Neraca Perdagangan RI Surplus di Tengah Pandemi Covid-19, namun “Harus Waspada”

Sumber : Kementrian Keuangan (2020)

Sumber : Kementrian Keuangan (2020)

Konfirmasitimes.com-Jakarta (12/05/2020). Sejak awal pandemi Covid-19, isu mengenai perdagangan global menjadi perhatian khusus berbagai negara tak terkecuali bagi Indonesia. Perdagangan antar negara memegang peranan penting tidak hanya dalam memerangi pandemi, namun juga menjadi nafas ekonomi di tengah situasi sulit saat ini.

Pertumbuhan Ekonomi dan Perdagangan Global diproyeksikan Tumbuh negatif

Sumber- IMF WEO April (2020), diolah BPPP
Sumber- IMF WEO April (2020), diolah BPPP

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 akan tumbuh negatif di angka 3%. Penurunan pertumbuhan ekonomi ini akan dirasakan paling mendalam oleh negara-negara maju dibandingkan dengan negara-negara berkembang. Sebut saja Amerika Serikat, Eropa dan Jepang yang notabene negara maju masing-masing diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,9%, 7,5% dan 5,2% pada tahun ini.

International Monetary Fund (IMF) juga memproyeksikan bahwa Perdagangan dunia tahun 2020 akan turun tajam menjadi negatif 11%. Hal ini jelas menjadi ancaman serius bagi negara manapun, baik adigdaya maupun negara berkembang seperti Indonesia.

Kinerja Perdagangan Negara Mitra Dagang Jan-Mar 2020 juga Menurun

Data yang diunggah oleh Trademap (2020) memperlihatkan Neraca Perdagangan di beberapa negara tercatat mengalami defisit di awal tahun 2020, seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Jepang. Sementara surplus beberapa negara juga mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, seperti Jerman dan Singapura.

Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) merilis data yang diolah dari Tradingeconomics (2020) menunjukkan hal senada. Kinerja ekspor beberapa negara pada Januari-Maret 2020 juga mengalami pelemahan dibanding Januari-Maret tahun lalu, diantaranya Brazil turun 2,2%, Korea Selatan turun 1,0%,Vietnam turun 30,6%, dan Chili turun 4,7%. Namun ekspor beberapa negara masih mampu tumbuh, yaitu Taiwan naik 3,7%. Pada periode yang sama, impor Brazil dan Taiwan tumbuh masing-masing 4,3% dan 3,5%, sedangkan Korea Selatan mengalami penurunan 2,4%, Vietnam tumbuh negatif  33,7%, dan Chili turun 13,3%.

Sumber: Tradingeconomics (2020)
Sumber: Tradingeconomics (2020)

Lebih lanjut, World Trade Organisation (WTO) juga melakukan berbagai kajian terkait dengan perdagangan global di tengah kecamuk Covid-19. Dengan menyiapkan berbagai skenario World Trade Organisation memproyeksikan bahwa perdagangan barang dunia akan kembali pulih dan tumbuh positif pada tahun 2021 mendatang.

Sumber: Tradingeconomics (2020)
Sumber: Tradingeconomics (2020)

Bagaimana dengan Sektor Perdagangan Indonesia ?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari-Maret 2020, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 2,6 miliar, terdiri dari surplus neraca non migas sebesar USD 5,7 miliar dan defisit neraca migas USD 3,0 miliar. Selain itu, pada periode yang sama, ekspor Indonesia mencapai USD 41,8 miliar, naik 2,91% dibandingkan Januari-Maret 2019. Ekspor Migas sebesar USD 2,3 miliar atau mengalami penurunan 34,15%, sedangkan ekspor non migas sebesar USD 39,5 miliar atau naik 6,39%.

Sumber : Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (2020)
Sumber : Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (2020)

Neraca Perdagangan yang saat ini surplus tetap harus diiringi dengan sikap waspada dan siaga. Proyeksi Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP), dampak pandemi COVID-19 diperkirakan akan menekan pertumbuhan ekspor barang menjadi turun 13,7%-15,3%, yang dipicu oleh pertumbuhan ekspor non migas yang turun 16,5%-18,1%. Tidak hanya ekspor, impor barang diprediksi juga akan mengalami tekanan sehingga turun 14,4%-16,6% karena permintaan domestik terhadap impor barang nonmigas mengalami kontraksi negatif 12,8%-14,4%.

Sumber : Kementrian Keuangan (2020)
Sumber : Kementrian Keuangan (2020)

Sumber : Kementrian Keuangan (2020) Secara kompak, Kementrian Keuangan juga merilis outlook indikator utama perekonomian Indonesia 2020 dimana didalamnya diproyeksikan kinerja ekspor turun tajam  dengan skenario berat (penurunan 14%) dan skenario sangat berat (penurunan 16,65%). Berbagai proyeksi di atas tentunya telah direspon dengan kebijakan terkait untuk menekan dampak pandemi covid-19 terhadap sektor perdagangan global Indonesia, dukungan masyarakat akan sangat diperlukan dalam hal ini.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Wapres RI; Perbanyak Kebaikan Untuk Raih Keutamaan Lailatul Qadar

Read Next

Para Ilmuwan Telah Menemukan Perubahan Abnormal Pada Tubuh Mereka yang Terinfeksi Virus Corona