Video Jadi Viral, PKS Jatim Sayangkan Tindakan Kekerasan Terhadap Habib Umar

Irwan Setiawan

Konfirmasitimes.com-Surabaya (22/05/2020). Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Timur menyayangkan adanya sikap represif terhadap Habib Umar Assegaf oleh oknum petugas saat melakukan penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Kamis (21/05/2020) kemarin.

Menurut Ketua Umum DPW PKS Jatim Irwan Setiawan mengatakan penegakan aturan PSBB mesti dilakukan dengan persuasif.

“Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah, Polri, dan TNI, di Jawa Timur yang selama ini melakukan penegakan PSBB secara persuasif sehingga situasi kamtibmas selama ini kondusif selama wabah covid-19. Tindakan oknum petugas kemarin itu telah mencoreng institusi yang selama ini telah bersusah payah menjaga situasi kondusif ini,” ujar Irwan saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (22/05/2020).

Mantan anggota Komisi C DPRD Jatim ini  menyatakan sepakat dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim melalui Sekretaris Umum Ainul Yaqin bahwa mestinya petugas bisa bersikap lebih persuasif. Sebab, menurut Ainul Yaqin, Habib Umar merupakan tokoh masyarakat yang dihormati.

“Mestinya aparat di lapangan itu harus secara persuasif memberikan komunikasi dengan baik. Tapi dengan kejadian kemarin dengan Habib Umar sangat kami sayangkan. Apalagi Habib Umar ini tokoh yang dihormati, beliau punya muhibbin yang banyak,” kata Ainul Yaqin yang dikutip oleh Irwan Setiawan

Irwan meminta agar sebisa mungkin dihindari adanya kekerasan kepada warga dalam penegakan PSBB.

“Kita belum pernah dengar di Jatim ada kekerasan yang dilakukan petugas terhadap warga selama PSBB. Nah ini apalagi kepada orang tua dan tokoh yang dihormati. Tentu tidak elok,” ujar anggota DPRD Jatim dua periode ini.

Irwan menambahkan bahwa pihaknya mendukung adanya ketegasan dalam pemberlakuan PSBB tapi jangan sampai berakhir dengan kekerasan.

Menurut Irwan, petugas sebaiknya bisa memahami sosiokultural masyarakat Jawa Timur.

“Saya yakin petugas sudah memahami bahwa penegakan aturan, terutama di Jatim, mesti ada aspek sosiokultural. Karena itu yang kemarin itu kita sebut oknum. Tindakan oknum yang tidak mengerti seperti ini jangan sampai lagi terjadi,” tandasnya.

Di samping itu, Irwan menyesalkan peristiwa ini terjadi menjelang lebaran. “Mestinya kita sedang siapkan suasana yang khidmat. Namun terjadi kegaduhan seperti ini. Sebaiknya ini bisa segera diselesaikan karena kita masih banyak menghadapi persoalan di masa pandemi ini,” ujarnya berharap.

Irwan juga menyampaikan bahwa Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kabupaten Pasuruan bersama Anggota DPRD akan menjenguk Habib Umar di kediamannya.

“Untuk sowan, silaturrahim, dan menengok kondisi beliau,” pungkas pria yang akrab dipanggil Kang Irwan ini.

Sebelumnya, bereda sebuah video yang kemudian menjadi viral seorang habib yang belakangan diketahui bernama Habib Umar Assaegaf dari Bangil Pasuruan terlibat baku pukul dengan seorang satpol PP Pemkot Surabaya karena yang bersangkutan melakukan pelanggaran aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) .

Sang Habib diberhentikan oleh petugas di Check Point Exit Tol Satelit karena melanggar aturan PSBB yaitu mobil yang dikendarainya berisikan lima penumpang.

Mobil sedan yang ditumpangi oleh Habib Umar dianggap oleh petugas melanggar aturan PSBB. Idealnya dari jenis kendaraan yang ditumpangi hanya boleh berisi 50 persen dari kapasitas. Tak hanya itu, ketika dilakukan pengecekan oleh petugas, ada penumpangnya yang tak menggunakan masker.

Saat dihentikan dan diminta putar balik, di video tersebut, Habib Umar berteriak dan menolak arahan petugas tersebut. Habib Umar protes mengapa dirinya tak diperbolehkan masuk ke Surabaya.

Kemudian, di video tersebut juga tampak adanya saling dorong dan saling pukul antara habib Umar dengan salah satu petugas yang menggunakan seragam satpol PP kota Surabaya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 

Read Previous

Info Virus Corona DKI Jakarta 22 Mei Korban Meninggal 501 Orang

Read Next

Atasi Banjir, Perlu Perawatan Gambut