Tangkap Dua Tersangka, BNNP Jatim Musnahkan Ganja Seberat 2.911 Gram

Konfirmasitimes.com-Surabaya (05/05/2020): Badan Narkotika Nasional Propinsi(BNNP) Jatim memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja dengan berat lebih kurang 2.911 gram.

Barang bukti tersebut didapat dari hasil ungkap penangkapan dua tersangka yang bernama Asrani (AS) dan Mohammad Yahya (YY) yang keduanya adalah warga Surabaya.

Penangkapan terhadap keduanya berdasarkan laporan Kasus Narkotika No. : LKN / 01 – BRNTS / III / 2020 / BNNP JATIM.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priambodo mengatakan pengungkapan tersebut bermula ketika tim dari BNNP Jatim pada hari Sabtu tanggal 21 Maret 2020 di halaman parkir Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAI) Al Fitrah Surabaya melakukan penangkapan terhadap AS saat melakukan penyerahan paketan narkotika dari jenis ganja kepada YY.

“ Saat penangkapan lalu oleh anggota dilakukan penggeledahan badan terhadap keduanya,”jelas Bambang di kantor BNNP Jatim, Selasa (05/05/2020).

Dikatakan oleh Bambang, dalam pemeriksaan badan anggota timnya telah mengamankan 1 paket J&T berbentuk kotak kardus yang dililit lakban warna cokelat.

“Kotak tersebut ketika dilakukan pembongkaran didapati narkotika jenis ganja dengan berat bruto masing masing lebih kurang 985 gram dan lebih kurang 1.004 gram dengan total keseluruhan lebih kurang 2.911 gram,” terang Bambang.

Tersangka AS, lanjut Bambang, yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir taksi mengaku membawa ganja tersebut atas perintah DPO (Daftar Pencarian Orang) yang dikenalnya dengan nama Brengos alias pak Breng.

“Brengos bersama tersangka AS ini saling mengenal di daerah Bali saat tersangka AS menjadi sopir taksi disana. DPO adalah penumpang dari taksi yang dikemudikannya. Baru kemudian, atas perintah Brengos,  AS balik ke Surabaya dan empat hari di Surabaya lalu dilakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” ungkap Bambang.

Tersangka AS ini, kata Bambang, mau menjadi kurir dari Brengos karena dijanjikan sejumlah uang jika sudah mengantarkannya ke Surabaya. “ AS ini juga dijanjikan akan dibayar hutang taksinya karena saat menjadi penumpang AS, Brengos belum membayarnya. AS dijanjikan uang Rp 200 ribu,” lanjutnya.

Sedangkan tersangka YY, dari pengakuannya, kalau disuruh temannya yang bernama Zainul.

“ YY ini tidak sekali saja disuruh oleh Zainul  untuk menjadi kurir mengambil narkotika di suatu tempat. YY diberi imbalan Rp 500 ribu untuk mengambil paket yang berisikan narkotika jenis ganja,” katanya.

Dari pengakuan YY sendiri, lanjutnya, ganja tersebut akan diranjaukan lagi di daerah Margomulyo untuk diedarkan di wilayah Surabaya dan sekitarnya.

Diungkapkan oleh Bambang, meski saat ini di Indoensia sedang ada pandemic Covid-19, namun hal tersebut tak mengurangi semangat BNNP Jatim untuk terus memotong mata rantai peredaran narkotika di Jatim.

“ Dengan bersinergi dengan pihak-pihak terkait, BNNP Jatim memiliki komitmen terus untuk memerangi peredaran narkotika di Jatim,”jelasnya.

Diterangkan oleh Bambang, dari penangkapan keduanya saat ini sedang dilakukan proses penyidikan untuk pengembangannya.”Kami akan terus mengejar sampai ke akar-akarnya atas pengungkapan ini,”jelasnya.

Sedangkan, agar tidak disalahgunakan, kata Bambang, barang bukti ganja dari pengungkapan tersebut seberap lebih kurang 2.911 gram tersebut akan dimusnahkan.

Sedangkan untuk pasal yang dijeratkan pada kedua tersangka yaitu pasal 114 (2) subs Pasal 111 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang psikotropika  dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati

Dalam pasal 114 (2) UU No 35 tahun 2009 tentang psikotropika disebutkan bahwa  Dalam hal perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pad 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman a ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi beratnya 5 (lima) gram, pelaku dipidana dengan pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Bagaimana reaksi Anda?
Bagikan 


Read Previous

Perintah Kapolri, Polda Jatim Gelontor Bantuan Paket Sembako ke Mahasiswa Perantauan di Jatim

Read Next

Perkembangan Covid-19 Di Papua Barat