Menlu; 95 Ribu WNI dari Luar Negeri Telah Pulang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/05/2020). Dalam keterangan tertulisnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi pada Kamis (14/05/2020) menyampaikan 95.000 warga negara Indonesia  di luar negeri telah pulang.

“Total sejak kemarin lebih dari 95.000 warga negara Indonesia (WNI) atau tepatnya 95.102 telah kembali pulang. Mayoritas dari mereka adalah WNI dari Malaysia dan anak buah kapal (ABK) di kapal pesiar,” kata Menlu.

Menurut Menlu, sejumlah 74.817 WNI telah tiba di Tanah Air sejak 19 Maret hingga 13 Mei. Mereka, kata Retno, pulang ke Indonesia melalui jalur darat, laut, dan udara.

Sementara itu, jumlah ABK WNI yang kembali ke Indonesia telah mencapai 15.820 hingga saat ini melalui 3 titik. Mereka adalah ABK WNI yang berasal dari 21 negara.

“Dalam rentang waktu 19 Maret hingga 13 Mei 2020, 74.817 WNI telah kembali dari Malaysia.  21 persen kembali melalui transportasi darat, 64 persen melalui transportasi laut, dan 15 persen melalui transportasi udara,” ungkapnya.

“Sementara 15.820 ABK WNI yang kembali sejauh ini dari 21 negara. Mereka tiba di Indonesia melalui tiga titik kedatangan, yaitu lebih dari 41 persen melalui bandara Ngurah Rai, sekitar 44 persen melalui Bandara Soekarno-Hatta, dan kemudian sekitar 8 persen melalui Pelabuhan Tanjung Priok dan hampir 6 persen melalui Pelabuhan Benoa,” ujarnya.

“Satu hal yang saya ingin garis bawahi di sini, betapa wajibnya protokol diterapkan untuk semua yang pulang (ke Indonesia), sebagaimana diatur oleh Kementerian Kesehatan dan selanjutnya pemerintah juga akan menerbitkan atau menerbitkan buku protokol tentang karantina mandiri untuk WNI yang kembali dari luar negeri,” katanya.

Ia menegaskan tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam proses pemulangan para WNI tersebut. Dia pun mengatakan saat ini pemerintah sedang membuat buku panduan terkait repatriasi mandiri bagi para WNI dari luar negeri.

Sebelumnya, Kemlu menyatakan sejumlah 421 Warga Negara Indonesia (WNI) ilegal, yang ditangkap otoritas Malaysia akan dipulangkan ke Tanah Air. Para WNI tersebut dianggap melanggar aturan keimigrasian Malaysia, di antaranya tidak memiliki dokumen pengenal diri, tinggal atau menetap melebihi waktu, dan memiliki dokumen (pass/permit) palsu.

Menurut Pelaksana Tugas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, ratusan WNI yang kini berada di penahanan imigrasi Malaysia itu telah diberi fasilitas kekonsuleran oleh KBRI Kuala Lumpur.

“Berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya, mereka yang tertangkap oleh proses imigrasi, biasanya setelah dibawa ke detensi akan dipulangkan ke Indonesia,” kata Faizasyah.

Menurut Faizasyah, pemulangan para WNI ke Indonesia akan dilakukan jika mereka telah menyelesaikan proses hukum di Malaysia terkait pelanggaran keimigrasian. Ratusan WNI tersebut tertangkap dalam operasi di Pasar Borong Selayang, Kuala Lumpur, pada 11 Mei lalu. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Australia Mendesak untuk Diselidiki Asal-usul Virus Corona

Read Next

Mengharap Bansos yang Tak Kunjung Datang