Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Konfirmasitimes.com-Sumatera Utara (11/05/2020). Patut ditiru, itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan Pemuda GKPS Ujung Seribu. Pemuda-pemuda ini mengumpulkan donasi untuk diberikan pada 28 orang lansia di desanya, Bangun Purba, Deliserdang, Sumatera Utara (10/05/2020).

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Pada pemberian paket bantuan itu, turut hadir Jastrawandi Purba, Triadil Saragih, Rikson Purba, Mika Purba, Rani Ginting, dan beberapa pemuda lainnya.

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

“Kami berterima kasih atas kerja sama pemuda yang telah peduli pada kami lansia. Semoga pemuda tetap solid dan makin akrab,” harap R.Damanik, salah seorang lansia penerima paket bantuan.

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Hal senada juga disampaikan Pak S.Ginting. “Semoga rezeki pemuda semakin banyak supaya semakin menjadi berkat,” tutur S Ginting ketika menerima paket bantuan.

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Ada pun paket bantuan yang diberikan adalah kebutuhan pokok, terutama beras.

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Pemberian paket pertama diberikan langsung oleh Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Ujung Seribu, St.Terang Saragih.

Kreativitas Pemuda GKPS Ujung Seribu dari Sumatera Utara ini Patut Ditiru

Namun, di samping pembagian paket bantuan itu, pemuda-pemuda ini juga membuat ember-ember bekas untuk bisa dimanfaatkan warga sekitar saat mencuci tangan.
Saat ini, untuk menghindari diri dari Corona, kebersihan diri memang sangat diperlukan. “Jangan tunggu pemerintah, ayo kita berkreasi melawan Covid,” ujar Triadil Saragih.

Pemuda lulusan Pascasarjana dari IKJ itu mengharapkan agar masyarakat memulai dari hal-hal kecil. “Kita mulai dari hal kecil,” tuturnya. 

Siang itu, para pemuda GKPS Ujung Seribu memang tampak antusias. Mereka memaksimalkan ember bekas sebagai tempat cuci tangan. Mereka berharap, donasi ember diberikan untuk dijadikan sebagai wadah mencuci tangan bagi warga.

“Saya rindu, agar pemuda GKPS Ujung Seribu dan seluruh pemuda di mana pun berada untuk berkreasi dan bergotong-royong dalam menghadapi Covid ini,” tutur pemuda yang kini gencar mempromosikan budaya Simalungun di Jakarta.

Menurutnya, saat ini pemuda harus bekerja sama dan bergerak. Baginya, bekerja lebih baik daripada berbicara saja. “Kami tak tahu berteriak, kami cuma bisa bergerak,” tutur pemuda yang bermimpi suatu saat dapat membawa budaya Simalungun tampil di acara-acara budaya pada hari besar Republik ini.

Triadil sangat berharap, Wabah Covid-19 segera berakhir agar segera bisa beraktivitas normal, termasuk agar bisa beribadah lagi. Saat ini memang, selain sekolah, beribadah massal di gereja sudah tidak dianjurkan pemerintah.

Sementara itu, ketua Pemuda GKPS Ujung Seribu, Jastrawadi Purba, mengatakan kepada awak media konfirmasitimes.com bahwa tujuan pembagian paket dan pembuatan kreasi melalui ember bekas semata bukan hanya untuk membantu warga.

“Itu juga kita lakukan agar pemuda semakin solid dan kompak,” ujar pemuda lulusan dari  Unpri Medan ini.

“Kita tak ingin hanya bersatu dan solid di masa seperti ini, tentu saja. Kita harus tetap solid untuk selanjutnya, itu yang paling utama,” tambah Jastrawadi Purba tanpa menampik bahwa ia sangat berharap Pandemi Covid-19 segera selesai.

Menurut pemuda yang kini aktif sebagai guru bahasa Inggris ini, contoh yang baik harus diberikan kepada pemuda lainnya. “Marilah mulai sekarang bekerja dan bergerak. Jangan hanya berbicara dan berkomentar,” tegasnya.

Karena itu, masih kata Jastrawadi Purba, sangat perlu membimbing anak muda. Baginya, anak muda itu harus bekerja dan bergerak. Namun, sambungnya lagi, membimbing anak muda tak cukup dengan kata-kata. “Intinya harus memberi teladan. Kita bekerja dan bergerak saja, maka itu akan dicontoh pemuda lainnya,” imbuh Jastrawadi.

Ketika ditanya apakah kegiatan ini akan dilanjutkan lagi, Jastrawadi sebenarnya berharap tindakan serupa akan mereka lanjutkan lagi. “Tapi, kita lihat juga kondisi,” tukasnya menambahkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Razia Masker; Diminta Pulang Bagi yang Tak Pakai Masker

Read Next

Upaya Penyembuhan Cepat Pasien Covid-19 dengan Kefir Kolostrum