Lapas Palangka Raya Produksi APD Bentuk Partisipasi Lawan Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (10/05/2020). Sebagai upaya dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 agar tidak masuk ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya, Syarif Hidayat selaku Kepala Lapas Palangka Raya, memberi instruksi kepada Kasi Giatja, Eka Prayitno untuk mengarahkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) membuat masker yang berbahan dasar kain, Sabtu (09/05/2020).

Masker merupakan Alat Pelindung Diri (APD) yang penting karena berfungsi menyaring dan membatasi kulit wajah dari debu, percikan air liur yang keluar saat berbicara, menghela napas ataupun batuk dan bersin serta kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.

Kegiatan ini juga dilakukan mengingat jumlah pasien positif di Kalimantan Tengah khususnya Kota Palangka Raya yang terus meningkat. Oleh karena itu, Lapas Palangka Raya meningkatkan  tindakan pencegahan Covid-19 dalam hal produksi Alat Pelindung Diri (APD).

Dalam keterangannya Kasi Giatja, Eka Prayitno, menyebutkan bahwa masker ini akan dibagikan ke seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Palangka Raya.

“Jadi untuk hasil produksi masker kain ini, akan dibagikan ke semua WBP Lapas Palangka Raya. Dalam hal ini juga membimbing para WBP yang bisa menjahit agar bisa membuat masker sendiri,” kata Eka.

Seperti yang disebutkan Kasi Giatja, Eka Prayitno, kegiatan ini juga menambah keterampilan bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Palangka Raya sebagai bekal mereka di kemudian hari pasca bebas nanti.

Kepala Lapas Palangka Raya, Syarif Hidayat, berharap berbagai upaya yang telah dilakukan ini dapat mencegah Covid-19 agar tidak terpapar pada WBP Lapas Palangka Raya.

“Semoga upaya kita ini, dapat menjauhkan WBP kita dari virus corona.  Kita akan berusaha semaksimal mungkin agar tercapainya kebaikan bersama,” harap Syarif.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,8 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 265 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 09 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Positif Covid-19 di Jatim Bertambah Menjadi 1.409 Orang, PSBB Diperpanjang

Read Next

Beraksi Pada Banyak Tempat Di Surabaya, Lima Pelaku Curas Dibekuk Polisi