Korban Covid-19 di Blora, 3 Meninggal Tambah 1 Positif

Konfirmasitimes.com – Jakarta (10/05/2020). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora menyatakan ada yang melaporkan positif Covid-19 berdasarkan hasil tes laboratorium Reaksi Polymerase Chain (PCR) yang meninggal dunia.

Dalam keterangannya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Blora Lilik Hernanto pada jumpa pers pembaruan informasi perkembangan Covid-19, di media center Posko Gugus, Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blora, Sabtu (09/05/2020) menyampaikan ada salah satu kasus swab waktu nyata laboratorium PCR, satu orang, dan orang tadi pagi meninggal dunia. Jadi total kasus positif Covid-19 di Blora sebanyak tujuh orang.

“Tiga orang meninggal dunia sementara empat orang masih melakukan perawatan di rumah sakit,” kata Lilik.

Dilaporkan lebih lanjut, sampai saat ini, pemerintah kabupaten Blora sudah melakukan total tes cepat (tes cepat langsung) sebanyak 514 tes.

“Yang reaktif, hingga hari ini berjumlah 39 orang. Terdiri dari kluster Temboro kami menemukan 19 orang. Jadi yang kluster Temboro cukup besar, ” kata Lilik.

Kluster Temboro yang menyelesaikan, lanjutnya, sebanyak 130 orang dan 19 orang reaktif. Dua orang sudah positif swab tes PCR dan satu orang negatif.

Masih menurut Lilik Hernanto, hasil tes cepat di rumah sakit yakni di RSUD Blora dan Cepu cukup memprihatinkan karena ada enam tes cepat reaktif.

“Cukup memprihatinkan bagi kita. Ada tambahan enam tes cepat reaktif di RSUD Cepu. Jadi, total tenaga kesehatan RSUD Cepu yang tes cepat sebanyak 10 orang dari lebih 50 tenaga kesehatan yang kita tes cepat, ” kata Lilik.

Sedangkan di RSUD Blora, tes cepat reaktif sebanyak enam orang, dan sudah dipasang dalam isolasi di hotel Mustika Blora. Sementara di Cepu di Hotel Grand Mega.

“Mohon dukungan doanya, mudah-harap segera diselesaikan, dan hasil PCR negatif,” harapnya.

Yang perlu dipertimbangkan bersama, khusus untuk tenaga kesehatan dari rumah sakit atau Puskesmas, menurut Lilik, tetap meminta semangat dan menjaga kesehatan serta mengikuti protokol yang ada.

“Jangan sampai kita sakit, perlu sampai tertular karena masyarakat membutuhkan tenaga kita semua,” kata dia.

Di beberapa wilayah puskesmas dan rumah sakit, lanjutnya, ada beberapa daerah yang perlu dilakukan penyehatan. Yaitu daerah merah, kuning dan hijau, yang perlu dilakukan, kira-kira ada penularan di sana.

Berdasarkan tes swab yang sudah disetujui, menurut Lilik, sebanyak 50 orang, tujuh orang dinyatakan positif.

“Ini banyak tenaga kesehatan, khusus di rumah sakit dan satu di Puskesmas yang terisolasi karena cepatnya juga reaktif, mudah-hasil tes swab nanti negatif semua,” jelasnya.

Untuk keluarga korban yang meninggal dunia akibat kasus positif Covid-19, oleh SOP, kata Lilik, warga masyarakat tidak perlu resah.

Akan segera kita ikuti-lanjuti, segera melakukan tes cepat (tes cepat) pada kontak terdekat, baik kontak langsung maupun tidak langsung dengan almarhum.Warga tidak perlu berlebihan takut.

Sebab kalau berlebihan, bisa stres, daya tahan tubuh meningkat. Dan meminta keluarga almarhum diberi dukungan moril.

“Semuanya ini adalah korban, ini bisa menimpa kita semuanya. Kita tidak boleh mendiskriminasi. Sekali lagi tidak bisa mengucilkan, ”jelasnya.

Kita semua cukup membutuhkan jarak, tidak perlu bersalaman, tetap memakai topeng yang disetujui oleh pemerintah.

“Kami mengharapkan kewaspadaan semuanya. Selain itu, jumlah tes cepat yang cukup tinggi yaitu 39 orang. Jadi harus waspada, karena ini akan berakhir jika kita semua ambil bagian, ”imbuhnya.

Berkali-kali, kata dia, warga selalu mengingatkan bahwa garda terdepan pencegaha Covid-19 ini adalah kita semua, warga masyarakat, bukan pada tenaga kesehatan.

“Caranya patuhi pemerintah, untuk pakai topeng, di rumah saja, jaga jarak, jangan berkerumun,” urainya.

Pihaknya juga membuktikan, itulah yang membuktikan tidak, sekarang sudah banyak keluarga dan petugas kesehatan yang terpapar (tes cepat positif).

“Jadi sudah ada penularan yang luar biasa di fasilitas kesehatan. Tolong, satu-satunya jalan adalah tingkatkan kewaspadaan kita semua, kita tingkatkan kesulitan, agar tidak menyebar dan semakin meluas,” tegasnya.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,8 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 265 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 09 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Angkasa Pura II Berlakukan Prosedur Baru Untuk Penumpang Pesawat

Read Next

Pelanggaran Akan Ditindak Tegas, PSBB Surabaya Raya Diperpanjang