Tantangan Pelajar Indonesia di Inggris saat Masa Covid-19

Tantangan Pelajar Indonesia di Inggris saat Masa Covid-19

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/05/2020). Penyebaran Covid-19 beberapa bulan terakhir sangat dirasakan oleh para pelajar Indonesia di Inggris salah satunya dirasakan oleh Mahasiswi Conventry University, Inggris, Gustalia Kurnia Putri. Ia menyampaikan berbagai kendala dan tantangan yang ia harus hadapi saat virus ini mulai menyerang negara yang beribukota London.

“Kondisi saat covid-19 sangat berat, apalagi saya sendiri tidak terbiasa belajar di rumah. Biasanya kita menginap di library (perpustakaan), sama teman-teman  yang lain buat ngerjain tugas, apalagi saya tahun terakhir di sini dan sangat membutuhkan banyak riset dan banyak buku yang  harus dipelajari secara langsung (offline). Tapi nggak bisa dilakukan semua fasilitas kampus ditutup. Library ditutup, akses masuk kampus ditutup, untungnya kampus memberi kemudahan untuk kita melalui online.” Ujar Thalia saat dihubungi melalui whatsapp (12/05/20)

Selain itu, Thalia juga menambahkan bahwa selain fasilitas kampus yang ditutup, secara personal ia juga mengakui mengalami kendala komunikasi dengan dosen dan teman kampusnya.

“Kendalanya susah berkomunikasi dengan teman-teman satu jurusan, meskipun dengan sistem online, tapi terasa beda diskusinya dibandingkan bertemu langsung. Banyak banget sih kendalanya.” kata Thalia.

“Kebiasaan berubah, biasanya kita ke perpus, ke kampus, bertemu dosen langsung , belajar dengan nyaman, belajar di tempat yang lebih nyaman, dengan buku-buku yang banyak. Semuanya tidak bisa dilakukan. Kita hanya menggunakan jurnal online yang lebih ribet. Saya tipe orangnya belajar secara langsung bukan online.” imbuh Thalia, mahasiswi yang sudah menyusun tugas akhir ini.

Thalia pun melanjutkan bahwa beberapa temannya yang merupakan pelajar Indonesia di Inggris memilih untuk kembali ke tanah air untuk sementara waktu hingga kondisi baik

“Gara-gara masalah seperti ini, banyak pelajar disini, memilih pulang ke Indonesia karena tidak banyak aktivitas akademik yang bisa dilakukan disini.” Ujarnya

Ia pun menambahkan, bahwa keputusan pulang ke tanah air, itu bukan tanpa kendala, ada beberapa masalah yang harus dihadapi juga oleh para pelajar.

“Tapi juga susah, tiket –tiket susah dibeli, banyak yang habis, harganya melambung tinggi, transit yang begitu lama. Kendalanya begitu banyak. Dibandingkan kemudahan, apalagi saya pun kemarin kehilangan passport, susah ngurusnya, transportasi juga di cut off 50% jadi untuk kemana-mana susah karena lockdown ini.” tambahnya.

Ketika ditanyakan tentang aktivitas apa saja yang dilakukan selama di rumah, Thalia membeberkan aktivitasnya untuk mengisi waktu selama masa karantina mandiri.

“Untuk saya sendiri jujur, karena saya lagi melakukan tugas akhir, kebanyakan melakukan tugas dan tugas, mencari hobi baru, karena stress sendiri di rumah. Karena saya suka masak, saya mencari resep baru, saya lebih aktif memasak. Dan juga olahraga kecil di rumah. Melakukan virtual meeting dengan dosen dan teman-teman.  Lebih banyak nonton film, tapi kebanyakan mengerjakan tugas dan mencari update berita tentang virus corona di Inggris”, jelasnya.

Tantangan Pelajar Indonesia di Inggris saat Masa Covid-19

Seperti dikutip di website resmi KBRI London, Ada beberapa kebijakan Pemerintah Inggris dalam  memperlambat wabah covid-19, sejak tanggal 23 Maret 2020, yaitu sebagai berikut:

1. Instruksi kepada semua warga untuk tinggal di rumah.

2. Warga diizinkan meninggalkan rumah hanya untuk keperluan:

  • Memperoleh kebutuhan pokok, sejarang mungkin dilakukan.
  • Olah raga (misalnya berlari, jalan kaki atau bersepeda) baik mandiri maupun bersama anggota keluarga.
  • Bekerja, namun untuk keperluan yang mendesak dan tidak dapat dilakukan di rumah.

3. Polisi akan melakukan penegakan hukum, termasuk melalui denda dan membubarkan pertemuan.

4. Untuk memastikan kepatuhan warga, Pemerintah akan segera:

a. Menutup semua toko yang menjual bukan barang-barang kebutuhan pokok, termasuk toko baju dan elektronik dan tempat-tempat lain, termasuk perpustakaan, tempat bermain, sarana olah raga serta tempat peribadatan.

b. Menghentikan semua pertemuan yang melibatkan lebih dari 2 orang di tempat umum – tidak termasuk bersama anggota keluarga serumah.

c. Menghentikan semua pertemuan sosial, termasuk acara pernikahan, pembabtisan dan acara seremoni lainnya, kecuali pemakaman.

5. Taman-taman akan tetap dibuka untuk kepentingan olah raga, namun bila ditemukan dimanfaatkan untuk pertemuan, maka akan dibubarkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Ayo Belajar Menulis dari Guru-Penulis Asal Sumatera Utara Ini

Read Next

Update Virus Corona 14 Mei 2020 Semua Provinsi Indonesia