapkan diri menerima kedatangan TP2GP ke Sumut.

“Tim harus dapat menjelaskan dan menjawab berbagai hal yang menjadi pertanyaan tim dari Jakarta serta menyiapkan berbagai bukti pendukung, sehingga mereka yakin dan Tuan Rondahaim Saragih dapat segera ditetapkan menjadi pahlawan nasional,” ujar Ichwan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan konfirmasitimes.com, Tuan Rondahaim Saragih telah memimpin perjuangan dalam mempertahankan negara Indonesia, bukan hanya mempertahankan Simalungun tetapi sampai ke Indonesia Timur (Aceh). Masa perjuangannya berawal dari tahun 1880 hingga tahun 1891. Awal keterlibatannya dalam perang melawan kolonialisme Belanda, adalah ketika mengetahui pemerintah Belanda membuka perkebunan secara sepihak di wilayah yang dihuni orang Simalungun.

Mendengar bahwa pasukan Belanda terdiri dari pasukan yang kuat dengan dukungan persenjataan modern, Tuan Rondahaim Saragih mendatangkan guru-guru perang dari Tanah Gayo, Alasa dan Aceh ke Raya untuk mendidik pasukannya. Beberapa tokoh pejuang rakyat lain, seperti Raja Si Singamangaraja ke-XII dari Bakkara dan Tengku Muhammad dari Aceh didatangkan ke Dalig Raya untuk membahas strategi perang semesta menghadapi Belanda. Ia juga membangun komunikasi dengan Kesultanan Lima Laras (Batubara) untuk meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Sehingga Tuan Rondahaim Saragih pun berhasil mengamankan wilayahnya sampai dengan akhir hayatnya.

Salah satu warga Simalungun, Anwar Sofian Silalahi yang bertempat tinggal di Desa Bunga Sampang, Kecamatan Purba mengaku senang dengan pengusulan ini.

“Saya senang dengan pengusulan ini. Karena Tuan Rondahaim Saragih sangat banyak berjasa di masa penjajahan Belanda khususnya di Simalungun. Kisah kepahlawanan Tuan Rondahaim sudah kami pelajari sejak SD dan ada biodatanya di buku pelajaran kami,” terang Anwar.

“Saya berharap usulan ini disetujui tim TP2GP untuk menghargai jasa-jasa Tuan Rondahaim Saragih Raja ke-14 dari Kerajaan Raya (Simalungun),” lanjutnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tambah 5 Positif Covid-19 di Gorontalo

Read Next

Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 13 Juli 2020 di Batam