Wedang Uwuh; Menjaga Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Yusi (paling tengah) membantu karyawan meracik wedang uwuh

Yusi (paling tengah) membantu karyawan meracik wedang uwuh

Konfirmasitimes.com-Boyolali (15/05/2020). Tidak dapat dipungkiri wabah pandemi Covid-19 yang melanda negera kita membawa dampak di berbagai bidang kehidupan dan salah satunya dalam bidang ekonomi. Sudah banyak pabrik dan perusahaan yang ditutup atau meliburkan banyak karyawannya. Tidaklah aneh jika banyak warga menjadi pengangguran atau berpotensi menjadi Keluarga Miskin Baru (KMB). Warga masyarakat kini banyak yang banting setir dan memutar otak untuk dapat menghidupi keluarganya.

Banyak warga beralih profesi demi mempertahankan kehidupan mereka. Selain itu kalangan pengusaha Kecil mulai berbenah dan mencari peluang usaha di tengah pandemi yang melanda negeri. Semua demi melangsungkan eksistensinya untuk kelangsungan usaha yang sudah ada.

Yusi aristiyani lestari ningrum atau yang lebih akrab di sapa Bunda Yusi merupakan salah seorang pengusaha lokal yang ada di Desa Mojolegi Kecamatan Teras Kabupaten Boyolali, mampu berbagi dan mengangkat ekonomi warga terdampak pandemi di daerah sekitarnya.

“Alhamdulillah melalui usaha saya ini, saat pandemi seperti sekarang mampu mempekerjakan lebih dari enam tetangga yang terkena PHK dan dari keluarga yang membutuhkan” tutur Bunda Yusi ketika di temui awak media Konfirmasi Times di kediamannya yang sekaligus merangkap tempat kerjanya, Kamis (14/05/2020).

Yusi mampu memanfaatkan berbagai tanaman herbal lokal menjadi sebuah minuman yang berkhasiat bagi manusia. Salah satu jenis minuman yang sangat bermanfaat bagi tubuh tersebut yakni wedang uwuh. Minuman ini sejatinya sudah ada sejak jaman dahulu dan biasa di konsumsi oleh para leluhur bangsa ini. Wedang uwuh sendiri berasal dari bahasa jawa yakni dari kata “wedang” yang berarti minuman sejenis teh dan “uwuh” berati sampah dari dedaunan kering.

“Wedang uwuh merupakan sejenis minuman teh yang terdiri dari campuran berbagai daun dan biji kering sebagai herbal, di antaranya kayu manis, daun cengkeh, cengkeh, kapulaga, jahe dan kayu secang”, tutur Ibu Yusi.

Wedang Uwuh ; Menjaga Ekonomi di tengah Pandemi
Berbagai rempah sebagai komponen wedang Uwuh

“Biasanya minuman ini diseduh dengan gula batu, sehingga sensasi rasa segar, manis dan pedas menjadi satu” tuturnya lebih lanjut.

“Sekarang minuman rempah ini menjadi primadona di saat wabah corona sedang melanda negara kita” tegasnya kemudian.

Yusi melanjutkan saat musim pandemi ini, terjadi peningkatan yang signifikan dalam penjualan wedang uwuh tersebut. Pihaknya mampu menjual Wedang uwuh bisa sampai sepuluh ribu bungkus lebih setiap bulannya. Padahal sebelum adanya pandemi ini paling banyak pihaknya hanya mampu menjual sebanyak seribuan bungkus per bulannya.

“Alhamdulillah untuk penjualan mengalami peningkatan yang luar biasa, sebulan bisa mencapai sepuluh ribuan bungkus, sebelum pandemi biasanya hanya kurang dari dua ribuan bungkus” tutur ibu dari empat orang anak ini.

Yusi (paling tengah) membantu karyawan meracik wedang uwuh
Yusi (paling tengah) membantu karyawan meracik wedang uwuh

Lebih lanjut Ibu Yusi menceritakan awal mula meracik minuman ini adalah untuk memberdayakan putera-puterinya yang telah menginjak remaja dan dewasa sekitar tahun 2018 yang lalu, untuk mengajari mereka wirausaha.

“Semua kita mulai dari keluarga, karena anak – anak sudah mulai remaja dan dewasa jadi perlu membekali mereka dengan kemampuan dan keterampilan sehingga berguna kelak dalam kehidupannya” ujar Bunda Yusi.

Namun adanya wabah covid-19 membuat permintaan minuman herbal tersebut melejit dalam penjualannya, sehingga ibu Yusi harus menambah tenaga dalam meraciknya. Apalagi banyak tetangga yang menganggur karena kena PHK yang biasa menjadi tulang pnggung ekonomi warga, menjadikan ibu Yusi sebagai tenaga kerja baik bersifat harian maupun bulanan.

“Adanya pandemi ini kita melakukan penambahan tenaga peracik karena permintaan wedang uwuh yang tinggi, oleh karena itu saya minta tolong tetangga yang kemarin kena PHK untuk bergabung di sini dan permintaan itu dengan senang hati di iya kan oleh para tetangga” tuturnya.

Ibu Nana salah seorang karyawan usaha wedang uwuh yang di konfirmasi menuturkan dengan adanya usaha milik Ibu Yusi dia merasa sangat terbantu karena mendapat penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

“Saya bersukur memiliki tetangga seperti Bunda Yusi yang mau mempekerjakan para tetangga untuk membantu meracik wedang uwuh, setidaknya dapat penghasilan uantuk mencukupi kebutuhan,” tutur Ibu Nana dengan muka ceria.

Sinergi Berbagai Pihak

Untuk dapat terus mengembangkan pemasarannya, pemiik nama produk “Mas Bambang” ini mencoba menggandeng berbagai instansi yang ada. Beberapa waktu yang lalu bekerjasama dengan pihak PT Pertamina (Persero) UPMS Jawa Tengah untuk meracikkan hampir 4 ribu bungkus wedang uwuh guna dibagikan pada warga sebagai bentuk kepedulian PT Pertamina (Persero) terhadap wabah covid-19.

“Kami saat ini sedang membangun sinergi dengan berbagai pihak, belum lama ini kami kerjasama dengan pihak PT Pertamina (Persero) UPMS Jawa Tengah dalam pengadaan wedang uwuh yang akan dibagikan pada warga masyarakat sebanyak hampir 4 ribu bungkus” terang ibu Yusi.

Kemasan wedang uwuh “Mas Bambang”
Kemasan wedang uwuh “Mas Bambang”

Selain itu hampir setiap minggunya pihak wedang uwuh “Mas Bambang” mensuplai 100 an bungkus ke pihak PT Pertamina (Persero) TBBM Boyolali untuk dibagikan kepada karyawannya guna menjaga stamina tubuh.

“Setiap minggu kita setor ke PT Pertamina TBBM Boyolali sekitar 100 bungkus untuk dibagikan pada karyawan mereka” ujar Yusi sambil ikut membantu karyawannya meracik ramuan herbalnya.

Sampai saat ini wedang uwuh “Mas Bambang” sekarang sudah melayani pemesanan sampai kota – kota di luar Pulau Jawa, seperti Jakarta, Depok, Bekasi, Palu dan Lombok,. Tidak ketinggalan tentunya untuk kota – kota daerah Jawa Tengah sendiri seperti Semarang, Solo dan sekitarnya.

“Bersyukur kami sekarang mampu memperluas pemasaran bukan hanya di daerah sini saja, namun juga sudah melayani permintaan sampai kota-kota di luar Pulau Jawa seperti Palu, Jakarta, Depok, Bekasi, Lombok dan bebrapa kota di Jawa Tengah sendiri” ujar ibu Yusi sambil mengakhiri perbincangan kami.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Sempat Viral Farewell Saat PSBB; Kini Pemprov Jatuhkan Sanksi Denda ke Manajemen McDonald Sarinah karena Langgar PSBB

Read Next

Anggota DPR RI; Ayo Presiden Jangan Main-Main Hati Rakyat