Fatwa MUI, Panduan Pelaksanaan Ibadah Shalat Id di Masa Pandemi

Fatwa MUI, Panduan Pelaksanaan Ibadah Shalat Id di Masa Pandemi

Konfirmasitimes.com-Jakarta (15/05/2020). Pada 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan ini banyak orang semakin berlomba-lomba untuk meningkatkan amal dan ibadah, karena pada hari-hari inilah salah satu hal penting dalam agama Islam terjadi, yaitu malam Lailatul Qadar. Selain itu di hari terakhir Ramdhan juga, para umat muslim akan menjalankan ibadah shalat Id untuk merayakan hari pertama Idul Fitri setelah satu bulan berpuasa. Akan tetapi ibadah-ibadah islami tersebut terhalang oleh wabah COVID-19. Sudah lebih dari dua bulan wabah pandemi ini menyerang Indonesia, dan belum ada tanda-tanda penuruanan penyebarannya, pemerintah pun telah mengeluarkan peraturan Work from Home untuk semua orang agar memutus rantai wabah ini. Oleh karena itulah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung gerakan pemerintah ini dengan membuat fatwa tentang ibadah muslim ketika bulan puasa serta pedoman untuk shalat Id.

Fatwa MUI, Panduan Pelaksanaan Ibadah Shalat Id di Masa Pandemi

Dalam fatwa nomer 28 tahun 2020 tentang panduan kaifat (tata cara) takbir dan sholat Idul Fitri di tengah pandemi virus corona, diatur ketentuan sholat Id di rumah. MUI dalam salah satu butir fatwa menjelaskan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilakukan secara berjamaah di rumah. Berikut adalah ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam fatwa tersebut.

Ketentuan Shalat Idul Fitri Di Rumah

1. Shalat Idul Fitri yang dilaksanakan di rumah dapat dilakukan secara berjamaah dan dapat dilakukan secara sendiri (munfarid).
2. Jika shalat Idul Fitri dilaksanakan secara berjamaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

  • Jumlah jamaah yang shalat minimal 4 orang, satu orang imam dan 3 orang makmum.
  • Kaifiat shalatnya mengikuti ketentuan angka III (Panduan Kaifiat Shalat Idul Fitri  Berjamaah) dalam fatwa ini.
  • Usai shalat Id, khatib melaksanakan khutbah dengan mengikuti ketentuan angka IV dalam fatwa ini.
  • Jika jumlah jamaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan shalat jamaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khutbah, maka shalat Idul Fitri boleh dilakukan berjamaah tanpa khutbah.

Apakah shalat Id tahun ini diperbolehkan untuk sendiri apabila di rumah tidak ada yang menemani untuk berjamaah?

Diperboleh untuk shalat Idul Fitri seorang diri (munfarid), namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukannya. Pertama adalah pembacaan niat shalat secara sendiri dan dilanjutkan dengan membaca bacaan secara pelan (sirr). Untuk cara pelaksaanaan hampir sama dengan shalat Id secara berjamaah, dan dalam fatwa MUI menjelaskan bahwa apabila shalat secara sendiri maka tidak perlu ada khutbah

Dan untuk shalat Id secara berjamaah berisi ketentuan sebagai berikut.

1.Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah“, tanpa azan dan iqamah.
3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri, yang jika dilafalkan berbunyi;
“Ushalli sunnata li’idil fithri rak’ataini ma’muman/imaman lillahi ta’ala.”
4. Membaca takbiratul ihram mengangkat kedua tangan.
5. Membaca doa iftitah.
6. Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca:

“Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar”

7. Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
8. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

“Subhanallah walhamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar.”

10. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
11. Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
12. Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Tambah Lagi 6 Orang Positif Covid di Riau Total Menjadi 94 Kasus

Read Next

Di Riau; Lima dari Enam Pasien Positif Hasil Tracing dari Cluster Kepulangan Santri dari Jawa Timur