PSBB ; Surabaya Raya Diperketat, Malang Raya Lebih Siap

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/05/2020). Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Senin (11/05/2020) berakhir dan diperpanjang 14 hari ke depan hingga 25 Mei 2020.

Berbeda dengan PSBB jilid 1, untuk PSBB jilid 2 ada beberapa hal yang kini bakal lebih diperketat. “Perpanjangan PSBB Surabaya raya yang pertama ada perhatian di check point, di tempat-tempat kerumunan massa dan pasar, dan tempat kerja seperti pabrik,” kata Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Heru yang menjabat sebagai Koordinator PSBB di Jatim ini menegaskan akan ada sanksi bagi masyarakat yang melanggar PSBB jilid 2. Hal ini sudah tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jatim. Namun Heru tidak merinci sanksi apa saja yang dikenakan kepada pelanggar.

“Adanya Surat Edaran gubernur untuk melakukan hal-hal yang sifatnya terjadi pelanggaran, ini bisa menjadi salah satu pegangan untuk melakukan langkah-langkah yang harus dilakukan di lapangan. Namun demikian pasal-pasal yang sudah masuk di sini dan ini menjadi salah satu rujukan untuk kabupaten/kota,” papar Heru.

Selain itu, Heru juga menambahkan tempat kerumunan massa seperti pasar akan melaksanakan arahan gubernur untuk melakukan desain social distancing. Misalnya pasar yang berjarak dengan menerapkan jam buka secara bergantian.

“Artinya dengan pasar ganjil-genap atau pasar yang diatur bukanya atau nanti dibuat pasar di luar lokasi pasar tersebut. Ini sudah dilakukan dan sudah disetujui oleh tiga kabupaten dan kota yang saat ini akan memperpanjang PSBB,” ujarnya.

Sementara untuk tempat ibadah, Heru menyebut telah mengundang perwakilan dari Kanwil Kemenag untuk memberikan informasi tempat ibadah. Hal ini mendasari sejumlah edaran yang menggerakkan kembali tempat ibadah.

“Karena bagaimanapun juga sudah ada surat masuk untuk menggerakkan kembali tempat-tempat ibadah. Dikhawatirkan pada saat selesainya PSBB tahap 2 adalah pas lebaran nanti akan terjadi pelaksanaan salat Idul Fitri. Untuk itu kami sudah minta untuk dirapatkan kembali, tentunya akan kita lakukan koordinasi masalah tempat ibadah,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Heru menjelaskan pelaksanaan PSBB tahap kedua di Surabaya Raya akan melibatkan Bhabinkamtibmas.

“Kembali lagi konsentrasinya agar di daerah pedesaan maupun RT RW akan diadakan gerakan maupun proteksi terhadap lokasi tersebut untuk mengurangi keluarnya masyarakat ke luar kota atau dalam kota,” katanya.

Sedangkan yang berada di check point akan dibantu oleh TNI dari pasukan yang lebih banyak lagi pasukan-pasukan yang ada di check point rinciannya ada dari Polda Jawa Timur.

Dalam kesempatan yang sama, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang juga Koordinator PSBB di Jatim itu juga menjelaskan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Malang Raya, meliputi Kota Malang, Kab Malang, dan Kota Batu telah diajukan dan disetujui oleh Menteri Kesehatan.

Dalam penerapannya nanti, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang juga Koordinator PSBB di Jatim itu menilai Malang Raya lebih siap dalam penerapan PSBB.

“Malang Raya ini lebih siap dibandingkan Surabaya Raya. Di sana banyak relawan yang siap bantu pelaksanaan PSBB dan sudah belajar dari penerapan di Surabaya Raya yang telah dilakukan selama 14 hari,” kata Heru saat jumpa pers, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (11/05/2020).

Selain adanya bantuan relawan dan kesiapan Pemkab dan Pemkot, Heru juga menjelaskan faktor lain kesiapan PSBB di Malang Raya.

“Di Malang Raya ini juga sudah ada desa tangguh atau desa siaga Covid-19. Kepedulian masyarakatnya juga cukup baik terutama di tingkat RT, RW dan desa,” ujarnya.

Terkait pembatasan akses jalan menuju Malang Raya, Heru juga menegaskan tetap dibuka check point untuk pembatasan akses keluar masuk.

“Bagi kendaraan yang menuju ke wilayah Malang Raya atau dari Malang ke Surabaya juga akan diperketat. Sama seperti penerapan check point di Surabaya Raya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Heru juga menjelaskan ada beberapa tambahan dan masukan terkait mekanisme kegiatan ekonomi di pasar.

“Jadi sesuai arahan, bahwa pasar nantinya diterapkan di jalan yang terbuka. Desainnya tetap social distancing dan physical distancing,” kata Heru.

Opsi lain, lanjut Heru, mendesain pasar dengan sistem ganjil dan genap. Dengan begitu pasar tetap beroperasi dan tidak mematikan ekonomi masyarakat. “PSBB tidak menutup pasar agar ekonomi tetap berjalan. Kita siapkan alternatif itu saat PSBB,” jelasnya.

Secara keseluruhan, kata Heru, PSBB Malang Raya secara teknis penerapannya sama dengan PSBB Surabaya Raya. Setelah persetujuan dari Kemenkes RI turun lalu dilanjutkan sosialisasi selama tiga hari sebelum pemberlakuan PSBB.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kadiskes Riau: Hilangkan Stigma Rapid Tes Positif

Read Next

Empat Orang Meninggal Dunia, Bupati Batang Minta Waspada DBD