Pemeriksaan Metoda Eclia Sebagai Alternatif PCR Tes Virus Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (20/05/2020). Tim Gugus Tugas Kota Banjarmasin berencana memanfaatkan fasilitas penunjang yang dimiliki oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin, yaitu alat pemeriksaan sampel Covid-19 dengan metode Eclia.

“Alat ini mampu melakukan pemeriksaan sampel Covid-19 yang hampir mirip dengan metode PCR,” ungkap Ketua Unit Transfusi Darah PMI Kota Banjarmasin Aulia Ramadhan Supit usai kegiatan penyaluran bantuan sembako di kantor setempat, Banjarmasin, Selasa (19/05/2020).

Dalam keterangannya Aulia menjelaskan pemeriksaan menggunakan metode Eclia dinilai akurat dan mampu berproses dalam waktu singkat. Dalam tahapannya, 200 sampel dapat selesai hanya dalam waktu 1 hingga 2 jam saja.

“Jadi dalam satu kali running, mesin Eclia dapat menghasilkan 200 sampel. Kita punya dua, jadi mau ribuan juga bisa. Ini memang kita gunakan untuk pemeriksaan skrining HIV, dan Sifilis serta lainnya,” bebernya.

Inisiatif itu dia utarakan langsung kepada Walikota Banjarmasin. PMI juga sudah siap, apabila Pemko untuk menunjuk pihaknya sebagai unit pemeriksa sempel Covid-19 di Banjarmasin.

Namun, dia meminta agar diberikan tempat terpisah dari pemeriksaan dibagian umum pelayanan PMI Banjarmasin. “Nanti mungkin alat bisa kita pindahkan satu yang akan digunakan untuk melakukan pemeriksaan sampel Covid-19,” katanya.

Hal senanda juga di sampaikan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina yang mengatakan akan mencoba mengkomunikasikan dengan Dinkes Banjarmasin. Apalagi saat ini Banjarmasin masih mengantri dalam pemeriksaan secara Provinsi hingga menunggu 800 sampel lagi.

Kami dengan tim gugus tugas provinsi mencarikan salah satu alternatif untuk kota Banjarmasin, mau tidak mau harus punya tempat pemeriksaan sendiri. Karena melihat gejala semakin meningkat kasus positif Covid-19.

Sehingga dengan demikian, tidak lagi menunggu pemeriksaan sampel sampai berminggu-minggu untuk mengetahui hasil konfirmasi Covid-19. “Artinya kalau sudah siap tinggal regennya dan tenaganya, sudah bisa dilakukan pemeriksaan. Kenapa tidak dipercepat,” tuturnya.

Pada 31 Desember 2019, pihak berwenang Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di kota Wuhan di bagian tengah negara itu (Provinsi Hubei). Para ahli telah mengidentifikasi penyebab penyakit – ini adalah coronavirus baru. WHO menyatakan wabah itu sebagai keadaan darurat yang penting secara internasional dan memberikan nama resmi penyakit itu – COVID-19. Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi. Menurut data terbaru WHO, Lebih dari 4,7 juta sudah terinfeksi di dunia, dan lebih dari 316 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 19 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

PSBB DKI Jakarta Diperpanjang Sampai 4 Juni 2020

Read Next

PMKRI Pusat Menyiapkan Warung Makan Gratis bagi Mahasiswa Jabodetabek