Survei Menunjukkan Sikap Orang Amerika Terhadap Vaksinasi Virus Corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/05/2020). Hampir 15% orang Amerika mengatakan mereka tidak akan divaksinasi terhadap virus corona ketika vaksin COVID-19 tersedia, menurut survei yang dilakukan oleh Morning Consult.

Responden diminta untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana mereka akan merespons jika vaksin yang melindungi orang dari viirus corona akan tersedia. Data penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64%) merespons positif dan mengatakan mereka akan divaksinasi. Pada saat yang sama, 14% responden menyatakan maaf, 22% – belum memutuskan.

Menurut data yang diperoleh, orang berusia 65 tahun ke atas adalah kelompok populasi terbesar yang berencana untuk divaksinasi. Di segmen ini, 80% menunjukkan bahwa mereka siap melakukan ini, 7% negatif. 

Jumlah terkecil orang yang ingin divaksinasi adalah kelompok umur 35-44, 53% bereaksi positif di sana, 18% menentang vaksinasi.

Survei dilakukan dari 1 Mei hingga 3 Mei, dan 2.200 orang dari 18 tahun ke atas mengambil bagian di dalamnya. 

Sebagai informasi Morning Consult sebuah perusahaan riset teknologi swasta dan survei online.

Menurut data terakhir, lebih dari 75 ribu orang meninggal karena COVID-19 di Amerika Serikat. Jumlah kasus infeksi virus corona di negara ini sudah lebih dari 1,2 juta , hampir lebih dari 190 ribu sudah sembuh.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,75 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 259 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 08 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Mesir Akan Cabut Pembatasan Mulai 1 Juni

Read Next

Gejala Awal Virus Corona yang Mempengaruhi Tingkat Keparahan Penyakit