Dr. Frietz R.Tambunan: Penulis, Rektor, cum Imam Katolik itu telah Pergi

Dr. Frietz R.Tambunan: Penulis, Rektor, cum Imam Katolik itu telah Pergi

Konfirmasitimes.com-Sumatera Utara (13/05/2020). Umat Katolik Sumatera Utara kini berduka. Pasalnya, salah satu imam diosesan mereka, Dr.Frietz R.Tambunan, telah mengembuskan nafas terakhir di RS Elisabeth Medan (12/05/2020). Media sosial warga Sumatera Utara, khususnya umat Katolik pun ramai-ramai berbelasungkawa. 

Dr. Frietz R.Tambunan: Penulis, Rektor, cum Imam Katolik itu telah Pergi

Menurut berbagai sumber di medsos menyebutkan, Pastor Frietz Tambunan mengalami serangan stroke dan pendarahan di otak. Dan diterangkan pula, mulai terkena serangan stroke hemograhik dan pertolongan pertama di RS Materna (28/04/2020), dipindahkan ke RS Elisabeth (05/05/2020), dan operasi (08/05/2020).

“Benar, Pastor itu sudah meninggal,” kata Helena Sihotang, Sekretaris Unika.

Dr.Frietz R.Tambunan memang salah seorang imam yang cukup terkenal di Sumatera Utara. Ia aktif di bidang pendidikan. Pada saat meninggal, statusnya adalah Rektor Unika Sumatera Utara. 

Sebagai rektor sekaligus pastor Katolik, Dr.Frietz R.Tambunan, kata Helena sangat berjasa. Kata Helena lagi, banyak mahasiswa miskin dikuliahkan.

“Beliau pekerja keras. Bahkan, saat dirawat di rumah sakit, beliau masih bertanya tentang program Unika,” kenang Helena.

Dr.Frietz R.Tambunan juga dikenal sebagai kolumnis di majalah resmi Keuskupan Agung Medan.

“Aborsi: Ibu-Bapa, Lindungilah Kami, itulah tulisan perdana Dr.Frietz R.Tambunan,” kenang Ananta Bangun dan Jansudin Saragih. 

Selain kolumnis, Dr.Frietz R.Tambunan juga bagian dari redaksi majalah tersebut. Bagi pembacanya, Dr.Frietz R. Tambunan memang tak asing lagi.

“Kebanyakan pembaca Jendela hanya mengenal saya dari nama, dan tidak mengenal orangnya. Ketika bertemu, mereka biasanya berkata: Oh, jadi pastorlah penulis Jendela itu!” begitu salah satu pengakuan Pastor Frietz. 

Jendela adalah salah satu rubrik di majalah tersebut. Memang, kenang Ananta Bangun dan Jansudin Saragih, tulisan Dr.Frietz sangat khas.

“Isi dan gaya tulisannya terkesan ringan, santai dan jenaka, walau nyeletuk, sikut kiri, sikut kanan, nyindir sana-sini,” sambung Ananta Bangun dan Jansudin Saragih. 

Namun, dalam satu pengakuan, Pastor Frietz R.Tambunan mengaku menulis sudah sejak SMP.

“Ketika masih kecil, saya sering melihat ayah saya, almarhum, menulis dan membaca sambil tidur. Lalu sesekali saya mengintip apa yang ditulisnya. Ternyata diary. Setelah di SMP, saya pun mulai menulis sesuatu tentang pengalaman pribadi. Di SMA saya makin rajin menulis dan mempunyai teman pena di mana-mana,” kata Dr.Frietz R.Tambunan.

Senada dengan itu, Pius Sinurat, mantan Sekjen Ikatan Sarjana Katolik, mengaku Frietz R.Tambunan sangat energik.

Dr. Frietz R.Tambunan: Penulis, Rektor, cum Imam Katolik itu telah Pergi

“Ia mengajari mahasiswa berbahasa Inggris, membuat kampung Inggris di Hutaraja, Lumban Suhi-suhi, Samosir yang pernah dikunjungi Presiden Jokowi,” kenangnya.

Khatty Situmorang, mahasiswa Unika juga mengaku, Dr.Frietz R.Tambunan sangat baik. “Dia sangat peduli pada mahasiswa yang miskin,” sambungnya.

Sampai berita ini dituliskan, misa requiem untuk Pastor Dr.Frietz R. Tambunan masih berlangsung, yang dipimpin oleh Vikaris Episkopal Medan, Pastor Benni Ola Tage.

Misa requiem dikenal juga dengan Misa Arwah, yaitu misa kudus bagi kedamaian kekal jiwa-jiwa dari orang yang telah meninggal. Misa Requiem sering dilakukan pada saat prosesi pemakaman seseorang.

Rencananya, jenazah Dr.Frietz R.Tambunan akan dimakamkan di lokasi khusus di Simalingkar. Jumlah umat yang hadir sangat terbatas dan harus mengindahkan protokol kesehatan Covid 19 dengan adanya physical distancing.

“Kita tetap indahkan peraturan pemerintah dengan memberlakukan physical dan social distancing selama misa diadakan, dan bahkan besok pada saat pengantaran jenazah,” ujar Vikaris Parokial Katedral Medan, Pastor Marihot Simanjuntak.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mulai 13 Mei; Akan Dilaksanakan Operasi Pasar Murah (OPM) di Kaltara

Read Next

Tambah 7 Orang Positif Covid-19 di Riau dari Klaster Sukabumi dan Magetan