Meski Harus Sholat Ied Dirumah, WNI di Arab Saudi Disemangati Suara Takbiran di Malam Idul Fitri 2020

Pemandangan masjid dari udara pada hari Minggu

Pemandangan masjid dari udara pada hari Minggu 24 Mei 2020

Konfirmasitimes.com-Jakarta (29/05/2020). Pemerintah Saudi pada hari Jumat (22/05/2020) mengatakan masjid akan tetap ditutup untuk perayaan hari raya Idul Fitri dan mendesak umat Islam untuk melaksanakan sholat Ied di rumah.

Sebagai contoh, Masjidil Haram selama sholat Idul Fitri tahun ini tidak ramai seperti tahun-tahun sebelumnya karena pembatasan yang diberlakukan untuk mencegah pertemuan publik sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Para penjaga dan pejabat Masjid al-Haram berkumpul di depan Ka'bah di Masjid al-Haram di kota suci Arab Saudi untuk menghadiri sholat Idul Fitri
Para penjaga dan pejabat Masjid al-Haram berkumpul di depan Ka’bah di Masjid al-Haram di kota suci Arab Saudi untuk menghadiri sholat Idul Fitri

Salah satu warga Indonesia yang tinggal di negara Arab Saudi, seorang Associate Professor di King Abdulaziz University, Arif Bramantoro, PhD membenarkan hal tersebut.

“Idul Fitri dilaksanakan di rumah masing-masing dan didukung oleh fatwa ulama setempat.”, kata Arif Bramantoro, Kamis (28/05/2020).

Arif mengatakan sholat Ied berjamaah di Arab Saudi hanya bertempat di dua masjid yakni Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Sholat Ied berjamaah hanya ada di masjidil haram dan masjid nabawi, itupun dilaksanakan oleh imam dan pegawainya saja.”, ujar Arif Bramantoro.

Para penjaga dan pejabat masjid berkumpul di barisan di depan Ka'bah di Masjidil Haram di kota suci Arab Saudi Mekah untuk menghadiri sholat Idul Fitri.
Para penjaga dan pejabat masjid berkumpul di barisan di depan Ka’bah di Masjidil Haram di kota suci Arab Saudi Mekah untuk menghadiri sholat Idul Fitri.

Arif juga menambahkan meskipun aturan sholat berjamaah sudah ditentukan, suara takbiran masih terdengar di malam Idul Fitri.

“Yang menarik, tahun ini pemerintah membolehkan takbiran lewat pengeras suara di masjid-masjid di malam takbiran Idul Fitri, padahal tahun-tahun sebelumnya tidak ada sesuai dengan madzab di sini. Sepertinya ini ditujukan untuk menyemangati masyarakatnya agar sholat Ied di rumah masing-masing.”, kata Arif Bramantoro.

Saat ditanya bagaimana suasana lebaran di Arab Saudi, Arif mengatakan suasana ketika perayaan hari raya Idul Fitri di tempatnya di Rabigh, Arab Saudi tidak sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

“Di kota saya, Rabigh, dan juga kota-kota lainnya di Saudi Arabia, suasana Idul Fitri tidak semeriah suasana Idul Adha sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.”, kata Arif Bramantoro.

Menurutnya suasana lebaran tahun 2020 ini lebih sepi bahkan Arif Bramantoro menuturkan selama liburan Idul Fitri, Pemerintah Arab Saudi menerapkan lockdown selama satu hari semalam.

“Khusus tahun ini, suasananya lebih sepi lagi. Selama liburan 4 hari Idul Fitri, lockdown 24 jam diberlakukan oleh pemerintah Saudi.”, tutur Arif Bramantoro.

Arif juga menjelaskan setiap warga yang melanggar peraturan pembatasan yang diberlakukan Pemerintah Arab Saudi akan terkena denda senilai 10 ribu Saudi Riyal atau setara Rp. 39 juta.

“Jika melanggar bisa kena denda 10,000 SR dan progresif untuk pelanggaran berikutnya.”, jelas Arif Bramantoro.

Dalam menekan penyebaran Covid-19, Pemerintah Saudi juga memajibkan warganya yang berkeinginan atau memiliki kepentingan keluar rumah, terlebih dahulu harus mengajukan permohonan melalui aplikasi yang telah disediakan, apakah diperbolehkan keluar rumah atau tidak.

“Untuk bisa keluar rumah, harus request di aplikasi Tawakalna yang terintegrasi dengan KTP elektronik. Kalau dikabulkan, akan keluar barcode berwarna hijau di aplikasinya yang bisa digunakan maksimal 1 jam sehari.”, ujar Arif Bramantoro.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Polres Blora Minta Pemudik Jangan Dulu Pergi ke Jakarta

Read Next

Tiga Orang Reaktif Rapid Test di Pasar Bandarjo Semarang