Lima Puluh Warga Blora Reaktif Rapid Test Covid-19

Konfirmasitimes.com – Jakarta (12/05/2020). Bupati Blora Djoko Nugroho menyampaikan hingga saat ini di Kabupaten Blora, sudah ada 50 orang warga yang aktif setelah melakukan tes cepat Covid-19

“Dari 50 orang tersebut 22 di sini adalah anak-anak kita yang pulang dari pesantren Temboro, Magetan Jawa Timur, sementara dari tenaga medis, staf dan karyawan RSUD Blora 7 orang,” kata bupati, dalam pertemuan pers laporan dan informasi perkembangan informasi dan perkembangan Covid-19, di pusat media Posko Gugus, Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (11/05/2020).

Kemudian lanjut dia, dari tenaga medis, staf dan karyawan RSUD Cepu sebanyak 14 orang. “Lain-lain masyarakat ada 7 orang,” kata dia.

Dari 50 orang itu, menurut Bupati Blora, 9 orang dinyatakan positif berdasarkan hasil tes laboratorium Reaksi Rantai Polimerase (PCR), sedangkan tiga orang diterima dunia. “Enam orang diajari di RSUD Blora dan RSUD Cepu dan Klinik Bhakti Padma Klopoduwur,” tambah dia.

Disampaikan lebih lanjut, melalui pemutakhiran data pemantauan terbaru Covid-19 Kabupaten Blora hingga pukul 10.49 WIB, Senin (11/5/2020) disambut oleh Orang Tanpa Frekuensi (OTG) 352, proses penelusuran 164, selesai dilihat 188.

Jumlah Orang Dalam Pemantaun (ODP) 877, proses pemantauan 37, selesai pemantauan 839, dan meninggal 1 orang. Selanjutnya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 22, pengawasan 10, selesai pengawasan 8, diterima tidak ada (Hasil PCR belum keluar), dan meninggal 3 (PCR Negatif) dan 1 orang meninggal. Kemudian warga yang memulai tes cepat 50 orang (+5 orang). OTG 42 dan ODP 2 PDP 6. Untuk jumlah pemudik hingga pukul 21.00 WIB, Sabtu (9/5/2020) sebanyak 30.517 orang.

“Dari saudara-saudara kita yang positif reaktif, setelah tes jalani cepat, ada beberapa kelompok atau klusternya, sumbernya belum jelas, atau belum pasti dari mana penularannya, ini sedang kita cari,” ungkap Bupati Blora.

Menurut dia, hal ini menunjukkan siapa pun di luar yang menularkan dan ditularkan tidak pernah tahu. “Oleh karena itu saya harap saudara-saudaraku hati-hati dan waspada, kompilasi sedang melatih dan berkomunikasi dengan banyak orang. Ikuti semua imbauan dari pemerintah, dengan harapan Covid-19 segera berhenti, dan bisa dibuka bersama-sama, “ujar dia.

Pada kesempatan itu Bupati Blora menyampaikan bantuan sosial yang diterima masyarakat Blora ada beberapa sumbernya. Pertama dari Presiden, kedua Menteri Sosial, tiga Pemerintah Kabupaten Blora, dan keempat adalah para Kepala Desa.

Diterbitkan saat ini yang telah diterima oleh masyarakat adalah dari Presiden yang nominalnya Rp200.000,00 / orang. Kemudian bantuan dari Kementerian Sosial Rp600.000,00 / orang dalam bentuk tunai. “Sebentar lagi Presiden juga akan menambah bantuan dalam bentuk natura,” ucap dia.

Bupati mengatakan, menerima bantuan itu berdasarkan data nasional yang dibuat Badan Pusat Statistik (BPS). “Kita tidak pernah tahu, dan kita tidak punya wewenang untuk mengubah. Kita akui memang di sana-sini banyak yang tidak tepat sasaran, ”ujar dia.

Menurut dia, sedang dilakukan evaluasi, untuk disetujui diusulkan pemerintah pusat dengan harapan data yang sudah ada sekarang ini bisa diperbaiki. “Kita menambah dengan cara mendata saudara-saudara kita yang belum beruntung yang mestinya mendapat bantuan dan tidak masuk dalam data,” kata bupati.

Dia melanjutkan, untuk itu sudah dilakukan pendataan baik oleh lurah maupun kepala desa. Dari data itu akan diberikan bantuan pada 15 Mei 2020.

“Baik dari Pemkab Blora maupun dari Kepala Desa. Insya Allah dengan cara seperti ini, saudara-saudara kita yang belum beruntung tidak akan terlewatkan,” terang dia.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Persyaratan Untuk Penumpang Kereta Api Selama Pandemi Covid-19

Read Next

Mulai Hari Ini, KAI Operasikan Kereta Api Luar Biasa (KLB)