Di Solo, Sepi Penumpang, Agen Travel Mengalami Penurunan Pendapatan

Terminal Tirtonadi

Terminal Tirtonadi Solo

Konfirmasitimes.com-Solo (23/05/2020). Sepinya penumpang pada agen travel antar kota di Pulau Jawa banyak membuat pengusaha travel mengalami penurunan pendapatan. Hal ini dapat dilihat saat media Konfirmasitimes.com mengunjungi terminal Tirtonadi di Kota Solo, khususnya pada kompleks travel yang berada di salah satu sudut terminal ini. Tampak sepi dan lengang suasana kompleks travel yang ada, jika pun ada aktivitas paling satu dua orang itupun terkait dengan pengiriman barang.

Suasana sepi di Komplek Travel Terminal Tirtonadi Solo
Suasana sepi di Komplek Travel Terminal Tirtonadi Solo

Sepinya penumpang membuat banyak agen travel saat pandemi Covid-19 ini menaikkan tarif harga kepada penumpang sebagai bentuk penyesuaian. Kenaikkan tarif jalan yang dikenakan, juga belum mampu menutup ongkos operasional. Hal ini disebabkan animo masyarakat untuk bepergian keluar kota / daerah relatif sangat rendah karena adanya PSBB di beberapa daerah.

“Untuk menutup biaya operasional mau tidak mau kita menaikkan tarif harga kepada penumpang, namun itu pun belum sanggup untuk menutup semuanya, karena memang jumlah penumpang yang ada relatif jauh turunnya” jelas Ahmad Reza, karyawan dari agen travel Tri Kusama yang melayani rute Solo-Purwokerto, Jum’at 22 Mei 2020 di Terminal Tirtonadi Solo.

Demi mensiasati penurunan omset, agen travel tersebut beserta lainnya menerima penitipan barang ke arah tujuan yang sama. Penitipan barang dilakukan untuk menambah pendapatan karena adanya pembatasan penumpang pada armada yang masih beroperasional seperti ketentuan yang berlaku. Dimana pada hari normal sebelum adanya covid-19, Agen Travel Tri Kusuma mampu mengangkut 8 s.d 9 penumpang satu armada sekali trip. Semenjak adanya Social Distancing, mobil Colt L 300 sebagai armada hanya mengangkut maksimal 5 penumpang saja.

Karyawan salah satu agen travel Tri Kusuma
Karyawan salah satu agen travel Tri Kusuma

“Adanya Social Distancing, armada kita sekarang membatasi hanya mengangkut maksimal 5 penumpang saja sesuai ketentuan, biasanya sebelum covid-19 melanda, satu mobil mampu mengangkut sampai 9 penumpang. Karena masih longgarnya ruang kendaraan, saat ini kita juga menerima penitipan barang yang akan di antar ke arah tujuan yang sama”, terangnya lebih lanjut.

Selain itu jumlah armada yang beroperasional juga mengalami penurunan yang sangat drastis akibat minimnya jumlah penumpang. Biasanya mereka mampu mengoperasionalkan sampai 6 armada per harinya. Namun sekarang dengan kondisi yang ada, Agen Travel Tri Kusuma sehari hanya satu armada yang jalan dari Solo tujuan Purwokerto.

“Untuk operasional armada, sehari pihak kita hanya mengoperasionalkan satu mobil saja karena sepinya penumpang, padahal sebelum kondisi seperti ini kita mampu menjalankan armada sampai 6 mobil, terutama pada hari kerja”, terang Reza panggilan sehari – harinya dengan nada sedikit mengeluh.

Terhadap keberadaan agen travel yang bisa menerima jasa penitipan barang, warga masyarakat yang ingin mengirim barang merasa senang dan sangat terbantu keberadaannya. Mereka menanggapi positif dengan cara yang dilakukan pihak agen travel tersebut, di satu sisi merasa memberi kemudahan dan di sisi lain setidaknya mampu berbagi dengan membantu menambah pendapatan mereka di tengah sepinya para penumpang.

“Saya sangat senang dan merasa terbantu dengan adanya agen travel yang mau menerima penitipan barang sampai tujuan, selain itu bisa membantu mereka dalam mencari nafkah, bayangkan jika satu mobil hanya di isi 2 s.d 3 penumpang saja kan sayang, maka nya kita mengirim barang melalui jasa mereka”, tutur Lia salah satu calon penumpang yang akan mengirimkan barang ke Purwokerto.

Berdampak pada Sopir

Kondisi seperti ini berimbas secara langsung terhadap pendapatan para sopir yang membawa armada. Banyak sopir berhenti kerja karena armada mereka juga mengalami penurunan operasional. Dalam menjalankan pekerjaannya sopir agen travel selalu berhati – hati, terutama saat melewati cek point antar daerah atau kabupaten karena adanya PSBB. Mereka diharuskan menerapkan protokol kesehatan sesuai yang ditentukan pemerintah bagi pelaku perjalanan antar daerah.

Salah seorang sopir armada Tri Kusuma menjelaskan bahwa mereka akan berhati – hati dan selalu mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan pihak berwenang. Hal ini tentunya demi kenyamanan, keamanan dan kesehatan bersama seluruh penumpang, yang menjadi tanggung jawabnya selama di perjalanan. Para driver juga merasa senang jika banyak warga yang menitipkan barang ke arah tujuan yang sama.

“Kita selalu mematuhi setiap anjuran dari pihak yang berwenang, seperti setiap penumpang di haruskan memakai masker, jumlah penumpang kita batasi dengan pengaturan kursi yang memiliki jarak antara satu dengan yang lain. Semua kita lakukan demi kenyamanan dan kesehatan bersama. Selain itu kita merasa sangat senang dan berterimakasih pada warga yang telah percaya menitipkan barang kearah tujuan yang sama, setidaknya mobil kita tidak kosong mlompong”, terang Kristanto salah satu sopir armada Tri Kusuma ketika ditemui.

“Saya berharap setiap penumpang juga peduli dan mematuhi ketentuan yang ada, baik jika ingin bepergian maupun menitipkan barang, dan semoga kondisinya cepat kembali normal sehingga semua berjalan seperti dahulu lagi”, tutupnya kemudian.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Tambah Dua Pasien Positif Covid-19 di Sumbar Menjadi 438 Orang

Read Next

Polres Bontang Akan Patroli Terkait Ditiadakannya Takbir Keliling