Gubernur Sumsel Minta Pemkot Palembang Dan Prabumulih Terapkan PSBB Secara Matang

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/05/2020). Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan bahwa Kota Palembang dan Kota Prabumulih siap menghadapi PSBB namun untuk pelaksanaannya dibutuhkan proses pembuatan aturan-aturan tertentu berupa peraturan Walikota (Perwali) yang ditentukan dengan komunikasi dan koordinasi dengan baik bersama tokoh agama, masyarakat,  pengusaha, UMKM,  dan lainnya agar ketika diimplemnetasikan dapat diterima dengan baik tanpa harus banyak pelanggaran.

Hal tersebut diungkapkannya didampingi Forkopimda Sumsel saat Konferensi Pers terkait pelaksanaan PSBB di Kota Palembang dan Kota Prabumulih di Auditorium Graha Bina Praja, Rabu, (13/05/2020)

“Kita sudah mendapat surat dari Menkes terkait persetujuan ajuan PSBB Pemkot Palembang dan Prabumulih diajukan melalui Gubernur kepada Menkes, yaitu Kota Palembang sesuai keputusan Menkes RI nomor HK.01.07/MENKES/307/2020 dan Prabumulih pada surat keputusan Menkes RI nomor HK.01.07/MENKES/306 /2020,” katanya.

Herman Deru (HD) mengatakan bahwa hari ini juga telah dilakukan rapat terbatas membahas tentang persiapan PSBB di Kota Palembang dan Kota Prabumulih.

Dijelaskannya bahwa dalam kesempatan itu dibahas mengenai Pergub yang termasuk didalamnya tata cara pelaksanaan PSBB kemudian untuk per wilayahnya nanti akan dibuat sesuai dengan peraturan wilayahnya berupa Peraturan Walikota (Perwali) masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing dimana yang utama adalah lebih gencarnya sosialisasi untuk hidup sehat dan cegah covid-19.

Selain itu juga dibahas kesiapan kebutuhan pangan dan peribadatan. Dan juga memperhatikan masyarakat yang terdampak covid-19 terutama tenaga kerja dan aktivitas usaha.

Menurutnya pelaksanaan PSBB tersebut juga nantinya akan bermuara pada penegakan hukum dapat berupa denda atas pelanggaran aturan yang rumusannya dibuat segera mungkin.

“Masa perumusan saya beri tenggat paling lama satu minggu artinya wali kota harus sudah ada draft untuk evaluasi dan kemudian disetujui. Setelah itu, kita akan segera terapkan melalui sosialisasi dalam waktu 4 sampai 5 hari untuk diberlakukan. Jadi pada awalnya akan diberikan sosialisasi dahulu sebagai bentuk informasi dan pemberitahuan tanpa diberlakukan hukuman. Baru kemudian efektif berkisar 2 hari setelah Lebaran,” jelasnya.

HD mengatakan masa pemberlakuan PSBB adalah selama satu kali inkubasi terlama, yakni 14 hari. Bisa jadi diperpanjang jika tidak terjadi penurunan namun jika terjadi penurunan PSBB boleh dihentikan.

“Kami sudah merumuskan ini termasuk dampak-dampak personal bagi yang melaksanakan tugas baik TNI Polri, Satpol PP. Selain itu, dalam pelaksanaannya bila perlu disidang ditempat bagi pelanggarnya dan untuk itu ternyata kejaksaan sudah siap,” ujarnya.

HD meminta agar data yang diberikan oleh masing-masing daerah haruslah transparan terutama terkait refokusing dan realokasi sehingga jika ditemukan kekurangan maka hal ini akan didukung oleh Pemprov.

“PSBB akan berimbas pada penurunan aktivitas. Maka sangat besar kemungkinan akan berimbas pada pendapatan daerah. Palembang pusat pemeritahan provinsi, Begitu juga Prabu adalah kota transit dimana ada 7 kab kota belanja di Prabu, dan pusat perdagangan maka tentu kita hrus siap menjadi petugas yang fleksibel dengan tetap memperhatikan pelaksanan protokol kesehatan yang berlaku,” tuturnya.

Selain itu,  TNI polri juga akan mendukung dalam hal pengetatan pengawasan pintu-pintu masuk ke daerah baik jalur darat, udara maupun pelabuhan. Ia juga mengatakan bahwa tenaga kerja asing tidak diperkenankan masuk ke Sumsel untuk sementara.

Turut hadir Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, S.I.P., M.Hum dan Kapolda Sumsel Irjen Pol. Prof. Dr. Eko Indra Heri, MM., Ketua DPRD Sumsel, Hj. R.A .Anita Noeringhati, SH, MH, Walikota Prabumulih, Ridho Yahya, Walikota Palembang, Harnojoyo, Danrem 044/GAPO Kolonel Arm Jauhari Agus Suraji, S.I.P, S.Sos., Sekda Sumsel, H Nasrun Umar, Wakajati Sumsel, Oktovianus SH. MH, Danlanal, Saryanto, Danlanud, Kolonel Pnb Firman Wirayuda S.T., M.Soc.Sc.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Diminati Calon Mahasiswa, Program Jarvis Kemenperin Tembus 20 Ribu Pendaftar

Read Next

Positif Covid-19 Sumut Tembus 200 Orang, Masyarakat Harus Lebih Serius Terapkan Protokol Kesehatan