Puncak Epidemi Virus Corona di Belanda Telah Berlalu

belanda corona

Konfirmasitimes.com-Jakarta (09/05/2020). Puncak epidemi virus corona di Belanda terjadi pada akhir Maret – awal April, sekarang jumlah infeksi baru dan kematian akibat COVID-19 sedang menurun, situasi telah dikendalikan, kata seorang karyawan Institut Kesehatan Nasional (RIVM), Cohen Berends.

“Puncaknya (kejadian COVID-19-red.) Terjadi pada akhir Maret – awal April, setelah itu ada penurunan. Jumlah kasus baru infeksi virus corona dan angka kematian menurun. Kecenderungan ini telah diamati sejak 18 April. Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit mulai menurun pada akhir Maret “, kata Cohen.

Menurutnya, jika sebelumnya jumlah orang Belanda yang menjalani perawatan di unit perawatan intensif adalah 1200-1300, sekarang angka ini adalah 600-700.

“Sekarang situasinya terkendali, tetapi kami bertindak sangat hati-hati untuk menghindari peningkatan baru dalam tingkat kejadian, sehingga tindakan pembatasan tetap,” tambah Berends.

Dia juga mencatat bahwa di selatan Belanda, yang paling terpengaruh oleh penyakit ini, situasinya juga mulai membaik.

Secara keseluruhan, 41.774 orang telah terinfeksi virus corona di Belanda. Jumlah kematian adalah 5.888. Lebih dari 11 ribu orang telah dirawat di rumah sakit untuk perawatan.

Pada 31 Desember 2019, otoritas Cina memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang wabah pneumonia yang tidak diketahui di Wuhan. Para ahli telah mengidentifikasi apa penyebab penyakit ini memberi nama virus corona baru 2019-nCoV. WHO memberi nama resmi penyakit itu COVID-19, dan pada 11 Maret, WHO mengumumkan wabah itu sebagai pandemi.

Menurut data WHO terbaru, lebih dari 3,75 juta kasus infeksi telah tercatat di dunia, lebih dari 259 ribu orang telah meninggal.

Berita seputar virus corona terbaru selengkapnya disini.

Laporan update virus corona seluruh provinsi Indonesia 08 Mei 2020 , selengkapnya

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Di Taman Singapura, Robot Akan Mendesak Orang Untuk Menjaga Jarak

Read Next

KDRT di Eropa Tercatat Meningkat Selama Pandemi Virus Corona