Disebut Kurang Tegas Larang Mudik, Pemerintah Ijinkan Moda Transportasi Beroperasi Lagi

Satib

Satib

Konfirmasitimes.com-Surabaya (08/05/2020).  Anggota Komisi D DPRD Jatim Satib mengatakan pihaknya melihat pemerintah kurang serius dalam dalam menerapkan larangan mudik bagi masyarakat ketika pandemic Covid-19. Ketidak seriusan tersebut, setelah Menteri Perhubungan membuka Kembali jalur transportasi darat, laut dan udara melalui Permenhub No 25 tahun tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

“Pemerintah kurang tegas dalam penerapan larangan tersebut,”ungkap Satib, pria asal Jember ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat(08/05/2020).

Dikatakan politisi asal Gerindra ini, seharusnya jika pemerintah serius untuk memotong pandemi Covid-19 dengan memberlakukan larangan mudik, maka harus tetap diberlakukan.

“Bukan malah membuka jalur penerbangan untuk masyarakat menengah atas. Ini jelas merugikan dan berdampak ada kesenjangan sosial. Ini sangat disayangkan sekali,” jelas Satib, pria yang juga anggota Komisi D DPRD Jatim.

Sementara itu, Kadishub Jatim Nyono saat dikonfirmasi mengatakan yang diperbolehkan untuk menggunakan transportasi umum selama pandemic Covid-19 dalam Permenhub No 25 tahun 2020 antara lain  perjalanan-perjalanan orang yang sifatnya adalah keperluan bisnis esensial, yaitu dengan kepentingan yang mendesak. Kemudian perjalanan orang yang melakukan tugas meliputi pertahanan keamanan, ASN yang bertugas percepatan penanganan korupsi, bidang kesehatan, serta penumpang berkepentingan mendesak.

Nyono
Nyono

“Antara lain apabila ada keluarganya yang meninggal, atau keluarganya ada yang sakit keras, lalu pemulangan tenaga migran WNI dan pelajar di luar negeri yang ingin kembali ke Indonesia. Kemudian pemulangan orang dengan alasan-alasan khusus oleh pemerintah yang ditentukan oleh pemerintah. Tetapi semua itu dengan persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Nyono.

Lebih lanjut Kadishub Nyono menjelaskan, persyaratan tersebut diantaranya adalah jika pegawai, maka harus melampirkan surat tugas, baik itu ASN/TNI/Polri dari pejabat dengan tingkat eselon 2. Kemudian juga harus menyertakan Surat Keterangan Sehat, Surat Keterangan Bebas Covid-19 dari Puskesmas atau rumah sakit (RS).

“Tanpa melengkapi syarat itu, maka kendaraan akan diminta putar balik dan kembali ke daerah asal. Jadi, surat edaran Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pembukaan perjalanan ini berlaku sangat terbatas, untuk keperluan-keperluan yang juga sangat linear dengan upaya penanganan Covid-19,” kata Nyono.

Sekedar diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melonggarkan aturan transportasi ditengah pandemic Covid-19. Penjabarannya dalam Permenhub No 25 tahun tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Keputusan Menteri Perhubungan tersebut diambil agar perekonomian nasional tetap berjalan normal.

Dengan keluarnya Permenhub No 25 tahun 2020 tersebut  diharapkan seluruh perusahaan angkutan umum memastikan awak dan penumpangnya mematuhi protokol Covid-19.

Dalam aturan tersebut setiap awak yang menjalankan moda transportasi umum harus memiliki keterangan negative Covid-19 dari instansi yang bertanggung jawab dibidang Kesehatan atau dari Gugus Tugas Percepatan Covid-19 pada maksmum 14 hari setelah hasil tes keluar. Selain itu wajib menggunakan masker dan sarung tangan selama bertugas.

Untuk pemesanan tiket akan dilayani di kantor pusat maupun kantor cabang penyelenggara transportasi umum dengan langsung tiket pulang pergi dengan pengecualian rencana perjalanan menerus yang berbeda.

Tak hanya itu, di Peraturan Menhub tersebut juga disebutkan operator transportasi umum juga wajib memastikan calon penumpang memenuhi persyaratan dari  Gugus Tugas dimaksud sebelum diberikan tiket atau dokumen angkutan. Penumpang juga wajib memakai masker selama perjalanan.

Selain itu, Kendaraan bermotor umum yang diperbolehkan untuk beroperasi, harus dilengkapi dengan tanda khusus yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Covid-19.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Kebut Pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19, Pemerintah Pusat Gerojok Bantuan Medis Ke Jatim

Read Next

Hari Palang Merah Dunia, Stok Darah Cukup Rendah di PMI Yogyakarta