Prov. Jawa Barat merilis Sistem PPDB 2020/2021 di Tengah Covid-19

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/05/2020). Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dewi Sartika menyampaikan bahwa pihaknya telah siap dalam melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020/2021 melalui dengan 2 tahap. Meskipun dalam kondisi penyebaran virus pandemic corona. Hal ini disampaikan pada jumpa pers di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin

“Secara sistem kita sudah siap, support sistem kita bekerjasama dengan institute teknologi bandung, bandwitg kita Bandwith di server kita besarkan menjadi 1 gbps (giga byte per second) cukup bagus begitu.”  Ungkap Dewi

Ia menambahkan bahwa Selain Pergub Jawa Barat Nomor 37 Tahun 2020 tentang PPDB sebagai acuan dari pelaksanan PPDB di Jabar. Pihaknya juga mengacu pada permendikbud.

“Kemudian untuk dasar pelaksanaannya adalah permendikbud nomor 44 tahun 2019 terkait PPDB TK, SD, SMP, SMA, SMK termasuk juga SLB.” terangnya

Dewi juga menjelaskan tentang perbedaan proses pendaftaran tahun lalu dengan sekarang, mengingat kondisi di tengah penyebaran covid 19

“Apabila kita membandingkan PPDB tahun lalu dengan tahun sekarang, Ini adalah terkait pendaftaran tahun lalu melalui daring dan luring, tetapi tahun ini, sebagaimana diketahui bahwa kita sedang menjalani pandemic untuk covid 19 sehingga seluruhnya kita fokus menghindari kerumunan. Sehingga seluruh pendaftaran ini melalui daring.” ungkapnya

Dalam konferensi pers itu juga, Dewi menjelaskan tentang tahapan PPDM di Provinsi Jawa Barat 

“Tahapannya tahul lalu hanya 1 tahup tapi sekarang 2 tahap, tahap yang pertama adalah jalur prestasi, afirmasi dan jalur perpindahan itu dilaksanakan 8 – 12 juni 2020. Tahap kedua untuk jalur zonasi, 25 Juni – 1 juli.“ terangnya

Ia memaparkan bahwa PPDB tahun lalu tidak ada akun, karena sekarang semuanya  melalui daring sehingga sekarang Provinsi Jawa Barat akan membagikan akun jadi akunnya ada dua yang pertama adalah akun sekolah, yang kedua  untuk para peserta didik atau pendaftar.

“ Tentu akun ini akan dibagikan ke sekolah, dan pihak sekolah membantu anak-anak untuk mendapatkan akun tentu ini ada komunikasi dari sekolah asal. Harus ada komunikasi dari wali kelas dan masing-masing peserta didik di sekolah asal” imbuhnya

Berbagai kebijakan yang ia paparkan merupakan hasil dari pertemuan sebelumnya dengan pihak-pihak penentu kebijakan di Prov. Jawa Barat.

“Kemarin kita juga melakukan rapat virtual antara pak Sekda, Prov. Jawa Barat, dengan para kepala Disdik se-Jabar untuk menginformasikan bahwa PPDB 2020/2021 akan sukses ketika kita berkeja sama melakukan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten/kota,” tuturnya.

Dewi juga mengakui adanaya perbedaan alur pendaftaran antara SMA, SMK dan SLB

“Alur pendaftaran ada 4 untuk SMA, yang pertama zonasi, yang kedua prestasi, yang ketiga afirmasi, dan yang keempat perpindahan orangtua atau anak guru. Sedangkan untuk SMK itu hanya 3, yaitu prestasi, kemudian afirmasi dan perpindahan. Tidak ada jalur zonasi untuk SMK, karena  SMK itu langsung disesuaikan jurusannya dan pilihannya  untuk masing-masing peserta didik. Untuk SLB, tidak ada zonasi ataupun alur, karena disesuaikan dengan kebutuhan siswa” jelas Dewi

Sebelum menutup penyampaiannya dalam konferensi pers tersebut, Dewi menyampaikan terkait siapa saja yang termasuk dalam kriteria peserta didik jalur afirmasi

“Siapa saja yang bisa mendaftar  untuk jalur afirmasi, salahsatunya untuk PKH, kemudian penerima kartu keluarga sejahtera, kartu Indonesia sehat, kartu pra sejahtera, Indonesia Pintar, kemudian sembako murah dan juga program-program lain yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten ataupun pemerinntah provinsi, maupun pusat”.  ungkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Cipayung Sumut: Pemprov Sumut Tak Mampu Hadapi Dampak Pandemi Covid-19

Read Next

Merugikan Negara Hampir 1 Miliar, Kadis PU Ngada Ditetapkan Tersangka.