Kejar Target Idul Fitri Kelar, Pemerintah Kebut Penyaluran BLT DD Di Jatim

Konfirmastitimes.com-Surabaya(13/05/2020). Pemerintah Propinsi (Pemprov) Jatim kebut penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai  Dana Desa (BLT- DD) jelang hari raya Idul Fitri 1441 H.

Bahkan, selama dua hari berturut-turut Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa mengawal proses pencairan dana BLT-DD yang diberikan kepada warga desa di Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan. Dan hari ini melakukan video conference penyaluran BLT DD di Kabupaten Trenggalek, Jombang, Pasuruan dan Mojokerto.

Pembagian BLT-DD dilakukan secara simbolis dan secara virtual dari Gedung Negara Grahadi Surabaya oleh Gubernur Khofifah pada perwakilan 5 orang perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik serta kepada 5 orang perwakilan KPM dari Desa Badurame, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Begitu pula kepada warga kabupaten lainnya.

Selain itu juga dilakukan penyerahan BLT-DD secara simbolis  oleh Bupati Blitar pada perwakilan 10 KPM di Desa Sidorejo Kec. Ponggok Kab Blitar. Bupati Trenggalek  dan Bupati Jombang. Selain Penyerahan BLT-DD Gubernur Khofifah juga menyerahkan Bantuan Paket Sembako bagi Perwakilan KPM.

Gubernur Khofifah mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga kewaspadaan sebagai antisipasi penyebaran virus Covid 19. Ia ingin agar semua lini tak terkecuali masyarakat yang ada di pedesaan untuk mematuhi protokol kesehatan demi melindungi keluarga dan diri sendiri.

“Terkait penyaluran BLT-DD ini kami sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo pada saat video conference bersama seluruh gubernur dan menteri. Pak Presiden berpesan agar BLT-DD harus dimaksimalkan dan dipercepat pencairannya sebelum Hari Raya Idul Fitri agar dapat dirasakan betul manfaatnya oleh para KPM untuk memenuhi kebutuhannya,” kata Gubernur Khofifah.

Sekedar diketahui, berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat  dan Desa Provinsi Jawa Timur, progress penyaluran BLT-DD Jatim hingga saat ini  telah cair telah Rp 21,432 miliar dan telah diterimakan pada 35.750  KPM pada 466 desa   dari  15 Kabupaten/Kota se Jatim. Diperkirakan hari ini pencairan  akan mencapai sepuluh persen.

Dengan potensi maksimal BLT-DD Jatim yang mencapai Rp 2,285 Triliun dan akan dibagi  untuk 1.265.845 KPM di 7.724 desa, kini desa yang sudah melakukan musdes penetapan KPM penerima BLT-DD sudah mencapai 3.357 Desa  atau sebesar 43,8 persen.

Para penerima BLT-DD adalah mereka-mereka yang terdampak oleh Covid 19 baik karena kehilangan mata pencaharian, belum terdata pada DTKS, atau memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis. Selain itu, mereka yang berhak menerima BLT-DD juga bukan merupakan keluarga penerima bantuan lain dari pemerintah seperti, PKH, BNPT, Prakerja dan Bansos Tunai lainnya.

Sementara itu,terpisah ketua Kosgoro Pimpinan Daerah Kolektif(PDK) Kosgoro 1957 Yusuf Husni mendesak pemerintah transparan terhadap penangana Covid-19 terlebih dalam sektor keuangan.

“Harusnya pemerintah menyampaikan ke masyarakat, berapa kemampuan anggaran untuk mencukupi kebutuhan hidup. Kalau tidak mampu ya jangan malu sampaikan saja, tidak perlu ditutupi seakan-akan mampu,” urai Yusuf, Rabu (13/05/2020).

Dengan keterbukaan pemerintah, maka penanganan covid ini bisa dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong. Dimana yang mampu bisa membantu yang kurang mampu. “Saya yakin budaya masyarakat kita gotong royong akan tumbuh kalau pemerintah terbuka,” jelasnya.

Apalagi kondisi riil di masyarakat yang banyak terjadi adalah munculnya orang miskin baru. Dimana orang miskin baru ini adalah mereka yang selama ini hidup dinamis dan aktif. Seperti para pelaku UMKM mulai dari warung makan, cafe, penjahit, travel, percetakan dan sejenisnya. “Mereka diminta tutup selama PSBB, tapi kebutuhan mereka tidak dicukupi,” tandasnya.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

41 Ditutup Sementara di Jakbar, 17 Perusahaan Tidak Termasuk Sektor yang Dikecualikan Tetapi Memiliki izin Kementerian Perindustrian

Read Next

Update Virus Corona 13 Mei 2020 Semua Provinsi Indonesia