Persyaratan Belum Terpenuhi, Malang Raya Belum Layak Terapkan PSBB

Daniel Rohi

Daniel Rohi

Konfirmasitimes.com-Surabaya (14/05/2020). Anggota DPRD Jatim Daniel Rohi menilai saat ini di Malang Raya belum layak diberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk memutus mata rantai Pandemi Covid-19. Pasalnya, segala persyaratan untuk dilakukan PSBB, belum terpenuhi di Malang Raya.

Bahkan, politisi asal PDIP dari dapil Malang Raya ini menilai PSBB bukan memberikan jaminan akan menurunkan jumlah pasien positif Covid-19 di Malang Raya.

“Belajar dari Surabaya Raya, ternyata ketika PSBB di berlakukan malah jumlah pasiennya bertambah terus. Kultur masyarakat Surabaya Raya dan Malang Raya tentunya sama . Jadi saya pesimis jika PSBB diberlakukan bisa menurunkan pasien positif Covid-19,” jelas Daniel Rohi saat ditemui di Surabaya, Rabu (13/05/2020).

Dikatakan oleh Daniel Rohi, kalau benar-benar dilakukan, tentunya harus dievaluasi terlebih dahulu jika diberlakukan.

”Harus ada simulasinya dulu jika diberlakukan,” kata Daniel Rohi.

Koordinasi, kata pria yang juga anggota Komisi B DPRD Jatim, antara Gubernur dan pimpinan di Malang Raya harus diintensifkan.

”Apa yang terjadi di Surabaya Raya dalam pelaksanaan PSBB harus dievaluasi terlebih dahulu. Jangan asal-asalan saja memberlakukan PSBB di Malang Raya,” jelas Daniel Rohi.

Jika tidak ada evaluasi, sambung Daniel Rohi, jangan sampai yang terjadi di Surabaya Raya yaitu jumlah pasien terus meningkat meski PSBB diberlakukan terjadi juga di Malang Raya.

“Percuma dilakukan PSBB, tapi tetap saja jumlahnya tak kunjung turun,” terang Daniel Rohi.

Gubernur dan pemda di Malang Raya, katanya harus ada sinkronisasi sebelum diberlakukan PSBB.

”Saya dengar beberapa waktu lalu bupati Malang kurang Happy jika PSBB diberlakukan.Kenapa tiba-tiba ketika rapat di Grahadi lalu setuju. Inikan ada tanda tanya besar. Apakah ini keinginan Gubernur sendiri atau secara ikhlas disetujui oleh pimpinan Malang Raya,” terang Daniel.

Dalam perjalanan akan diberlakukan, lanjutnya, sudah ada masukan dari fraksi di DPRD setempat, namun tetap diberlakukan.

”Sudah ada masukan baik buruknya jika PSBB diberlakukan. Tapi kenyataannya tetap akan diberlakukan,” jelas Daniel Rohi.

Selain itu, kata Daniel Rohi, bantuan-bantuan yang diperuntukkan oleh masyarakat Malang Raya harus disiapkan terlebih dahulu.

”Sampai saat ini ketika saya turun dapil , data calon penerima bantuan masih amburadul. Ada persyaratan yang harus dipenuhi dalam penerapan PSBB,” kata Daniel Rohi.

Data-data yang ada dilapangan, yaitu data warga yang berhak menerima dari RT dan RW  setempat tak digunakan.

”Mereka punya data sendiri yang belum tentu sesuai dilapangan. Jika PSBB benar-benar diberlakukan, pemerintah harus berani dievaluasi,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Pengajuan penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kawasan Malang Raya akhirnya disetujui oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Melalui surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/305/2020 tentang Penetapan PSBB di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu Provinsi Jawa Timur dalam rangka percepatan penanganan coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang terbit pada 11 Mei 2020, pengajuan yang diajukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akhirnya disetujui dan dikabulkan.

Dalam surat keputusan Menteri Kesehatan itu, disebutkan bahwa dengan penetapan yang telah diberikan, maka pemda Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu serta Provinsi Jatim wajib untuk melaksanakan PSBB secara konsisten sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, dan secara konsisten mendorong serta menyosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, dalam diktum surat keputusan Menteri Kesehatan tersebut juga disebutkan bahwa PSBB di Malang Raya dilaksanakan selama masa inkubasi  dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Minggu 17 Mei 2020, PSBB Malang Raya Dimulai

Read Next

Uptade Virus Corona di Batang; Tambah 11 Orang Total Menjadi 23 Orang