Perguruan Pencak Silat SH-Winongo Ngunut Bersama Masyarakat Lakukan Pencegahan Korona

Konfirmasitimes.com-Ponorogo (07/05/2020). Tak hanya berkecimpung olah fisik dan seni beladiri. Di saat pandemi wabah Korona seperti saat ini, Perguruan SH-Winongo sub-Ranting Ngunut ikut serta menghalau mata rantai wabah Korona. Salah satu orgnisasi perguruan pencak silat di Ponorogo bersama masyarakat mengadakan penyemprotan dasinfektan di dusun Jogoragan, Desa Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, pada hari Minggu 03 Mei 2020.

Sabarudin sebagai ketua SH-Winongo Sub-Ranting Ngunut menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian SH Winongo atas permasalahan wabah yang melanda masyarakat.

Memang benar, kami sebagai salah satu organisasi perguruan pencak silat yang berada di Desa Ngunut Kabupaten Ponorogo harus melibatkan diri dan ikut meringankan beban masyarakat yang was-was dengan wabah Virus Korona ini

Perguruan Pencak Silat SH-Winongo

Berbagai cara pemutusan dan pencegahan mata rantai virus Korona sudah banyak dilakukan. Hal ini menimbulkan rasa simpati dari berbagai kalangan. Agar timbul kesadaran untuk melakukan pencegahan dari kalangan masyarakat desa yang notabene minim informasi terkait langkah pencegahan Virus Korona.

“Kami pun mengajak Remaja Mushola Al-Inayah untuk melakukan kegiatan ini. Karena, Remaja Mushola disini menjadi salah satu basis kelompok pemuda yang ada di dusun Jogoragan.” Tutur Sabarudin.

Anggota SH-Winongo dan Remaja Mushola Al-Inayah Mempersiapkan Cairan Dasinfektan
Anggota SH-Winongo dan Remaja Mushola Al-Inayah Mempersiapkan Cairan Dasinfektan

Pada kesempatan ini ikut hadir pula Siti Khotidjah, Kepala Desa Ngunut untuk mengawal dan mengarahkan kegiatan sosial yang diselenggarakan. Kepala desa Ngunut pun berpesan agar langkah pencegahan yang dilakukan SH-Winongo ini dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan masyarakat.

“Program pencegahan semacam ini sebenarnya telah di program masing-masing RT. Sehingga, masyarakat dapat tersadar untuk terus melakukan langkah-langkah pencegahan yang telah di sosialisasikan oleh pemerintahan, baik pusat, daerah maupun desa. Pastinya, kegiatan seperti ini  akan melibatkan kelompok-kelompok pemuda sebagai poros utama yang terjun di masyarakat.” Tutur Siti Khotidjah.

Siti Khotidjah pun menginformasikan bahwa desa Ngunut telah melakukan 3 kali penyemprotan dari 4 kali program penyemprotan yang sudah di wacanakan.

“Pemerintahan desa Ngunut telah melakukan penyemprotan sebanyak 3 kali. Pada penyemprotan terakhir nanti kita akan melibatkan SH-Winongo dalam kegiatannya. Mungkin akan diselenggarakan bulan ini (Mei 2020).” Imbuh Siti Khotidjah.

Kegiatan penyemprotan yang dilakukan SH-Winongo Sub-Ranting Ngunut ini merupakan kegiatan swadaya dari seluruh anggota. Dana yang digunakan bersumber dari dana serkiler (iuran) yang terkumpul.

“Kegiatan ini terlaksanakan atas inisiasi dari seluruh anggota SH-Winongo. Kami mengambil dana kas dari sekiler (iuran) yang rutin kami laksanakan. Awalnya kami mengadakan musyawarah kecil dari para sedulur (anggota) yang lebih tua. Dari musyawarah tersebut, lalu kami menggerakkan para anggota yang lain. Kami hanya berusaha untuk ikut terlibat di masyarakat. Walaupun kegiatan yang kami lakukan sangatlah kecil. Hal ini pula kami lakukan untuk memberikan wawasan kepada anggota yang baru kecer (pengesahan) untuk lebih memperdulikan permasalahan lingkungan di sekitar mereka.” Tutur Sabarudin.

Proses Penyemprotan
Proses Penyemprotan

Dalam kegiatan ini Kepala Desa Ngunut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada SH-Winongo atas partisipasinya dalam melaksanakan langkah pencegahan pandemi Virus Korona yang sedang terjadi di Inonesia.

“Saya sangat berterima kasih kepada SH-Winongo. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu saya sebagai salah satu perangkat pemerintahan Desa Ngunut, Yang bertanggung jawab untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Korona yang ada di desa.”, kata Kepala Desa Ngunut.

Desa sebagai tempat perpindahan terakhir dari para warga yang merantau di luar kota memang membutuhkan kesadaran dan pelibatan dari berbagai macam kalangan masyarakat. Apalagi dengan adanya tradisi mudik menjelang lebaran.

Foto Bersama Anggota SH-Winongo
Foto Bersama Anggota SH-Winongo

“Kami hanya memaksimalkan langkah pencegahan. Apalagi di musim mudik warga dari luar kota. Apa yang bisa kami lakukan untuk mengurangi rasa cemas masyarakat itu yang kami lakukan. Meskipun tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi kami. Namun kami sadar bahwa SH-Winongo termasuk dari kalangan masyarakat.” Tutur Sabarudin.

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Waspada! Brebes Kini Zona Merah Karena Virus Corona

Read Next

Tambah 11 Orang Per Hari, Kasus Virus Corona di NTB Mencapai 300 Orang, 5 Meninggal