Razia Masker; Diminta Pulang Bagi yang Tak Pakai Masker

Konfirmasitimes.com-Jakarta (11/05/2020). Pemerintah Kota Surakarta gencar melakukan razia masker di seluruh pasar tradisional di Kota Bengawan. Hasilnya, banyak didapati puluhan pengunjung yang tak taat aturan. Namun, berbeda dengan pengunjung, para pedagang cenderung lebih tertib.

Dalam keterangannya Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP, Agus Sis Wuryanto saat melakukan razia di Pasa Gede pada hari Minggu (10/05/2020) mengatakan “Kebanyakan yang tidak memakai masker adalah pengunjung. Masih banyak yang tidak mengindahkan aturan itu. Sebelum merazia pasar, kami juga sudah merazia pedagang di kawasan Tambak Segaran,”.

Ditambahkan, para pengunjung yang tak mengenakan masker itu, diminta pulang untuk mengambil masker, atau membelinya di lokasi penjualan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Heru Sunardi, pihaknya mengambil sikap tegas karena imbauan untuk memakai masker sudah lama disosialisasikan.

Heru mengakui, tidak ada sanksi bagi pelanggar aturan tersebut selain diminta meninggalkan pasar.

“Tapi kami akan terus melakukan razia, agar semua pedagang dan pengunjung selalu mengenakan masker di pasar tradisional selama pemberlakuan Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona,” kata Heru.

Pemerintah Kota Surakarta, lanjut Heru, telah membagikan ribuan masker kepada pedagang di pasar tradisional. Tak hanya pembagian masker, Pemkot pun telah membebaskan retribusi harian dan iuran kebersihan bagi seluruh pedagang.

“Semuanya kami bebaskan, baik untuk pedagang yang berjualan di kios, los, maupun oprokan, termasuk seluruh pedagang kaki lima (PKL). Pembebasan retribusi ini berlaku mulai Mei sampai Agustus,” tegas Heru.

Dispensasi tersebut diberikan Pemkot mengingat usaha mereka mengalami kelesuan akibat pandemi Covid-19.

“Jadi Pemkot meminta pedagang juga fair. Kami sudah memberikan pembebasan retribusi, dan mereka hanya diminta memakai masker selama berjualan, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kalau masih tidak dipatuhi, ya tentu ada sanksinya,” papar Heru.

Sanksi tersebut, ujarnya, berupa pemberian surat peringatan hingga pencabutan surat hak penempatan (SHP).

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 11 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Info Virus Corona DKI Jakarta 11 Mei Korban Meninggal 453 Orang

Read Next

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru