PSBB Di Malang Raya Segera Diberlakukan, Inilah Kesiapannya

gub khofifah


Konfirmasitimes.com-Surabaya (15/05/2020)
. Setelah Menteri Kesehatan menyetujui diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya, Gubernur Jatim memutuskan PSBB di Malang Raya mulai berlaku Minggu 17 Mei hingga 30 Mei 2020.

Namun, keputusan Gubernur tersebut belum didukung adanya peraturan tiga kepala daerah di kabupaten Malang, kota Malang dan Batu. Padahal keberadaan peraturan daerah tersebut dijadikan landasan teknis dalam pemberlakuan PSBB.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan  sambil menunggu selesainya peraturan bupati (Perbup) dan peraturan wali kota (Perwali), Khofifah memastikan, hari ini, Kamis 14 Mei 2020, proses sosialisasi PSBB dimulai. Setelah itu, PSBB akan resmi diberlakukan.

“Hari ini sosialisasi terkait PSBB dan akan berjalan selama tiga hari. Di hari keempat tepatnya hari Minggu 17 Mei 2020, secara efektif PSBB akan mulai diberlakukan,” imbuh Khofifah, Kamis (14/05/2020).

Setelah tiga hari masa sosialisasi, maka PSBB akan resmi diberlakukan. PSBB akan diterapkan dengan tahapan imbauan dan teguran di tiga hari pertama, dan dilanjutkan di hari keempat hingga hari ke 14 dengan tahapan teguran dan penindakan.

Sistem ini adalah tahapan yang sama sebagaimana dilakukan dalam pelaksanaan PSBB di kawasan Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan juga di Kabupaten Gresik.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa skema pelaksanaan PSBB di Malang Raya sudah dipresentasikan pada Gubernur Khofifah dan jajaran Forkopimda. Menurutnya skema yang ada di Malang Raya ini sudah cukup baik dan bisa dijadikan role model.

“Seperti adanya Kampung Tangguh. Ini akan menjadi prototipe dan role model. Bahwa masyarakat hingga lini bawah turut berpartisipasi dalam menyukseskan pencegahan penyebaran covid-19 juga pasar ganjil genap ,” kata Gubernur Khofifah, mantan Mensos ini.

Tidak hanya itu, Gubernur Khofifah juga menegaskan, kesiapan layanan kuratif di Malang Raya dalam menyambut pelaksanaan PSBB Malang Raya juga dalam kondisi yang siap. Bukan hanya terkait kondisi bed layanan rumah sakit, melainkan juga kesiapan layanan laboratorium untuk tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Saat ini ada tiga laboratorium untuk tes PCR di Malang Raya. Yaitu di RS Saiful Anwar, RS Universitas Brawijaya Malang, dan juga RS Umum Lavalette Malang,” tegas Khofifah.

Menurut Khofifah saat ini optimasi layanan PCR tes di tiga laboratorium tersebut tengah dilakukan. Termasuk langkahnya adalah mendatangkan tambahan mesin PCR baru.

“Mesin PCR baru sudah disampaikan ke para pengelola lab yang kami kumpulkan beberapa hari yang lalu. Diharapkan ini akan menjadi langkah optimasi layanan tes covid-19 di kawasan Malang Raya,” kata Khofifah.

Percepatan tes, percepatan tracing dan juga percepatan isolasi dan treatment akan menjadikan para pasien dan juga masyarakat yang terinfeksi covid-19 bisa lebih cepat disembuhkan. Ia optimistis bahwa dengan kesiapan yang ada, pelaksanaan PSBB Malang Raya akan secara signifikan menekan penyebaran covid-19 di Malang Raya dan Jawa Timur.

Terpisah, anggota DPRD Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan saat turun di Malang seluruh kepala daerah di Malang Raya sudah menunjukkan kesiapannya dalam pemberlakuan PSBB di Malang Raya.

Hikmah Bafaqih
Hikmah Bafaqih

“Saya sudah cek di pak Walikota Malang dan Bu walikota Batu  kalau semua sudah siap sekali termasuk kesiapan anggaran untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Termasuk dalam memberikan bantuan terhadap mahasiswa perantauan di Malang,” jelas Hikmah Bafaqih, politisi PKB ini.

Sedangkan untuk kabupaten Malang, lanjut wanita yang juga mantan  Ketua PW Fatayat NU Jatim ini menambahkan ada sisi kelemahan terkait ketersediaan data yang dimiliki terhadap masyarakat yang berhak menerima bantuan.

“Kalau dari segi anggaran sudah cukup, namun karena luasnya wilayah, sehingga untuk pendataan warganya lemah. Oleh sebab itu, saya sudah mengusulkan ke bupati untuk menerbitkan perbup secara bergelombang agar tidak kewalahan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak,” tandas Hikmah Bafaqih. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mengharap Bansos yang Tak Kunjung Datang

Read Next

Jelang Lebaran; Pantau Ketat Keamanan Daging dan Telur di Pasaran