Lebaran dengan Bunga Aglonema

Lebaran dengan Bunga Aglonema

Konfirmasitimes.com-Ponorogo (14/05/2020). Lebaran menjadi hari sakral nan suci. Segala macam keindahan diupayakan tercipta di hari nan fitri ini. Tak terkecuali keindahan interior ruangan penuh hangat yang menjadi tempat berkumpul keluarga. Bungan menjadi salah satu pilihan yang diharapkan memunculkan kesan indah di hari lebaran. Tak khayal, kios-kios bunga pun mengalami lonjakan pembelian di hari menjelang Lebaran.

Begitu pun deretan kios-kios bunga yang berada di sepanjang jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Keniten, Kabupaten Ponorogo. Jalan penghubung Kabupaten Ponorogo dengan Kota Madiun ini telah dikenal sebagai pusat penjual bunga di daerah Ponorogo. Tempat ini selalu menjadi pilihan paran pembeli bunga dan segala macam kebutuhan pertamanan di tempat ini.

Menurut Edy Pranowo salah satu penjual bunga disini menuturkan, warga Ponorogo banyak yang mengenal pusat pembelian bunga ini dengan nama Jarakan. Dan di saat menjelang lebaran seperti saat ini menjadi berkah tersendiri bagi para penjual. Kios mengalami  kenaikan pembeli dari hari-hari biasanya.

“Pertengahan Ramadhan seperti saat ini pembeli mulai ramai. Mereka mencari berbagai macam bunga dan perlengkapannya. Warga Ponorogo sendiri sudah banyak yang kenal daerah sini sebagai sentra penjual bunga”, kata Edy Pranowo.

Kenaikan pembelian bunga pun terbilang signifikan sampai lima kali lipat dari hari-hari biasa. Jika di hari biasa mendapatkan 300 ribu menjelang lebaran bisa mencapai 1 juta-2 juta seharinya.

“Kalau dihari biasa, sehari biasa dapat 300 ribu tapi kalau menjelang hari lebaran bisa mencapai 1 juta sampai 2 juta. Bukan hanya bunga saja, biasanya para konsumen mencari pot mulau yang besar sampai yang kecil, pupuk, rangka hias tatakan bunga.” Tutur Edy

Bunga yang paling laris terjual rata-rata jenis bunga Aglonema. Bunga yang tak berbunga. Tapi dinikmati dari rimbun daunya yang berwarna-warni. Mulai dari hijau, kuning sampai merah ditambah corak-corak yang menyelimuti daun, menambah kemolekan Aglonema bagi para pecintanya. 

“Paling laris itu jenis Aglonema yang seperti ini. Bunga kecil, perawatannya gampang dan cocok di pajang di dalam ruangan.” kata Edy Pranowo.

Bunga dengan perawatan yang lumayan mudah ini di luar negeri lebih dikenal dengan Chinese Evergreen. Sedangkan di dalam negeri lebih dikenal dengan nama Sri Rejeki. Bunga yang keindahannya terpancar dari daunnya ini dijuluki pula dengan nama Ratu Daun.

Menurut Suci salah satu pembeli, beralasan membeli bunga ini untuk mempercantik ruangan di saat Hari Raya. Bentuk tanaman yang ringkas dalam pot-pot cantik, dapat menjadi pemanis ruangan saat bercengkrama dengan keluarga di hari Raya Idul Fitri.

“Saya suka dengan bunga Sri Rejeki ini. Bentuknya kecil, ringkas dan cantik kalau diletakkan diatas Meja. Terlihat lebih manis dimata untuk menemani ngobrol dengan seluruh keluarga.” kata Suci.

Suci pun menambahkan, menurut mitos yang diterimanya bunga Sri Rejeki dapat menambah keberuntungan dan rejeki.

“Katanya bunga Sri Rejeki itu dapat menambah keberuntungan dan rejeki juga kan! Ya, percaya gak percaya sih! Tapi bunga ini tempat cantik dipandang”, Tambahnya.

Lonjakan pembelian seperti ini biasanya terjadi sampai malam takbir lebaran. Para pembeli masih berburu kebutuhan untuk mempercantik ruangan, yang keesokan harinya akan dikunjungi para saudara.

“Biasanya sampai malam takbir masih ramai pembeli. Banyak pembeli yang pulang dari toko makanan ringan, mampir kesini untuk membeli bunga ataupun pot-pot kecil.”  Tutur Edy.

Bunga Aglomena ini dijual dengan kisaran harga yang lumayan terjangkau. Pembeli yang rela merogok uang banyak dapat membeli dengan harga ratusan ribu. Tinggal kemampuan dari pembeli. Harga bunga ini lumayan stabil di pasar meskipun terjadi wabah yang melanda negeri.

“Harganya stabil setiap tahuannya, mulai dari 30 ribu hingga ratusan ribu tergantung ukuran. Beruntung adanya wabah ini, pembeli hampir sebanding dengan tahun-tahun lalu. Semoga tidak ada penurun sampai lebaran nanti.” Pungkas Edy Pranowo.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Makanan Khas Bulan Puasa dari Yogyakarta untuk Menu Buka Puasa Keluarga

Read Next

Ayo Belajar Menulis dari Guru-Penulis Asal Sumatera Utara Ini