Di Tanjungpinang; Mudik di Pantau Sampai ke Jalur Tikus

Konfirmasitimes.com-Jakarta (14/05/2020). Dalam keterangannya Kepala Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang Bambang Hartanto mengimbau masyarakat Kota Tanjungpinang agar tidak mudik, dan masyarakat dari luar kota Tanjungpinang agar tidak kembali dulu ke kota Tanjungpinang di tengah pandemi Covid-19.

Bambang mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di sektor area dan trasportasi publik akan terus memantau aktivitas mudik hingga jalur tikus.

“Kita akan memperketat pemantauan hingga jalur tikus. Petugas akan mengawasi pergerakan-pergerakan keberangkatan dan kedatangan, khususnya untuk kapal-kapal rakyat dari antar pulau,” kata Bambang, Rabu (13/05/2020).

Bambang mengakui bahwa jalur tikus akan menjadi salah satu pintu masuk arus mudik atau kedatangan masyarakat di tengah larangan mudik ini diterapkan.

Akan tetapi, dia meyakini bahwa jangkauan kegiatan tersebut tidak terlalu jauh, hanya pulau-pulau terdekat dengan Kota Tanjungpinang saja.

Kita sudah memikirkan dan juga masuk dalam pengawasan. Kita juga terus melakukan koordinasi dan kerjasama pada pihak pelabuhan dan bandara.

“Kemudian melakukan pengawasan secara bersama tim gabungan dari TNI dan Polri di titik-titik pintu keluar masuk Kota Tanjungpinang,” katanya.

Bambang mengatakan, untuk kota Tanjungpinang memang transportasi yang banyak digunakan menggunakan kapal. Dan pelabuhan tikus merupakan jalur alternatif paling sering digunakan oleh masyarakat, apalagi untuk mudik atau datang ke Tanjungpinang.

Akan tetapi, Bambang tegaskan agar masyarakat tidak melakukan hal tersebut. Pasalnya dalam Peraturan Menteri Nomor 25 Tahun 2020, telah ditetapkan sanksi bagi mereka yang melanggar, khususnya menggunakan transportasi laut.

”Ada sanksinya, untuk yang kedapatan nekat mudik pada tanggal 8 Mei 2020 sampai dengan tanggal 31 Mei 2020, dikenakan sanksi administrasi berupa tidak diberikan pelayanan di pelabuhan sampai dengan pencabutan izin SIUPAL sesuai dengan tahapan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya

Sementara itu, untuk Bandara ataupun Pelabuhan Sri Bintan Pura, Bambang mengaku tidak terlalu khawatir karena telah dilakukan pengurangan frekwensi kedatangan dan keberangkatan moda transportasi.

“Kemudian juga disana pelabuhan dan bandara diterapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat,” terang dia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

ODP Melebihi 256.000 Orang, PDP 33.042 dan Positif 15.438 Orang

Read Next

Tak Libatkan DPRD Jatim, Gubernur Khofifah Disebut Tak Transparan Soal Bantuan Untuk Terdampak Covid-19