Banyak Bermasalah, Dewan Jatim Sorot Dinas Pertanian Jatim Lemah Kelola Aset Miliknya

Amar Syaifudin

Amar Syaifudin

Konfirmasitimes.com-Surabaya (29/05/2020). Dinas Pertanian (Distan) Jatim menjadi sorotan DPRD Jatim. Pasalnya, Dinas tersebut lemah dalam melakukan inventarisasi aset yang dimilikinya yang tersebar di seluruh Jatim.

Bahkan, beberapa asset yang dimilikinya terancam berpindah tangan kepemilikan tanpa melalui proses yang benar dan rawan masuk ranah hukum.

Menurut wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Amar Syaifudin mengatakan disaat pandemic Covid-19 banyak kegiatan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemprov Jatim berkurang.

”Semua kan tidak ada kegiatan sehingga perlu dilakukan recofusing. Salah satu recofusing itu ya melakukan inventarisasi asset yang dimiliki masing-masing,” jelas politisi PAN ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (28/05/2020).

Mantan Wakil Bupati Lamongan ini mengatakan dalam recofusing terdampak covid-19 ini, pihaknya berharap birokrasi bisa fokus pada inventarisir dan penyelamatan serta sertifikasi aset.

Amar lalu mengambil contoh hasil kunjungan lokasi komisi B ke beberapa wilayah kantor UPT Dinas Pertanian.” Kami menemukan adanya sejumlah aset pemprov (Dinas  Pertanian yang diserobot oleh warga yang berada di beberapa kabupaten diantaranya,”jelasnya.

Lalu Amar membeberkan antara lain  Di Kabupaten Malang  (Kepanjen)seluas 14 Ha, Kabupaten  Pasuruan seluas 8 Ha, Kabupaten Banyuwangi seluas 1,6 Ha.

“Bahkan yang di Kepanjeng kabupaten Malang masuk ranah hukum karena ada sengketa dan proses BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Luasannya14 Ha. Total semua asetnya Dinas Pertanian Jatim  yang ada 300 Ha dan hampir sebagian belum di inventarisir,” jelasnya.

Amar juga sangsi dimungkinkan masih banyak lagi aset Pemrov Jatim yang dikelola Dinas Pertanian Jatim baik yang berupa tanah maupun bangunan  yang berada di wilayah kabupatenatau kota yang perlu didata ulang atau inventarisir sehingga tidak beralih kepemilikan ke fihak lain baik melaluhi proses tukar guling, diperjualbelikan maupun diserobot warga.

“Dari temuan kami di Dinas Pertanian ini,  kami mendesak kepada Pemprov untuk melakukan inventarisir aset baik yang berupa barang,bangunan dan tanah,” jelasnya.

Amar juga menyesalkan ketidak hadiran Kepala Dinas Pertanian Jatim Hadi Sulistyo atas undangan hearing Komisi B DPRD Jatim.

“Kami menggelar dengan hearing (dengar pendapat) dengan seluruh OPD Pemprov Jatim dengan mitra kami termasuk dinas pertanian Jatim. Namun, yang bersangkutan tak datang dan menyuruh stafnya saja yang datang,” jelasnya.

Padahal, kata Amar, pihaknya dalam hearing tersebut, akan mempertanyakan keberadaan asset milik Pemprov Jatim yang dikelola  Dinas Pertanian Jatim tersebut.

“Kami ingin mengetahui jawaban dari pihak dinas pertanian Jatim terkait temuan kami tersebut. Kami sangat menyayangkan ketidak hadiran dari Kepala Dinas,” jelasnya.

Amar menambahkan jika tak dilakukan gerak cepat dalam inventarisir asset dan dilakukan sertifikasi asetnya maka akan banyak asset milik Pemprov Jatim akan hilang dan dimiliki oleh pihak lain.

“Dari data kami yang paling banyak asetnya adalah Dinas Pertanian Jatim. Sehingga sangat disayangkan jika tak diurus dan dilakukan secepatnya sertifikasi akan beralih tangan kepemilikannya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Jatim Ir. Hadi Sulistyo membantah kalau asset yang dikelola oleh Dinas Pertanian Jatim tidak bersertifikat.

“Kami sudah melakukan inventarisir seluruh asset kami. Bahkan dengan berkoordinasi dengan pihak BPKAD (Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah) Jatim melakukan sertifikasi,”jelas mantan kepala Biro Administrasi Pembangunan (AP) Pemprov Jatim ini.

Hadi Sulistyo bahkan minta ditunjukkan bukti dari asset yang dikelola Dinas Pertanian Jatim yang belum memiliki sertifikasi dan bermasalah. “ Kalau ada yang belum ada sertifikasinya tolong tunjukkan dimana. Nanti saya akan melakukan pengecekan dan segera kami lalukan proses sertifikasi. Tapi saya pastikan asset Dinas Pertanian sudah sertifikasi,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Belajar di Rumah Diperpanjang Hingga 13 Juli 2020 di Batam

Read Next

Bukan Akibat Pasokan Terhambat, Kenaikan Harga Ayam Ulah Spekulan