Serang Petugas Dengan Senpi, Polrestabes Surabaya Tembak Mati Bandar Sabu

Serang Petugas Dengan Senpi, Polrestabes Surabaya Tembak Mati Bandar Sabu

Konfirmasitimes.com-Surabaya (13/05/2020). Baru menjabat beberapa hari di Polda Jatim, Irjen Pol Fadil Imran mendapat hadiah manis dari Polrestabes Surabaya dalam ungkap kasus peredaran narkoba. Pihak Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Tak tanggung-tanggung, Satreskoba yang dipimpin oleh AKBP Memo Ardian tersebut menembak mati bandar narkoba yang meresahkan masyarakat.

Irjen Pol Fadil Imran mengatakan dalam pengungkapan tersebut diamankan tersangka antara lain AU (23 tahun ) warga Surabaya, WRH (25) warga Surabaya, YK (38) warga Sidoarjo dan salah satu tersangka berinisial HIS (38)  ditembak mati anggota Polrestabes Surabaya.

“Lokasi penangkapan para tersangka di wilayah Surabaya,” ungkap Fadil Imran, mantan Sahli Kapolri bidang Sosbud di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (12/05/2020).

Dikatakan pria kelahiran Makassar ini, kronologis pengungkapan jaringan peredaran sabu tersebut bermula sebelumnya ada penangkapan tersangka JK diwilayah Sidoarjo.

”Dalam penangkapan tersebut diamankan sabu seberat 25 gram,” terang Fadil Imran, mantan  Dirkrimsus Polda Metro Jaya.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap JK, lanjut Fadil, dilakukan pemeriksaan dan diketahui kalau mendapatkan sabu dari Surabaya dengan melakukan transaksi menggunakan sandi dan berkode.

“Lalu oleh anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya dilakukan pengembangan dan mendapati tersangka BD DKK. Dalam pengungkapan terhadap BD DKK didapati sabu seberat 100 gram,” sambung Fadil Imran, mantan Dirreskrimum Polda Kepri ini.

Alumnus AKpol 1991 ini, dari para tersangka jaringan BD DKK, mengarah pada nama seorang bandar yang berinisial IHS.

”Yang bersangkutan (IHS) adalah resedivis narkotika pada tahun 1995,” kata Fadil Imran.

Setelah mendapat nama IHS, kata Fadil, dilakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan.

”Setelah bekerja keras dengan memancing keluar dari persembunyiannya, akhirnya anggota Reskoba  Polrestabes Surabaya berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka IHS ini,” jelas Fadil Imran.

Dalam penangkapan IHS tersebut, anggota Reskoba Polrestabes Surabaya melakukan penggeledahan disebuah apartemen di Surabaya.

”Dalam penggeledahan di apartemen, anggota mendapatkan barang bukti sabu seberat 90 Kg dan pil Happy five,” kata Fadil Imran.

Dari interogasi terhadap tersangka IHS, kata Fadil, dari pengakuannya, sabu tersebut didapat dari seseorang bernama inisial KOKO  yang saat ini menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) pihak Polrestabes Surabaya.

“Domisili KOKO dari data yang ada berada di Slipi Jakarta Pusat.” Pada pertengahan bulan Februari 2020 lalu Polrestabes Surabaya pernah menggagalkan peredaran narkoba yang kepemilikannya milik IHS tersebut,” terang Fadil Imran.

Setelah berhasil menangkap IHS, dari pengakuannya, kata mantan Wadireskrimum Polda Metro Jaya ini, barang bukti sabu lainnya disimpannya disebuah rumah kontrakan di wilayah Surabaya.

“Atas informasi tersebut, langsung bersama tersangka dan anggota melakukan pengembangan untuk mendapatkan barang bukti lainnya,” kata Fadil Imran.

Saat melakukan penggeledahan di lokasi, kata Fadil, salah satu tas tersangka dilakukan penggeledahan dan anggota Reskoba Polrestabes Surabaya mendapati sabu seberat 10 Kg.

“Saat anggota menggeledah tersebut, tersangka IHS, mengeluarkan sepucuk senjata api rakitan dan berusaha menembakkan ke anggota yang sedang menggeledah tas tersangka,” sambung Fadil.

Karena keselamatan nyawa anggota terancam, kata Fadil, maka dilakukan tindakan tegas terukur dengan ditembak bagian dadanya sebanyak 2 kali dimana sebelumnya diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali.

“Tersangka meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit,” jelas Fadil Imran.

Sementara itu dalam pengungkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti antara lain dari penangkapan tersangka IHS didapat barang bukti sabu seberat 100 Kg sabu, 4000 pil happy five, timbangan elektronik.

Sedangkan dari tersangka BD DKK diamankan barang bukti antara lain sabu seberat 125 gram dan timbangan elektronik. Sedangkan dari tersangka diamankan sabu seberat 25 gram dan timbangan elektronik.

Sedangkan pasal yang dijeratkan kepada para tersangka antara lain untuk para tersangka BD DKK dan tersangka YK dijeratkan dengan pasal 114 (2) UU No 35 tahun 2009 dengan sanksi pidana maksimal hukuman mati. 

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Singapura Mulai Mencabut Beberapa dari Pembatasan Karena Virus Corona

Read Next

WFH ASN Diperpanjang Hingga 29 Mei 2020